Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Therapeutic Challenges in Systemic Lupus Erythematosus Patient with Pregnancy, Osteoporosis, and Severe Thrombocytopenia: A Case Report and Review of Literature Ratnaningtyas, Yosefin; Rahman, Perdana Aditya
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 31, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2021.031.03.6

Abstract

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) is a complex autoimmune disease that requires long-term corticosteroid treatment that may lead to osteoporosis characterized by low bone mass and microarchitectural deterioration of the trabecular and cortical skeletal. This study presents a severe case of thrombocytopenia in a 25-year old woman with SLE and osteoporosis who underwent routine therapy and was pregnant for the first time. The complexity of pregnancy and autoimmune conditions create therapeutic challenges that need to be considered in SLE patients with pregnancy, osteoporosis, and severe thrombocytopenia.
Tantangan Diagnostik Seorang Laki-laki 19 Tahun dengan Kista Koledokus Tipe IC Ratnaningtyas, Yosefin; Mustika, Syifa; Supriono, Supriono; Pratomo , Bogi
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 9 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i9.2838

Abstract

Kista koledokus merupakan dilatasi kistik dari saluran empedu, baik intra maupun ekstrahepatik, yang dapat menyebabkan obstruksi biliaris dan sirosis biliaris progresif. Kondisi ini sering dikaitkan dengan trias klasik berupa nyeri perut kanan atas, massa intraabdomen, dan ikterus obstruktif. Modalitas pencitraan seperti MRCP dan ERCP dianggap sebagai standar emas untuk mendiagnosis kista koledokus dan anomali terkait. Artikel ini bertujuan untuk memahami tantangan diagnostik kista koledokus melalui analisis kasus seorang pasien dewasa muda dengan gejala klinis dan pencitraan yang tidak khas. Seorang laki- laki, 19 tahun, datang dengan nyeri perut kanan atas, mual, muntah, urine berwarna seperti teh, tinja berwarna dempul, dan gatal-gatal. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan obstruksi saluran empedu. Pemeriksaan USG abdomen mencurigai adanya kista koledokus, namun MRCP menyimpulkan batu pada duktus biliaris komunis dengan dilatasi duktus hepatikus kanan kiri, duktus hepatikus komunis, duktus sistikus, dan duktus biliaris komunis. Pasien direncanakan prosedur ERCP untuk evakuasi batu namun evakuasi gagal dilakukan diduga akibat obstruksi pada duktus koledokus dengan kemungkinan kista koledokus. Pasien kemudian menjalani operasi. Diagnosis tegak dengan ditemukan kista koledokus tipe 1C. Pasien mengalami perbaikan klinis dan laboratorium setelah operasi. Kista koledokus pada orang dewasa lebih sering muncul dengan gejala mirip batu empedu seperti nyeri perut kanan atas dan tanda-tanda obstruksi bilier, dibandingkan massa intraabdomen. Kegagalan interpretasi MRCP pada kasus ini menunjukkan pentingnya pemahaman yang mendalam mengenai kista koledokus, dan perlunya kehati-hatian dalam evaluasi diagnostik dan penggunaan modalitas pencitraan