Aufa, Maya
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aborsi Perspektif Fiqh; Problematika dan Model Konseling pada Pelaku Abortus Provocatus Criminalis Maya Aufa
Jurnal al-Shifa Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abortus merupakan fenomena sosial yang semakin hari semakin memprihatinkan. Keprihatinan itu bukan tanpa alasan, karena sejauh ini perilaku pengguguran kandungan banyak menimbulkan efek negatif baik untuk diri pelaku maupun pada masyarakat luas. Aborsi bukanlah suatu prosedur medis yang sederhana. Jika dilakukan secara sembarangan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Para fuqaha mendefinisikannya sebagai gugurnya janin sebelum dia menyempurnakan masa kehamilannya. Dalam menentukan hukum aborsi para ulama klasik mengkelompokannya dalam 3 fase, sejalan dengan fase kehidupan janin, terbagi dalam 3 fase, yaitu sebelum 40 hari, setelah 40 hari, dan sesudah 120 hari. Pencegahan yang dapat dilakukan untuk menurunkan resiko kematian karena abortus provokatus kriminalis adalah dengan menurunkan keinginan perempuan terhadap aborsi yang tidak aman. Pelaku aborsi memiliki harapan untuk rumah tangganya, tentunya berupa hal-hal positif yang diharapkan mewarnai rumah tangga pelaku aborsi setelah kejadian abortus spontanea yang pelaku aborsi alami. Hal tersebut mampu melihat bahwa pelaku aborsi memiliki sikap optimisme yang baik terhadap rumah tangga (baik dari segi keluarga, keturunan, ekonomi, sosial) dan dirinya sendiri
PENANAMAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN TILAWATI Rt Bai Rohimah; Maya Aufa; Abdurohim Abdurohim
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penanaman karakter melalui pembelajaran Al Quran dengan menggunakan metode tilawati? karakter-karakter apa sajakah yang muncul? dan bagaimana mempertahankan karakter baik tersebut? Kita ketahui bersama bahwa Al Quran merupakan kalamullah yang didalamnya terkandung muatan karakter yang tercermin dari sosok Rasulallah Muhammad SAW sebagai tokoh pembaharu yang membawa amanah Al Quran, dan bertanggungjawab terhadap perubahan karakter masyarakat quraisy, yang pada waktu itu masih dalam keadaan jahiliyyah. Meski dalam pembelajaran tilawati, para santri hanya ditekankan pada perbaikan bacaan Al Qurannya terlebih dahulu, namun demikian bahwa diyakini akan muncul karakter-karakter lain setelahnya. Diantara karakter yang muncul adalah karakter gemar membaca Al Quran, termotivasi untuk memahami kandungan Al Quran dan terdorong untuk mengamalkan isi kandungan Al Quran. Penelitian ini menguraikan beberapa hal penting tentang karakteristik dari metode tilawati, dan menganalisa karakter-karakter yang muncul darinya, yaitu 1). Pembelajaran Al Quran diajarkan secara praktis; 2). Irama yang digunakan dalam membaca Al Quran metode tilawati ini menggunakan lagu rost; 3). Al Quran diajarkan secara klasikal dengan menggunakan alat peraga; 4). Dan diajarkan secara individual dengan teknik baca simak menggunakan buku. Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan penelitian pada populasi yaitu lembaga pendidikan Islam Taman Pendidikan Al Quran (TPA) Babul Hidayah Taman Graha Asri yang berada di Kota Serang sebagai lembaga mitra binaan Tilawati Center Kota Serang. Sebagai data primer yaitu data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti melalui pengamatan langsung dan wawancara dengan para guru dan trainer metode tilawati. Hasil penelitian menyatakan bahwa Pembelajaran Al Quran dengan menggunakan Metode Tilawati bagi anak-anak usia 5-9 tahun sangat efektif dan dapat menanamkan karakter cinta Al Quran, sikap hormat kepada guru, menumbuhkan rasa kasih sayang antar sesama, sikap gemar bergotong-royong, sikap bertanggung jawab, mandiri, berani, tertib, disiplin, tawakkal kepada Allah, patuh, sikap kerja keras, rasa ingin tahu, semangat dalam belajar, fokus, dan demokratis.