Nugraha, Yudhistira
BB Padi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Overcoming the damage of rice to iron toxicity:Screening on Hydroponic Solution and Soil Pot Experiment Unoki, Saeka; Sitaresmi, Trias; Ehara, Hiroshi; Nugraha, Yudhistira
Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v4n2.2020.p81-88

Abstract

Iron toxicity affects the growth and yield of rice plant. Overcoming the damage of rice production by iron toxicity requires furthermore researches from laboratory to field levels. Here, we study responses of rice genotypes to iron toxicity between vegetative stage in hydroponic and whole grow stages in the pot. The first experiment was hydroponic experiment using twelve rice genotypes which were growth in the Yoshida Solution with addition of 0.2 % of agar. Three level of iron was given at 0, 500 and 700 ppm. The second experiment was the pot experiment using alluvial soil added with 3.000 ppm of ferrous combine with four levels of potassium and the control on Cilamaya Muncul (tolerant), Inpara 8 (moderate tolerant) and IR 64 (susceptible). In hydroponic experiment, even though the symptom appeared obviously, the leaf bronzing score (LBS) of tolerant and sensitive genotypes were not different. Physiological traits were significantly affected by Fe treatment in all varieties. Then symptom and physiological traits were significantly correlated. Through the pot experiment, it was confirmed the tolerance of each varieties. However, we couldn’t see the correlation between the LBS on hydroponic and soil at this time. And the heading delay was new finding, but it depended on varieties. We also could see the possibility of potassium application to inhibit iron toxicity but still we need to explore how it works. Kata kunci: iron toxicity, rice, hydroponic, soil
Hubungan Fenologi Pertumbuhan Tanaman Padi dengan Hasil Gabah, Umur Panen, Biomasa, dan Pengaruh Pemupukan Sujinah, Sujinah; Hairmansis, Aris; Sasmita, Priatna; Nugraha, Yudhistira
Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v4n2.2020.p63-71

Abstract

Padi merupakan tanaman semusim berumur relatif pendek sehingga efektivitas pemanfaatan radiasi matahari menjadi penentu produksi. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara umur dan produktivitas gabah, dihubungkan dengan hasil biomasa per satuan waktu dan indeks panen, dilakukan di dua lokasi pada musim hujan 2016/2017, yaitu di Sukamandi (Aluvial, 5 m dpl) dan Muara Bogor (Latosol, 250 m dpl). Percobaan pertama yaitu skrining hasil biomasa dan umur tanaman 27 genotipe dengan latar belakang genetik berbeda, menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Percobaan kedua, pemupukan dengan tiga dosis pupuk N terhadap enam genotipe hasil seleksi dari percobaan pertama dilakukan di Sukamandi pada MH 2017/2018. Menggunakan rancangan percobaan split plot. Hasil percobaan menunjukkan terdapat interaksi nyata antara genotipe dengan lokasi penelitian untuk umur tanaman dan hasil biomasa. Korelasi antara hasil gabah dengan umur berbunga untuk kelompok tanaman berumur genjah tidak nyata, sedangkan untuk kelompok tanaman umur dalam korelasinya negatif sangat nyata. Hal tersebut mengindikasikan genotipe kelompok umur panjang cenderung mengakumulasi biomasa yang dicirikan oleh rendahnya indeks panen. Genotipe padi yang hasilnya tinggi adalah yang umur berbunganya genjah (75-85 hari) dan memiliki indeks panen tinggi. Dari percobaan pemupukan menunjukkan varietas memberikan respon yang berbeda terhadap dosis pemupukan untuk karakter bobot biomas kering dan hasil gabah. Genotipe B14671E-MR-39-3-2-2 dan B12411 MR memberikan respon positif nyata terhadap peningkatan pemupukan urea dari dosis 115 kg N/ha ke 207 kgN/ha, sedangkan varietas Inpari-32, Inpari-19, dan Inpari-43 tidak menunjukkan respon nyata. Informasi yang diperoleh berguna bagi peneliti pemulia tanaman dalam merakit varietas padi berdaya hasil tinggi.Â