Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implikasi Aspek Keterampilan Berbahasa Indonesia Terhadap Linguistik Sinkronis Pada Buku Tematik Kelas IV SD/MI Kurikulum 2013 Hayati, Noer
Jurnal Edukasi Khatulistiwa : Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.077 KB) | DOI: 10.26418/ekha.v3i2.41407

Abstract

Penelitian tentang implikasi aspek keterampilan berbahasa buku teks ini betujuan untuk (1) memaparkan identifikasi materi ajar bahasa Indonesia dengan aspek keterampilan berbahasa dalam buku tematik kelas IV SD, (2) memaparkan implikasi materi ajar bahasa Indonesia terhadap linguistik sinkronis pada buku tematik kelas IV SD. Jenis penelitian ini adalah analisis isi (content analysis) atau penelitian dokumen (documentary analysis). Instrumen penting dalam penelitian ini adalah dokumen sebagai sumber analisis data. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tertentu adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi dokumenter (dokumentary study). Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah materi ajar dalam buku teks siswa kelas IV SD/MI Kurikulum 2013. Data ini berdasarkan hasil studi dokumenter mengenai empat komponen aspek keterampilan dalam lingkup kebahasaan meliputi; keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan menulis, dan keterampilan membaca. Analisis ini dilakukan dengan mendeskripsikan materi ajar dan implikasinya terhadap linguistic sinkronis pada buku tematik siswa kelas IV SD/MI kurikulum 2013. implikasi aspek keterampilan berbahasa terhadap linguistic sinkronis ini tidak semua identifikasi aspek keterampilan berbahasa menunjukkan implikasi secara langsung dalam teks yang sesuai dengan keterampilan berbahasa. Ditemukan pula, implikasi secara tidak langsung aspek keterampilan berbahasa terhadap linguistik sinkronis ini. Hal ini terlihat melalui ketidaksinambungan antara deskripsi tugas dan tataran linguistic sinkronis yang dituju.
Amanat dalam Wacana Persuasif Pencegahan Covid-19 Sebagai Sumber Belajar Bahasa Indonesia di Tingkat SMP Hayati, Noer; Markhamah, Markhamah; Rahmawati, Laili Etika
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3930

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini mendeskripsikan amanat yang terkandung pada spanduk Covid-19 sebagai sumber belajar pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah 39 foto spanduk dalam spanduk layanan pencegahan Covid-19. Subjek dan objek penelitian ini adalah kata-kata atau kalimat yang berupa amanat dalam spanduk layanan pencegahan Covid-19. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk persuasi yang muncul mempergunakan pendekatan emotif, yaitu berusaha membangkitkan dan merangsang emosi para pembaca persuasi selalu bertujuan untuk mengubah pikiran orang lain, agar orang lain dapat menerima dan melakukan sesuatu yang diinginkan. Untuk menerima atau melakukan sesuatu yang diinginkan, perlu diciptakan sesuatu dasar yaitu dasar kepercayaan. Jadi dapat disimpulkan bahwa amanat dalam wacana persuasi adalah sebuah wacana yang dapat merangsang emosi pembaca secara persuasif, atas dasar kepercayaan bertujuan untuk mempengaruhi dan mengubah pandangan dan pola pikir orang lain tentang sesuatu hal yang diinginkan.
Promatika Kesulitan Siswa Dalam Belajar Membaca Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Di SD Negeri 1 Wonogiri Hayati, Noer
Pendidikan Dasar dan Manajemen Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2022): Pendidikan dasar dan Manajemen Pendidikan
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI JAWA TENGAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/bahusacca.v3i2.1099

Abstract

Kesulitan belajar membaca permulaan merupakan kesulitan belajar membaca pada anak tingkat sekolah dasar kelas II akhrinya terjadi pada siswa tertentu, oleh karena itu kesulitan belajar membaca permulaan lebih diperhatikan oleh guru bahasa Indonesia. Permasalahan dalam penelitian ini adalah kesulitan belajar membaca permulaan siswa kelas II.C pada mata pelajaran bahasa Indonesisa, dan faktor-fakor kesulitan belajar membaca permulaan siswa di kelas II.C pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SDN 1 WONOGIRI, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan belajar membaca permulaan siswa kelas II.C pada mata pelajaran bahasa Indonesisa dan untuk mengetahui faktorfaktor penyebab kesulitan membaca permulaan siswa kelas II.C pada mata pelajaran bahasa Indonesi SDN 1 WONOGIRI. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, informen penelitian ini adalah siswa kelas II.C. Ada pun alat pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian ini adalah pertama, analisis kesulitan belajar membaca permulaan yang dialami siswa kelas II.C pada mata pelajaran bahasa Indonesia adalah analisis kesulitan siswa mengeja huruf menjadi suku kata, analisis kesulitan siswa mengeja suku kata menjadi kata dan analisis kesulitan siswa membedakan huruf b-d, p-q. Dan faktor kedua yang menyulitkan siswa dalam belajar membaca pada awal kelas II.C adalah mata. Kursus bahasa Indonesia di SDN 1 WONOGIRI yaitu Faktor yang pertama adalah siswa itu sendiri, yaitu fisik, intelektual, minat, motivasi, faktor kedua adalah kurangnya guru dalam pengelolaan kelas efisiensi dan faktor ketiga dalam keluarga adalah kurangnya dukungan terhadap anak di rumah. Kata kunci: Kesulitan dalam belajar, mulai membaca
Amanat dalam Wacana Persuasif Pencegahan Covid-19 Sebagai Sumber Belajar Bahasa Indonesia di Tingkat SMP Hayati, Noer; Markhamah, Markhamah; Rahmawati, Laili Etika
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3930

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini mendeskripsikan amanat yang terkandung pada spanduk Covid-19 sebagai sumber belajar pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah 39 foto spanduk dalam spanduk layanan pencegahan Covid-19. Subjek dan objek penelitian ini adalah kata-kata atau kalimat yang berupa amanat dalam spanduk layanan pencegahan Covid-19. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk persuasi yang muncul mempergunakan pendekatan emotif, yaitu berusaha membangkitkan dan merangsang emosi para pembaca persuasi selalu bertujuan untuk mengubah pikiran orang lain, agar orang lain dapat menerima dan melakukan sesuatu yang diinginkan. Untuk menerima atau melakukan sesuatu yang diinginkan, perlu diciptakan sesuatu dasar yaitu dasar kepercayaan. Jadi dapat disimpulkan bahwa amanat dalam wacana persuasi adalah sebuah wacana yang dapat merangsang emosi pembaca secara persuasif, atas dasar kepercayaan bertujuan untuk mempengaruhi dan mengubah pandangan dan pola pikir orang lain tentang sesuatu hal yang diinginkan.
Evaluating Naturalness in Machine Translation: A Case Study of DeepL on Philosophical Texts Hayati, Noer; Sri Wahyuni
Wanastra: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 18 No. 1 (2026): March
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/wanastra.v18i1.12529

Abstract

The rapid development of Neural Machine Translation (NMT) has significantly transformed translation practices, particularly in terms of speed and accessibility. Among these systems, DeepL Translator is widely recognized for producing fluent and natural-sounding translations. However, its performance in translating complex academic discourse remains underexplored, particularly in terms of naturalness. This study aims to analyze the naturalness of Indonesian translations generated by DeepL in translating “What is a Speech Act?” by John Searle. This research employs a qualitative descriptive design. The data consist of words, phrases, clauses, and sentences selected from ten randomly sampled paragraphs of the source text and their corresponding Indonesian translations. The analysis is guided by the concept of naturalness and supported by Translation Quality Assessment frameworks. A three-point scale—natural, less natural, and unnatural—was used to evaluate the data based on semantic accuracy, lexical choice, and syntactic structure. The findings reveal that the majority of translations fall into the less natural category, indicating partial equivalence. Natural translations occur when semantic accuracy, appropriate terminology, and flexible sentence structure are achieved. In contrast, less natural and unnatural translations are characterized by literal rendering, inappropriate lexical choices, structural rigidity, and, in some cases, semantic distortion. These issues are particularly evident in segments involving abstract concepts and complex sentence structures. The study concludes that while DeepL demonstrates effectiveness in translating structurally simple and terminologically stable segments, it remains limited in handling context-dependent meaning and conceptual complexity in academic texts. Therefore, human post-editing is necessary to ensure both accuracy and naturalness. This study contributes to Translation Quality Assessment by providing empirical insights into the performance of machine translation in academic discourse and highlighting the importance of balancing semantic accuracy, lexical appropriateness, and syntactic adaptation.