Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Zakat Profesi Bagi Toutuber “Studi Fenomenologis Zakat Profesi Youtuber Di Komunitas Toutuber Jombang (YTN)” Febrina Mira Susanty; H. Bahruddin
Discovery Vol 5 No 2 (2020): Discovery Vol. 5 No. 02 Tahun 2020 Edisi Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/discovery.v5i2.997

Abstract

Abstract: YouTube is currently one of the jobs that are in demand by many people. The income earned from the YouTuber profession reaches hundreds of millions of rupiah every month. In Islamic law it is explained that every wage or salary of a person's profession is obliged to pay zakat. but even though the law regarding zakat profession is still controversial and not well known by the Muslim ummah in general and Muslim professionals in the country in particular. From this phenomenon, researchers are interested in examining what kind of application of zakat on the Youtuber profession is included in the category of new types of professions. The method used in this research is qualitative with a phenomenological approach. The data collection technique was done by interviewing. This study aims to determine how the application of professional zakat for YouTubers. Analysis of the results of interviews with the head of the YouTuber Jombang (YTN) community and members that the actions in the application of professional zakat expenditure are in accordance with the Islamic law syari'ah that has been taught. That is the obligation to pay zakat for those who reach the nisab and one year is sufficient. Income from YouTube is one of the assets that must be zakat, including al-māl al-mustafād, which is assets that a Muslim can take advantage of with new ownership such as gifts, inheritance, labor costs, and so on. YouTubers are obliged to pay zakat if the video content uploaded is halal. If the opposite is true, that is, when it contains content that is haram, then the income is haram and does not have to be zakat Keywords: Professional Zakat, YouTuber, YouTube Abstrak : YouTube saat ini menjadi salah satu lapangan pekerjaan yang diminati oleh banyak orang. Penghasilan yang diperoleh dari profesi Youtuber mencapai ratusan juta rupiah tiap bulannya. Dalam hukum Islam dijelaskan bahwa setiap upah atau gaji dari profesi seseorang wajib hukumnya untuk mengeluarkan zakat. tetapi walaupun hukum mengenai zakat profesi tersebut masih menjadi kontroversi dan belum begitu diketahui oleh ummatt muslim pada umumnya dan kalangan profesional muslim di tanah air khususnya. Dari fenomena ini peneliti tertarik untuk meneliti seperti apa penerapan zakat profesi Youtuber tersebut yang termasuk dalam kategori jenis profesi baru. Metode yang digunakan penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan zakat profesi bagi YouTuber. Analisis hasil wawancara bersama ketua komunitas YouTuber Jombang (YTN) dan anggota bahwasannya tindakan dalam penerapan pengeluaran zakat profesi sesuai dengan syari’ah hukum islam yang telah diajarkan. Yaitu wajib mengeluarkan zakat bagi mereka yang mencapai nisab dan cukup satu tahun. Penghasilan dari YouTube adalah salah satu harta yang wajib dizakati, termasuk dalam al-māl al- mustafād, yaitu harta yang bisa diambil manfaat oleh seorang muslim yang dimiliki dengan kepemilikan yang baru seperti hadiah, warisan, ongkos kerja, dan lain sebagainya. YouTuber wajib zakat jika konten video yang diunggah adalah halal. Jika sebaliknya, yaitu ketika berisi konten yang haram maka penghasilannya haram dan tidak wajib dizakati Kata Kunci : Zakat Profesi, YouTuber, YouTube
Efektivitas Kerajinan Tenun Bagi Masyarakat Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Desa Sukarare Kec. Jonggat Kab. Lombok Tengah) Sri Husnul Khotimah; H. Bahruddin
Discovery Vol 5 No 2 (2020): Discovery Vol. 5 No. 02 Tahun 2020 Edisi Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/discovery.v5i2.999

Abstract

Abstract: Effectiveness is a measure that unites the extent to which the target time has an effect and brings results aimed at achieving success in an activity. Craft is something that is related to handicrafts or activities related to goods or services produced from traditional handicrafts. Weaving is a technique for making fabrics, originally woven fabrics were made because of a cross between two threads that were intertwined perpendicular to each other. The analysis used by researchers to measure the effectiveness of the management of the weaving craft is the building of an Islamic economy based on five universal values, namely: Tauhid (faith), 'Adl (justice), Nubuwwah (Prophethood), Khilafah (government), and mahad (outcome ). This study aims to determine how the effectiveness of weaving crafts for the community based on an Islamic economic perspective. This study uses qualitative methods and a phenomenological approach to data collection techniques carried out by interviews. And the object of research is the people of Sukarare Village. From the results of the study it can be concluded that the effectiveness of weaving crafts in Sukarare Village for the community according to an Islamic economic perspective has been said to be effective because it has fulfilled what is desired, namely to provide employment for rural communities and to meet their daily needs and is in accordance with Islamic economic standards. based on five universal values, namely: tawhid (faith), 'adl (justice), Nubuwwah (prophetic), Khilafah (leader), and maad (result) Keywords: Effectiveness, weaving craft, Islamic economics Abstrak: Efektivitas merupakan ukuran yang menyatukan sejauh mana target waktu yang mempunyai pengaruh dan membawa hasil yang bertujuan mencapai keberhasilan dalam suatu kegiatan Kerajinan adalah suatu hal yang berhubungan dengan karya tangan atau kegiatan yang berhubungan dengan barang atau jasa yang dihasilkan dari kerajinan tangan tradisional. Tenun adalah teknik pembuatan kain, awalnya kain tenun dibuat karena adanya persilangan antara dua benang yang terjalin saling tegak lurus satu sama lain. Analisis yang digunkan oleh peneliti untuk mengukur efektivitas pengelolaan kerajinan tenun adalah bangunan ekonomi Islam yang di dasarkan atas lima nilai universal, yaitu: Tauhid (keimanan), 'Adl (keadilan), Nubuwwah (Kenabian), Kekhilafahan (pemerintah), dan mahad(hasil). Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas kerajinan tenun untuk masyarakat berdasarkan perspektif ekonomi Islam, penelitian ini menggunakan metode kualitatif serta pendekatan fenomenologis tehnik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Dan objek penelitian adalah masyarakat Desa Sukarare. Dari hasil penelitian dapat disimpulan bahwa efektivitas kerajinan tenun di Desa Sukarare bagi masyarakat menurut perspektif ekonomi Islam sudah di katakana efektif karena sudah memenuhipa yang diinginkan yaitu memberikan lapangan pekerjaan untuk masyarakat desa dan untuk memenui kebutuhan sehari-hari serta sudah sesuai dengan standar ekonomi islam yang di dasarkan atas lima nilai universal yaitu: tauhid (keimanan), ‘adl (keadilan), Nubuwwah (ke nabian), Khilafah (pemimpin), dan maad (hasil) Kata kunci:Efektifitas, kerajinan tenun,ekonomi islam