Nugroho, Latif Setyo
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teori Dramaturgi Dalam Komunikasi Guru Di Yayasan Penitipan Anak Berkebutuhan Khusus Nugroho, Latif Setyo
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Juni (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i1.4511

Abstract

This study aims to determine teacher communication at the day care foundation that occurs both in the front and back areas which is then analyzed using Erning Goffman's Dramaturgy Theory. This study uses a qualitative method. Data collection techniques were carried out by interview and observation. Data analysis is done by classifying, creating categories and describing categories or themes from the findings. As we know, Children with Special Needs (ABK) are included in 15 groups of children who are vulnerable to violence. The forms of violence experienced are also very diverse, ranging from physical, psychological violence to social barriers such as negative labeling and discrimination
Thrifting Budaya Konsumsi Pakaian Bekas Pada Mahasiswa Nugroho, Latif Setyo
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i3.4624

Abstract

Thrift memiliki arti hemat. Thrift juga dapat dikatakan sebagai perilaku sangat berhati hati dalam membelanjakan uang. Pakaian bekas saat ini sedang naik level. Banyak penjual mulai dari kios kios hingga ke thriftshop yang menjual pakaian bekas. Thrift bukanlah trend yang terjadi setahun atau dua tahun lalu saja. Istilah thrifting sudah ada sejak tahun 1760 tepatnya pada saat revolusi industri. Pada saat itu mulai diperkenalkan mass-production of clothing yang dapat merubah cara pandang masyarakat luas tentang dunia fashion. Kemudian masyarakat mulai mulai membeli pakaian dengan harga yang sangat murah. Hal itu menyebabkan munculnya sebuah pemikiran bahwa pakaian merupakan barang sekali pakai (disposable). Masyarakat kemudian menjadi konsumtif dan berakibat pada menumpuknya pakaian bekas. Pada akhirnya pakaian bekas yang menumpuk tersebut digunakan kembali oleh para imigran. Mahasiswa menjadi salah satu peminat kegiatan Thrifting. Trend ini kembali muncuk dan dipopulerkan oleh para artis seperti Kanye West, Kurt Cobain dan masih banyak lagi. Banyaknya penggemar yang dimiliki oleh para artis itu yang membuat mereka mencoba mengikuti gaya sang idola, salah satunya adalah para mahasiswa