Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Alternatif Anoda Limbah Kulit Udang dan Cangkang Telur Allam, Dharma Abiyyu; Jannah, Siti Miftachul; Fitriani, Lilis Nur
Medika Teknika : Jurnal Teknik Elektromedik Indonesia Vol 2, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mt.v2i2.10721

Abstract

Indonesia hingga saat ini masih menghadapi persoalan dalam mencapai target pembangunan energi karena upaya dalam memaksimalkan pemanfaatan potensi terbarukan belum berjalan sesuai dengan perencanaan. Hal ini disebabkan karena tingginya konsumsi energi fosil belum dapat diimbangi dengan penemuan energi cadangan baru. Padahal Indonesia telah mengalami penurunan produksi energi fosil semenjak 1990-an, status sebagai negara pengimpor juga membuat ketahanan energi minyak nasional berada pada posisi yang termasuk sangat rentan. Kondisi ini akan sangat berpengaruh terhadap implementasi point ke-7 pada Sustainable Development Goals (SDGs), yakni energi bersih dan terjangkau, serta dapat menghambat perwujudan target pada 2030. Disisi lain, kulit udang dan cangkang telur merupakan limbah yang belum dimanfaatkan secara maksimal di masyarakat, padahal keduanya memiliki kandungan yang sangat potensial yakni CaCO3 (kalsium karbonat). Adapun limbah udang yang dihasilkan dari proses pengolahan udang sangat banyak yakni berkisar 30-40% dari berat udang. Berdasarkan data yang kami peroleh, limbah udang mengandung protein kasar sekitar 25-40%, kalsium karbonat 45-50% dan kitin 15-20%. Sedangkan cangkang telur memiliki komposisi mineral, dan tersusun atas kristal CaCO3 (98,41%), MgCO3 (0,84%) dan Ca3(PO4)2 (0,75%). Pada penelitian ini akan dilakukan pereaksian sederhana antara CaCO3 dengan H2O. Di dalam baterai akan terjadi reaksi kimia berupa elektron akan mengalir dari baterai menuju kabel atau kutub negatif ke kutub positif, tempat dimana reaksi kimia tersebut berlangsung. Hasil yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dari tegangan yang ditampilkan dan dilakukan uji konduksi listrik dengan intensitas tertinggi dengan hasil terbaik adalah kombinasi 6 gram cangkang telur dan 2 gram cangkang udang dengan output 1,3 Volt dan High Intensity Light yang dihasilkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa limbah cangkang udang dan cangkang telur berpotensi besar untuk menggantikan batere Anoda sebagai energi terbarukan.
Detection of Porcine Contamination in Beef Meatballs from Gedangan District Using PCR–RFLP Suryadi, Gian Firdaus Putra; Astuti, Rahma Windi; Fitriani, Lilis Nur; Lisdiana, Lisa
Jurnal Biodjati Vol 10 No 2 (2025): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v10i2.49813

Abstract

Meatball is one of the popular meat dishes in Indonesia, especially in Sidoarjo. The sale of meatballs in Sidoarjo is carried out by Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), with 330 of the total 11,114 micro-traders selling meatballs. However, there is a risk of pork being adulterated into meatballs. This is a serious problem because Indonesia, especially Sidoarjo, is a Muslim-majority city with 95.5% of the total population of 2 million. Therefore, the purpose of this article is to conduct field checks to determine whether or not pork contamination is present in meatballs in Sidoarjo. Sampling locations were determined using a stratified random sampling method, which found that eight of the 15 villages, including Karangbong, Tebel, Sruni, Keboananom, Keboansikep, Gedangan, Ketajen, and Sawotratap Villages, have a significance value greater than the alpha value (0.05). Therefore, eight of them were used as sampling locations. One sample was purchased from each of the eight chosen villages, named S1, S2, S3, S4, S5, S6, S7, and S8. Meanwhile, the possibility of porcine contamination in beef meatball samples was analyzed using the Polymerase Chain Reaction - Restriction Fragment Length Polymorphism (PCR-RFLP) method with the restriction enzyme BsaJI. This study found that all eight samples and the negative control DNA amplicons were not cleaved by the BsaJI enzyme. Meanwhile, the positive control DNA amplicon was cleaved into 3 fragments. It was indicated that all samples and the negative control DNA amplicons were free of pork DNA contamination. Despite the anomaly, it can be concluded that all meatball samples bought from Gedangan District are not contaminated with pork. By demonstrating that meatballs from Sidoarjo are free from pork DNA, this study serves as an additional halal food monitoring in Sidoarjo. It reinforces public trust in local MSME food products.