Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Tingkat Minat Terhadap Produk Kopi Seduh Mesin Otomatis dan Seduh Manual pada Kosaku Coffee Surabaya Roesdiono, Eddy; Mahmuda, Putri Nur Ashila
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat minat konsumen terhadap produk kopi yang diseduh dengan menggunakan mesin otomatis dan seduh manual (manual brew) di Kosaku Coffee Lab. Penelitian ini juga bertujuan untuk memahami preferensi konsumen terkait dengan dua metode pembuatan kopi tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif focus group. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data melalui survei kepada pengunjung Kosaku Coffee Lab. Survei ini mencakup pertanyaan tentang minat konsumen terhadap produk kopi dengan metode pembuatan mesin otomatis dan manual brew, serta faktor-faktor yang memengaruhi preferensi mereka. Data kemudian dianalisis secara statistik untuk mengidentifikasi perbedaan dalam tingkat minat dan preferensi konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen memiliki minat yang tinggi terhadap produk kopi yang dibuat dengan mesin otomatis di Kosaku Coffee Lab. Mesin otomatis dinilai lebih praktis dan konsisten dalam menghasilkan kopi. Namun, sebagian konsumen yang merupakan pecinta kopi sejati lebih memilih manual brew karena memberikan fleksibilitas dalam mengontrol rasa kopi. Faktor seperti cita rasa, aroma, dan pengalaman unik juga memengaruhi preferensi konsumen terhadap metode pembuatan kopi.
Penggunaan Beras Porang Dalam Pembuatan Sushi (Kimbab) Roesdiono, Eddy; Mahiroh, Qonita
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 12 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i12.2890

Abstract

Permintaan terhadap pangan fungsional yang rendah kalori dan tinggi serat terus meningkat, salah satunya melalui inovasi penggunaan beras porang (Amorphophallus muelleri) sebagai bahan alternatif pengganti beras konvensional dalam pembuatan sushi (kimbab). Permasalahan yang muncul adalah apakah beras porang dapat diterima dari aspek organoleptik, serta bagaimana potensi pasar terhadap produk ini. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) melibatkan lima formulasi beras porang (0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%) dengan tiga kali pengulangan, serta metode survei untuk mengukur minat konsumen. Uji organoleptik dilakukan oleh 41 panelis semi-terlatih menggunakan skala hedonik 1-9, dan data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa beras porang memiliki tekstur lebih lembut dan daya rekat yang lebih rendah dibandingkan beras sushi biasa, namun rasa dan aroma tidak berbeda signifikan (p>0,05). Analisis nutrisi menunjukkan beras porang lebih rendah kalori dan lebih tinggi serat. Sebanyak 70% responden tertarik mencoba produk ini, terutama mereka yang menjalani diet. Kesimpulan menunjukkan bahwa beras porang memiliki potensi sebagai bahan pengganti beras dalam kimbab, dengan catatan perlu modifikasi tekstur dan strategi pemasaran. Rekomendasi meliputi perbaikan formulasi untuk daya rekat dan edukasi pasar tentang manfaat beras porang.
Contemporary Culinary Innovation (Rawon Using Shellfish Ingredients) Roesdiono, Eddy; Perdana Putra, Izza Addin
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i1.2964

Abstract

This study aims to analyze the use of mussels as a basic ingredient in rawon culinary innovation and its impact on taste and consumer appeal. The research method used is a quantitative approach with data collection through a structured questionnaire. The results showed that the majority of respondents considered mussel-based rawon as a unique innovation and provided a new culinary experience. However, there are several obstacles that affect the level of consumer acceptance, such as the taste that does not match expectations, the texture of mussels is different from beef, and the price is considered more expensive. The main challenge in developing mussel rawon is the adaptation of people's tastes who are accustomed to meat-based rawon and the perception of the texture of mussels. However, the opportunity to develop mussel rawon is quite large, especially as an alternative to healthier and more environmentally friendly food. To increase its appeal, further research is needed to explore processing techniques that can improve the taste and texture of mussels, as well as a broader market analysis to understand consumer preferences in depth. In addition, economic studies related to the supply chain and production cost efficiency are also important factors in the development of this innovation.