Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSAKSI JUAL BELI ONLINE DI ERA KONTEMPORER PERSPEKTIF HADIS-HADIS JUAL BELI: ANALISIS HERMENEUTIKA HANS GEORG GADAMER azam, azam
el-Sunnah: Jurnal Kajian Hadis dan Integrasi Ilmu Vol. 4 No. 1 (2023): el-Sunnah: Jurnal Kajian Hadis dan Integrasi Ilmu
Publisher : The Hadith Department, Faculty of Ushuluddin and Islamic Thought, State Islamic University of Raden Fatah Palembang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/elsunnah.v4i1.16609

Abstract

Artikel ini mendiskripsikan tentang jual beli online perspektif hadis, dengan menggunakan metode hermeneutika “fusion of horizon ala Gadamer” sebagai pisau analisis. Tujuannya untuk memotret bagaimana status jual beli online di era kontemporer dengan perspektif hadis-hadis jual beli sebagai bahan primer. Melihat media sosial berkembang begitu pesat dan signifikan dalam kehidupan ini. Sehingga membutuhkan sebuah respon terkait pola hidup khususnya transaksi jual beli yang prosesnya melalui sosial media seperti Whatsaap, Facebook begitu seterusnya. Transaksi yang prosesnya melalui media sosial (medsos), menurut pembacaan hadis-hadis terkait jual beli, maka ditemukan prinsip jual beli online dalam pandangan hadis, dan hasil analisis penelitian sebagai berikut “jual beli online boleh dan sah transaksinya menurut perpektif hadis, dengan syarat saling merelakan, berlaku jujur, mentransfer uang ke rekening pemilik website, pemilik website memungkinkan mengirim barangnya. Pengiriman barang melaui pengirim yang terpercaya sehingga barang yang terkirim akan sampai kepada pemesan, barang sesuai dengan harapan pemesan dan barang yang dikirim tidak mengandung cacat dan sesuai dengan kesepakan pemesan dan pemilik website”.
Pemahaman Hadis Majlis Ulama Indonesia (MUI): Telaah Atas Fatwa tentang Pemilu Azam, Azam
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2020.8.1.75-103

Abstract

Abstract The existence of Majlis Ulama Indonesia is seen as very important amid the reality of the plurality of Indonesian Islamic society. The advancement and religiousness of Muslims in the realm of religious thought, social organization, tendencies of flow, and political aspirations not only being a strength but also often incarnates into weaknesses and sources of conflict among Muslims themselves. The Majlis Ulama Indonesia is to create good living conditions, society, nationality, and good national matters, towards a quality society and the realization of the glory of Islam and Muslims in the Unity Republic of Indonesia. The Majlis Ulama Indonesia is to create good living conditions, society, nationality, and good national matters, towards a quality society and the realization of the glory of Islam and Muslims in the Unity Republic of Indonesia. The phenomenon of elections is a contemporary problem faced by the Majlis Ulama Indonesia, in this case, there is not a normative text that is explicitly contained in the Qur'an or the Sunnah of the Prophet. Then it is necessary to take new steps to interconnect between historical-political texts in order to create dynamic dialogue, and then the decision of the Majlis Ulama Indonesia is obliged to participate in making elections, one of which is to choose a leader who is trustworthy and has skills in the field of leadership. Because considering the mafsadat and maslahat, thus participation in the election is an obligation to choose a leader who is considered beneficial, both for the common people, nation, and state. Keywords: Hadis, Majlis Ulama Indonesia, Fatwa, electoral Election. Abstrak Eksistensi Majlis Ulama Indonesia dipandang sangat penting di tengah realitas pluralitas masyarakat Islam Indonesia. Kemajmukan dan keagamaan umat Islam dalam alam fikiran keagamaan, organisasi sosial, dan kecendrungan aliran dan aspirasi politik selain dapat merupakan kekuatan, tapi juga sering menjelma menjadi kelemahan dan sumber pertentangan dikalangan umat Islam sendiri. Majlis Ulama Indonesia adalah tercipta kondisi kehidupan, kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan yang baik, menuju masyarakat yang berkualitas dan terwujudnya kejayaan Islam dan kaum muslimin dalam negara Kesatuan Republik Indonesia. Fenomena pemilu merupakan problematika kontemporer yang dihadapi oleh Majlis Ulama Indonesia, dalam kasus ini tidak selalu ada teks normatif yang secara eksplisit terdapat dalam al-Qur’an maupun sunnah Nabi. Maka perlu menempuh langkah-langkah baru untuk menginterkoneksikan antara teks historis-politik agar tercipta dialogis yang dinamis, maka keputusan dari Majlis Ulama Indonesia wajib ikut serta untuk mengsuksekan pemilu, salah satunya adalah memilih pemimpin yang amanah dan punya skil dalam bidang kepemimpinan. Karena mempertimbangkan antara mafsadat dan maslahat, dengan demikian itu keikutsertaan dalam pilres adalah suatu kewajiban untuk memilih pemimpin yang dianggap bermaslahat, baik bagi umat, bangsa dan negara. Kata Kunci: Hadis, Majlis Ulama Indonesia, Fatwa, Pemilihan Umum.