Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Yang Membentuk Perubahan Minat Konsumen Dari Makanan Tradisional Menjadi Makanan Korea Di Indonesia Amalia Tamara; AMA Suyanto
Almana : Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 3 No 2 (2019): Vol. 3 No.2/ Agustus 2019
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.535 KB) | DOI: 10.36555/almana.v3i2.511

Abstract

Masuknya Korean Wave atau Hallyu di Indonesia, membawa pengaruh bagi Indonesia dalam berbagai aspek, salah satunya yaitu pada aspek makanannya yang tumbuh dari budaya, lingkungan, geografi, dan iklim negara Korea itu sendiri. Makanan Korea sendiri sangat populer di Indonesia. Makana Korea juga dikenal sebagai makanan yang unik, sehat yang baik untuk kesehatan tubuh, dan memiliki cita rasa yang kaya. Selain itu, dengan adanya Korean Wave atau Hallyu ini, membuka peluang yang menjanjikan bagi para pelaku usaha untuk membuka restoran makanan Korea dengan menggunakan tema kebudayaan Korea pada desain restorannya. Hal inilah jugalah yang membuat masyarakat Indonesia jadi lebih tertarik dengan makanan Korea dibandingkan makanan tradisional Indonesia. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang membentuk perubahan minat konsumen dari makanan tradisional menjadi makanan Korea. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada masyarakat Indonesia yang pernah mengkonsumsi makanan Korea dengan sampel sebanyak 353 orang dan menggunakan metode nonprobability sampling dengan sub teknik sampling adalah incidental sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah Analisis Faktor Eksploratori. Hasil penelitian dan analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat empat faktor yang membentuk perubahan minat penikmat makanan tradisional menjadi makanan Korea, yaitu faktor lokasi, produk, gaya hidup, dan harga. Masing-masing faktor diberikan nama ataupun label, yaitu Fasilitas dan Kenyamanan, Keunikan Makanan, Gaya Hidup, dan Keterjangkaun Harga.
Analysis Positioning Mobile Banking According to Community Perception in Indonesia Based on Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Security and Trust (Case Study on Mobile Banking BCA, BRI, BNI, Mandiri) Bela Puspita Dewi; Ama Suyanto
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 3 (2022): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i3.6672

Abstract

At this time technology continues to develop to be more sophisticated with the presence of the internet. One of the technologies in mobile banking services. Along with the increasing number of mobile banking transactions in Indonesia, on the other hand, there is competitive competition between BCA Mobile, BRI Mobile, BNI Mobile Banking and Livin' by Mandiri which presents features that are not much different. The purpose of this study is to describe the positioning of the four mobile banking services and to find out which mobile banking is the most superior based on perceived usefulness, perceived ease of use, security and trust. The research method used is a quantitative method with descriptive analysis techniques and Multidimensional Scaling (MDS). This research uses non-probability sampling technique. The data used is primary data by distributing questionnaires with a total of 385 respondents. The results showed that BCA Mobile was ranked first in terms of perceived usefulness, perceived ease of use, security and trust. Then Livin' by Mandiri was ranked second, after that the third place was BRI Mobile and in fourth place was BNI Mobile Banking.