Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DALAM MEMBINA AKHLAK SISWA DI MTs. N KEDIRI LOMBOK BARAT Fawaz, Fawaz; Azrai, Azrai
AT-TADBIR Vol 1 No 2 (2021): At-Tadbir, Juli 2021
Publisher : STAI Darul Kamar NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.431 KB) | DOI: 10.51700/attadbir.v1i2.229

Abstract

Implemetasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran akidah akhlak dalam membina akhlak siswa dan mengetahui proses pelaksanaan pembinaan akhlak serta mengetahui kendala dan solusi dalam pembinaan akhlak di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs.N) Kediri Lombok Barat. Proses pembelajaran akidah akhlak di MTs.N Kediri menggunakan pendekatan saintifik dengan metode bervariasi dan mengunakan penilain autentik. Bentuk pembinaan akhlak dilakukan dengan pembinaan di dalam kelas dan di luar kelas. Dalam pelaksanaan terdapat kendala yang dihadapi guru seperti kondisi personal siswa dan terbatasnya waktu dalam membina siswa. Adapun upaya yang dilakukan adalah melakukan kerjasama pihak sekolah dengan wali murid dalam pembinaan akhlak. Kurikulum, bukan kata yang asing dalam dunia pendidikan. Pendidikan tidak lepas dari istilah ini, karena Kurikulum adalah salah satu komponen dari pendidikan. Dengan adanya Kurikulum pendidikan akan berjalan secara terstruktur dan sistematis demi tercapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengembangan Kurikulum menjadi sangat penting.
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DALAM MEMBINA AKHLAK SISWA DI MTs. N KEDIRI LOMBOK BARAT Fawaz, Fawaz; Azrai, Azrai
At-Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2021): At-Tadbir
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/attadbir.v1i2.229

Abstract

Implemetasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran akidah akhlak dalam membina akhlak siswa dan mengetahui proses pelaksanaan pembinaan akhlak serta mengetahui kendala dan solusi dalam pembinaan akhlak di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs.N) Kediri Lombok Barat. Proses pembelajaran akidah akhlak di MTs.N Kediri menggunakan pendekatan saintifik dengan metode bervariasi dan mengunakan penilain autentik. Bentuk pembinaan akhlak dilakukan dengan pembinaan di dalam kelas dan di luar kelas. Dalam pelaksanaan terdapat kendala yang dihadapi guru seperti kondisi personal siswa dan terbatasnya waktu dalam membina siswa. Adapun upaya yang dilakukan adalah melakukan kerjasama pihak sekolah dengan wali murid dalam pembinaan akhlak. Kurikulum, bukan kata yang asing dalam dunia pendidikan. Pendidikan tidak lepas dari istilah ini, karena Kurikulum adalah salah satu komponen dari pendidikan. Dengan adanya Kurikulum pendidikan akan berjalan secara terstruktur dan sistematis demi tercapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengembangan Kurikulum menjadi sangat penting.
Hak Asasi Manusia Persfektif Sunnah Fawaz, Fawaz
khatulistiwa Vol. 4 No. 1 (2023): TERBIT APRIL 2023
Publisher : FAKULTAS TARBIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69901/kh.v4i1.157

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang persfektif Sunnah terhadap Hak Asasi Manusia. HAM sebagai kaedah penghargaan manusia merupakan aturan perundang-undangan yang berlaku secara universal. Puncak pengakuan HAM pada masa Rasul adalah ketika piagam madinah dideklarasikan, posisi Nabi Muhammad ketika itu adalah bukan hanya seorang RAsul tetapi juga seorang pemimpin Negara. Oleh karena itu dengan deklarasi piagam madinah maka setiap orang baik non-muslim memiliki hak dan kewajiban yang sama. Nilai-nilai HAM untuk konteks kontemporer dengan menjunjung nilai-nilai demokrasi harus banyak belajar dari piagam madinah, karena banyak kita liat nilai-nilai demokrasi sekarang ini melahirkan kekacauan atau bahkan beberapa Negara berkembang sesungguhnya belum siap menerima nilai demokrasi tersebut karena yang didapkan hanyalah petaka. Fenomena ini bisa kita temukan dibeberapa Negara berkembang yang menerapkan nilai-nilai demokrasi.