Husnial Pardi, Habib
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Etnomatematika: Konstruksi Bangun Ruang Sisi Lengkung Pada Pembuatan Gerabah Di Lombok, Indonesia Hidayah, Laylatul; Husnial Pardi, Habib
Jurnal of Math Tadris Vol 2 No 1 (2022): Journal of Math Tadris (jMt)
Publisher : Mathematic Education Departement, State Islamic University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55099/jmt.v2i1.59

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh siswa yang bisa matematika formal belum tentu bisa matematika non-formal yang ada di tengah masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran matematika di sekolah belum sepenuhnya melibatkan hal-hal yang ada di sekitar siswa dan lebih cenderung kepada bagaimana siswa menjawab soal. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan cara perajin gerabah dalam mengkonstruksi bangun ruang sisi lengkung dan mengungkap konsep-konsep bangun ruang sisi lengkung yang terdapat pada pembuatan gerabah di Desa Banyumulek. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang perajin gerabah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu yaitu subjek merupakan praktisi atau ahli dalam pembuatan gerabah. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara perajin gerabah dalam mengkonstruksi bangun ruang sisi lengkung pada pembuatan gerabah adalah terdiri dari 4 proses yaitu, membuat tombong (alas), bebentet (sisi lengkung), belong (leher atau lengkung penghubung) dan membuat biwir (mulut atau tutup) gerabah. Serta terdapat konsep bangun ruang sisi lengkung pada pembuatan gerabah di Desa Banyumulek yaitu konsep parsial tabung, kerucut, bola, dan konsep utuh tabung.
Gerakan Ecoda’wah Tuan Guru Hasanain Djuaini: Konservasi, Nilai Keagamaan dan Promosi Kesadaran Lingkungan Husnial Pardi, Habib
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2020.041-07

Abstract

This article try to describe the role of Tuan guru Hasanain Djuani in environmental conservation project. As leader of  Pesantren Nurul Haramain, he does not merely focus on transfering religious knowledge theoritically in Pesantren, but he also engages with sosio-ecological issues practically. Since 2003, he begun his foresty project in environmental conservation and economic empowerment by involving his santries and local societies at desa Lembuak, Narmada, West Lombok. This research  uses a qualitative approach. Data collection originates from objects in the field, interviews with actors (tuan guru, santri, and  local  community), then is linked to solving a problem, both from a theoretical and practical point of view. This research found several things; first,  conservation project had succesfully reforested 36 hectare land. Second, Hasanain’s  environmental conservation projet motivated by religious values. Third, Tuan guru Hasanain use social media (facebook) as a tool to campaign his ecoda’wah agendas to the soceity.Tulisan ini mengeksplorasi proyek konservasi lingkungan tuan Guru Hasanain. Sebagai pemimpin pesantren ia tidak hanya fokus pada transfer ilmu keislaman secara teoritis di pesantre. pemberdayaan masyarakat berbasis pondok pesantren. Namun dia terlibat dalam isu krisis lingkungan. Sejak 2003, di telah memulai program penghijaun dan pemberdayaan bersama santri dan masyarakat sekitar di desa Lembuak, Naramada Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi secara langsung dan tidak lansung (kepada Tuan guru, Santri dan masyarakat). Kajian ini diawali dengan argumentasi bahwa tuan guru telah mengalami evolusi peran, yakni tidak hanya dikenal sebagai tokoh agama tradisional, akan tetapi juga merupakan aktivis sosial  dalam proyek konservasi lingkungan. Penelitian ini menemukan beberapa hal: pertama, proyek konservasi yang dipimpin Hasanain sukses menghijaukan 36 hektare lahan tandus. Kedua, konservasi lingkungan yang dilakukan Hasanain didorong dan motivasi olehnilai-nilai agama. Ketiga, tuan gru Hasanain memanfaatkan media sosial facebook sebagai instrumen ec-da’wah, dan tentu saja langkah itu cukup berpengaruh bagi pembentukan kesadaran masyarakat.