Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Zero Waste Living Melalui Pengolahan Sampah Menggunakan Maggot BSF Harmani, Nanny; Asiah , Nur; Meitiyani
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v1i2.33

Abstract

Krisis lingkungan global dalam pengelolaan sampah membutuhkan perhatian yang serius. Timbulan sampah di Indonesia pada tahun 2023 sebanyak 33.064.997,81 ton/tahun. Meningkatnya volume sampah rumah tangga dan industri, terutama sampah organik berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan ekosistem yang ada, seperti tempat berkembang biak lalat, tikus, pencemaran lingkungan, sumber penyakit, banjir apabila musim hujan, dan menimbulkan bau menyengat. Peran serta masyarakat dalam meminimalkan sampah sangat besar termasuk peran organisasi Aisyiyah sebagai organisasi perempuan terbesar di Indonesia. Dalam kegiatan ini bekerja sama dengan PRA Aisyiyah Kayu Manis Utara. Metode yang dilakukan melalui observasi lapangan, sosialisasi cara pemilahan sampah organik dan anorganik, memperkenalkan media organik yang disukai maggot BSF, mengedukasi masyarakat tentang potensi maggot BSF dan menjelaskan tahapan siklus maggot BSF, serta informasi fase terbaik yang dapat dimanfaatkan dalam merombak sampah organik serta mengedukasi cara pengolahan sampah menggunakan maggot BSF yang benar. Hasil yang didapatkan dari 52 orang peserta yang turut serta 44,2% berasal dari utusan Aisyiyah dan 55,8% dari utusan warga, jenis kelamin didominasi oleh perempuan, yaitu sebesar 82,7%, kelompok umur tidak produktif (di atas 64 tahun) sebanyak 11,5% dan kelompok umur produktif (15-64 tahun) sebanyak 88,5%. Tingkat pendidikan tinggi (SMA ke atas) sebanyak 90,4%. Responden tidak bekerja/IRT sebanyak 69,2% dan yang bekerja sebanyak 30,8%. Nilai rata-rata pengetahuan peserta pada pre test adalah sebesar 12,19 dan pada post test sebesar 12,75. Hal tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan pengolahan sampah organik dengan menggunakan maggot BSF sebelum dan setelah diberikan pelatihan dengan kenaikan sebesar 0,56. Peserta kegiatan menunjukkan respon positif dan antusias sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Jerami Sebagai Media untuk Budidaya Jamur Tiram Putih Susilo; Meitiyani; Setyaningsih, Maryanti
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 1 (2021): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v6i1.2714

Abstract

Oyster mushroom cultivation (Pleurotus sp.) is relatively easy, because it has a fairly good adaptability to the environment and is very suitable to be developed in tropical regions such as Indonesia. One of the factors that play a major role is the planting medium which is generally in the form of wood powder. The supply of sawdust is decreasing, so that alternative media is needed which contains lots of organic matter and cellulose. Straw is an alternative substitute for wood powder media because it is abundant. The purpose of this activity was to provide skills in mushroom cultivation by utilizing straw waste to PKK women in Cigaragol village, Ciulengsi, Bogor. The skills about cultivating oyster mushrooms need to be disseminated to the wider community to overcome the shortage of supply of oyster mushrooms on the market. The method used in this activity is by lecturing, discussing and practicing. The results of training activities on the cultivation of white oyster mushrooms have increased community knowledge and skills by 71.9% which includes the introduction of 31.6% white oyster mushroom service, the benefits of white oyster mushrooms 52.6%, 100% white oyster mushroom habitat, 57.9% white wood powder media for cultivation of oyster mushrooms, straw media as an alternative to 100% white oyster mushroom cultivation and 89.5% white oyster mushroom cultivation technique. Training activities greatly help improve the knowledge and skills of cultivating white oyster mushrooms and potentially increase community income.