Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POTENSI PATI DARI LIMBAH BIJI BUAH SEBAGAI BAHAN BIOPLASTIK Ramadhan, Muhammad Oka; Nugraha, Jaenal Ferdiansyah
EDUFORTECH Vol 6, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v6i1.33286

Abstract

Sampah plastik menjadi tantangan global karena penggunaannya yang berlebihan. Sampah tersebut sulit diuraikan dengan total massa yang sangat besar akan berdampak buruk bagi lingkungan. Inisiatif untuk mensubstitusi plastik dengan bahan yang dapat terurai (biodegradable) seperti bioplastik semakin berkembang. Bioplastik umumnya berbahan dasar pati yang merupakan makanan pokok, sehingga perlu adanya alternatif sumber pati lain agar tidak mengganggu ketersediaan pangan di masa mendatang. Salah satu sumber pati non- makanan pokok adalah limbah biji dari buah-buahan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pati dari beberapa limbah biji buah-buahan sebagai bahan bioplastic. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi literatur. Hasil kajian menunjukkan adanya potensi limbah biji buah-buahan yaitu biji dari buah alpukat, nangka, durian, mangga, salak, campedak, asam, dan gayam. Pengembangan bioplastik dari limbah tersebut diharapkan dapat mengurangi sampah plastik dan limbah pangan.
Optimisation of Biobriquette Production Enriched with Burning Lighter Materials Nugraha, Jaenal Ferdiansyah; Wagiman, Wagiman; Wikarta, Jumeri M
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 8, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v8i3.2423

Abstract

. The increasing trend of fossil fuel consumption is inversely proportional to the available natural gas reserves. Renewable energy sources derived from biomass are needed to become alternative fuels, such as biobriquettes. This study aims to optimize biobriquette production by adding burning initiator materials to obtain the best composition that meets the Indonesian National Standard (SNI) and exhibits good ignition characteristics. The experimental design was based on the Taguchi method with an L9 (34) orthogonal array, and the results were statistically analyzed using Grey Relational Analysis (GRA) to evaluate multiple responses. Although the highest Grey Relational Grade (GRG) indicated the theoretical optimum, the confirmation test revealed a slightly different composition with better burning performance. The optimal composition consisted of 3 g of OPEFB (A1), 16 g of PKS (B2), 40% pine sap (C3), and 20% sulfur (D3), producing a moisture content of 1.148%, ash content of 10.75%, volatile matter content of 12.36%, calorific value of 7,223.5 cal‧g-1, initial ignition time of 1.83 s, and burning rate of 0.237 mg‧min-1. These results indicate that the produced biobriquettes meet SNI standards for moisture, volatile matter, calorific value, and have good burning ease.