Buamona, Fandy Ardiansyah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Penyebab Vandalisme pada Pedestrian di Surabaya (Studi Kasus Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Rungkut Madya) Wiekojatiwana, Ariq Bentar; Ainur R, Alvian Indra; Buamona, Fandy Ardiansyah
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2001.237 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.13329

Abstract

Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk mengetahui penyebab vandalisme pada pedestrian di Surabaya. Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini karena banyaknya vandalisme yang ditemukan di Jalan DR.Ir.H.SoekarnoHatta. Tulisan ini merupakan penelitian yang bertujuan menganalisa penyebab terjadinya vandalisme pada pedestrian di Jalan DR.Ir.H.SoekarnoHatta. Analisa ini dilakukan dengan cara membandingkan vandalisme di Jalan DR.Ir.H.Soekarnoa-Hatta dengan Jalan Rungkut Madya. Kedua jalan tersebut terpilih karena memiliki perbedaan pada kerapatan antar bangunannya. Kerapatan bangunan ini bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya tindakan vandalisme karena dengan kerapatan bangunan ini menimbulkan ada dan tidak adanya kesempatan dalam melakukan aksi vandalisme. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan metode observasi dengan cara membandingan tingkat vandalisme yang ada di pedestrian Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Rungkut Madya dengan batasan vandalisme berupa coretan hingga penempelan poster. Dari hasil perbandingan tersebut dapat diketahui bahwa ada 2 faktor yang menyebabkan terjadinya vandalisme yaitu ada tidak adanya kesempatan dan kerapatan antar bangunan.
Analisa Kualitas Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya Buamona, Fandy Ardiansyah; Lubis, Ivan Mustofa; Zarra, Belia Caesarani Putri
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

JPO atau Jembatan Penyebrangan Orang merupakan suatu sarana pelayanan masyarakat yang digunakan untuk melintas oleh pejalan kaki untuk menyebrang ke sisi jalan yang lain. Fasilitas pemerintah sendiri umumnya memiliki elemen keselamatan, keamanan dan kenyamanan yang dikhususkan dalam perilaku pejalan kaki yang melintas pada JPO sendiri, standart pelayanan JPO tersebut belum tentu terasakan dan pula terjamin oleh masyarakat pengguna jalan sendiri. Penyediaan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) untuk memudahkan pejalan kaki untuk menyeberang jalan dengan aman. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan jpo tersebut dirasakan kurang efektif dalam memecahkan masalah sirkulasi antara pejalan kaki dalam perjalanan dengan kendaraan berpindah. Hal ini dapat dilihat pada perencanaan jembatan penyeberangan sebagai salah satu fasilitas penyeberangan jarang digunakan dan sering disalah fungsikan untuk duduk-duduk, tempat mangkal gelandangan dan juga rawan kejahatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat efektivitas dengan standar-standar yang memenuhi dalam jembatan maupun kenyamanan pengguna Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. Pada kenyamanan sendiri analisis pengguna melalui metode wawancara pada JPO dengan klasifikasi rentang usia 21-30 tahun, pendidikan mayoritas SMA, pekerjaan terbanyak yaitu wiraswasta, frekuensi pekerjaan pemakaian < 2x perhari, asal tujuan ke pertokoan/pasar dan mall dengan maksud untuk bekerja. Hasil penelitian dengan perhitungan persentase penyebrang dengan waktu yang sudah ditentukan (pada hari kerja). Kesimpulan yang diungkapkan bahwa Jembatan Penyeberangan Orang di Jalan Basuki Rahmat terbukti sangat efektif. Hasil presentase efektifitas menunjukkan pada Rabu sore persentase pengguna mencapai 93,61%. JPO Basuki Rahmat juga dinilai mencukupi syarat dalam rancangan Jembatan Penyebrangan Orang merujuk pada aturan dari Dirjen Bina Marga tahun 1995