p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik ITS
Nur, Hasan Iqbal
Departemen Teknik Transportasi Laut Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Penerapan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code di Indonesia Abdurrasyid, Muhammad Raihan; Nur, Hasan Iqbal; Lazuardi, Siti Dwi
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.113948

Abstract

Dengan adanya International Ship and Port Facility Security (ISPS Code) diharapkan dapat megurangi risiko-risiko terhadap keamanan dan keselamatan terhadap beberapa aspek seperti wilayah pelabuhan, sarana dan prasarana, awak kapal, penumpang, dan terhadap kapal muatannya. ISPS Code harus bekerja secara optimal agar sistem keamanan pelabuhan terjamin kelancarannya dalam proses transportasi dan logistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan ISPS Code pada Pelabuhan utama di Indonesia yaitu Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Tanjung Perak dalam pelaksanaan prosedur kemanan dan keselamatan sesuai dengan ISPS Code serta bagaimana kondisi penerapannya. Metode yang digunakan adalah analisa risiko ancaman, kerentanan, dan dampak, serta analisa risiko probabilitas pada tingkat penerapan ISPS Code pada Terminal Penumpang Tanjung Priok, Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, dan PT. ISM Bogasari Flour Mills berdasarkan data-data yang berhubungan. Didapatkan hasil nilai risiko ancaman, kerentanan, dan dampak bahwa dari 9 skenario yang ada, Terminal Penumpang Tanjung Priok memiliki prioritas tindakan “Document” pada 9 skenario, Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara memiliki prioritas tindakan 2 “Consider” dengan skenario 1 pada matriks risiko 13,68 dengan probabilitas sangat rendah dan pada skenario 2 sebesar 10,48 dengan probabilitas sangat rendah, dan 7 “Document”, dan PT. ISM Bogasari Flour Mills memiliki prioritas tindakan 2 “Consider” dengan skenario 1 pada matriks risiko sejumlah 18,21 dengan probabilitas sangat rendah dan pada skenario 5 sebesar 36,57 dengan probabilitas rendah dan 7 “Document”. Selain itu, dilakukan strategi peningkatan pada ketiga lokasi.
Analisis Potensi Pengembangan Dry Port Untuk Menunjang Ekspor - Impor Di Sulawesi Selatan Rizky, Muhammad Fajri; Nur, Hasan Iqbal; Yunianto, Irwan Tri
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.114284

Abstract

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memiliki rencana pembangunan dry port yang lebih dekat dengan industri untuk menekan biaya pengiriman barang yang ditanggung oleh eksportir ke Makassar New Port. Rencana pembangunan dry port ini memiliki dua lokasi yang berbeda yaitu pada Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Janeponto. Pada penelitian ini akan dilakukan identifikasi kondisi ekspor – impor di Sulawesi Selatan. Setelah dilakukan analisis proyeksi pada komoditas ekspor – impor dengan menggunakan metode regresi linear berganda serta analisis perbandingan biaya trasnportasi darat dan laut, akan didapatkan potensi pengembangan dry port di Sulawesi Selatan. Setelah didapatkan potensi pengembangan pada masing – masing dry port, akan dilakukan perencanaan desain layout dry port. Berdasarkan analisis kondisi saat ini didaptkan jumlah industri dari 12 kabupaten yaitu Bulukumba, Takalar, Gowa, Maros, Pangkep, Bone, Wajo, Pinrang, Luwu Timur, Makassar, Parepare, dan Palopo. Berdasarkan analisis perbandingan biaya transportasi, pembangunan Dry Port Sidrap dapat diupayakan dengan melihat potensi pengembangan ekspor yaitu Kabupaten Wajo memiliki biaya lebih murah sebesar Rp 0.42 Juta/Teus, Kabupaten Pinrang lebih murah sebesar Rp 0.09 Juta/Teus, Kabupaten Luwu Timur lebih murah sebesar Rp 0.4 Juta/Teus, Kota Parepare lebih murah sebesar Rp 0.28 Juta/Teus, dan Kota Palopo lebih murah sebesar Rp 0.31 Juta/Teus. Berdasarkan hasil analisis perbandingan biaya, dilakukan perencanaan layout pada Dry Port Sidrap dengan proyeksi muatan pada tahun 2031.