Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN TEORITIK MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN TIPE TGT DALAM PEMBELAJARAN FISIKA ulpiana, ulpiana; Palloan, Pariabti; Azis, Aisyah
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 17, No 1 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v17i1.19046

Abstract

penilitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan tipe TGT. Penilitian ini adalah penilitian kepustakaan. Dengan obyek penilitian ini adalah jurnal-jurnal model penilitian ini dilakukan pada tahun 2020 dengan menggunakan jurnal yang didapatkan melalui google scholar. Instrument penilitian yang digunakan adalah peniliti sendiri sebagai instrument atau key instrument. Pada model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih lebih sedikit digunakan dari model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat dilihat bahwa mempunyai tujuan yang sama, pendapat para ahli yang berbeda, tetapi materi yang digunakan berbeda pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan tipe TGT. Pada tipe STAD materi yang digunakan lebih bervariasi dibanding dengan tipe TGT. Sedangkan sistem sosislaya hampi rsama tetapi yang membedekan dibagian memotivasi siswa oleh guru dimana pada TGT terdapat unsur permainan. Sistem pendukung pada STAD lebih bervariasi pada sistem pendukungnya seperti multimedia interaktif, media animasi, LKS dan media virtual sedangkan pada TGT sistem pendukungnya adalah LKS. This study aims to determine the comparison of the cooperative learning model type STAD and type TGT. This research is literature research. With the object of this research are journals obtained through google scholar. The research instrument used is the research itself as an instrument or key instrument. The STAD cooperative learning model makes students more active and can work together with goodgroups, so that all students get an explanation of thematerial being studied, the materialstudied directly by the teacher, then students are challenged to a competition with other students where thewinner gets an award. Meanwhile, the TGT type of cooperative learning model was given the task to learntogether about the material to be discussed. After that each group is in thetournament table, both the smart ones and the lessintelligent.
Sistem Informasi Musrenbang Kec.Malunda Berbasis Website Ulpiana, Ulpiana; Sarjan, Muhammad; Khairat, UL
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 2, No 1 (2020): Peqguruang, Volume 2, No.1, Mei 2020
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.611 KB) | DOI: 10.35329/jp.v2i1.1176

Abstract

Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) adalah agenda tahunan dalam rangka menyusun rencana pembangunan daerah, masalah yang terjadi di kecamatan malunda yaitu proses pengolahan nya masih diketik secara manual. Adapun tujuan penilitian adalah untuk merancang sebuah sistem informasi musrenbang dikecamatan malunda berbasis website. metode yang digunakan adalah metode water fall, yaitu model pengembangan sistem yang dilakukan secara sistematis atau berurutan, penilitian ini telah berhasil membangun sistem informasi layanan musrenbang berbasis website yang akan mempermudah kecamtan dalam mengusulkan rencana kerja dan usulan pembangunan desa yang nantinya akan dipantau langsung oleh kecamatan malunda dan balitbangren Kab. Majene.
TikTok as a Digital Stage: Enhancing EFL Learners' Speaking Fluency and Confidence among English Department Students of Institut Pendidikan Nusantara Global (IPNG) Muliadi, Mul; Ulpiana, Ulpiana
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The integration of social media into language learning has transformed traditional teaching practices into more interactive and student-centered approaches. One of the most widely used platforms is TikTok, which allows users to create and share short-form videos in creative ways. This study aims to investigate the role of TikTok as a digital stage in enhancing speaking fluency and confidence among English as a Foreign Language (EFL) learners at the English Department of Institut Pendidikan Nusantara Global (IPNG). This research employed a qualitative descriptive design involving 25 students as participants. Data were collected through questionnaires, semi-structured interviews, and classroom observations. The findings indicate that the use of TikTok significantly improves students' speaking fluency, including pronunciation, vocabulary usage, and speech coherence. In addition, students reported increased confidence and reduced speaking anxiety due to the opportunity to rehearse and re-record their performances before sharing them. Furthermore, TikTok enhances students' motivation and engagement by providing an enjoyable and interactive learning environment. However, it should be used as a complementary tool alongside traditional teaching methods to ensure optimal learning outcomes. In conclusion, TikTok serves as an effective digital platform that supports the development of speaking skills and confidence among EFL learners.