Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komunikasi Keluarga dan Resiliensi pada Perempuan Korban Kekerasan Berbasis Gender Online Sri Mustika; Tellys Corliana
Jurnal Komunikasi Pembangunan Vol. 20 No. 01 (2022): Februari 2022
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46937/20202238826

Abstract

The virtual world is not a safe place for women. Many women are victims of online gender-based violence (KBGO). This study aims to examine family communication, resilience, and KBGO victims. Researchers used a qualitative approach with a descriptive type. Participants in this study amounted to five people. These five informants were chosen purposively. Data was collected by observation, in-depth interviews, and literature study. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman model. This research was conducted in Jakarta and its surroundings from February to August 2021. Researchers found that the victims of KBGO were women who were active on social media, including Twitter, Facebook, and Instagram. Not all victims of violence know the perpetrators, although some recognized the perpetrators as close people, such as friends from a community and siri's ex-husband. Not all victims have the courage to share their problems with their families. The pattern of family communication also determines the victim's openness to her family. Likewise, the resilience of the victim in dealing with this case is closely related to the communication pattern of her family. Victims who have consensual communication patterns have resilience and managed to get through the case well. However, the support of friends can help the victim in overcoming the problem.
Strategi Adaptasi Bertahan Pelaku UMKM Batik Trusmi Cirebon Saat Pandemi Covid-19 Tellys Corliana; Mustika, Sri
ANALOGI Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/analogi.v2i2.1014

Abstract

Dua tahun lebih pandemi Covid-19 memporakporandakan kehidupan manusia di hampir seluruh negara. Interaksi antarmanusia dibatasi, karena diterapkannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar, bahkan lockdown di hampir semua negara. Di Indonesia, salah satu pihak yang terdampak kebijakan PSBB adalah para pelaku UMKM Batik Trusmi, Cirebon. Batik Trusmi yang menjadi ikon kota Cirebon benar-benar mati suri selama pandemi. Penurunan omzetnya mencapai 80-100%. Meskipun ada sebagian yang masih berhasil bertahan dengan memanfaatkan media baru sebagai strategi pemasran UMKM Batik Trusmi selama pandemi Covid-19 maupun sesudahnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan studi pustaka. Peneliti mengkategorikan pelaku UMKM dalam dua kategori: yang bermodal besar dan bermodal menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pelaku UMKM batik hampir semua menggunakan media baru sebagai strategi pemasaran batiknya selama masa pandemi COVID-19 maupun sesudahnya. Bedanya, pemilik modal besar mempromosikan batiknya melalui media baru, seperti Instagram dan Whatsapp Story dan mempersiapkan tampilan produknya dengan perencanaan matang. Mereka menggunakan jasa peragawati, penata gaya, dan fotografer profesional. Dengan demikian tampilan produknya menjadi tampak lebih elegan dan memikat. Mereka juga memanfaatkan toko daring, seperti Shopee dan Tokopedia (Toped) untuk memasarkan produknya, sehingga dapat menjangkau khalayak yang lebih luas. Pelaku UMKM bermodal sedang juga menggunakan media baru, seperti Facebook, Instagram, dan Whatsapp, namun tampilan produk batiknya apa adanya, tanpa direncanakan secara profesional agar memikat mata. Melalui Whatsapp Group mereka menawarkan produknya kepada para pelanggan yang sudah pernah menjadi konsumenny.