This Author published in this journals
All Journal Jurnal Fatwa Hukum
NIM. A1011161057, ANISA AZZAULFA
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH INVESTOR-STATE DISPUTE SETTLEMENT (ISDS) DALAM ASEAN-KOREA INVESTMENT AGREEMENT TERHADAP PENYELESAIAN SENGKETA ASING DI DALLAM PENGADILAN NASIONAL INDONESIA NIM. A1011161057, ANISA AZZAULFA
Jurnal Fatwa Hukum Vol 4, No 2 (2021): E-Jurnal Fatwa Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan tehnologi dan komunikasi menyebabkan tidak ada lagi batas dan jarak antar negara-negara di dunia. Pada bidang ekonomi, hal ini berdampak pada adanya saling ketergantungan ekonomi antar negara-negara di dunia, bukan hanya di bidang barang dan jasa, tetapi juga aliran modal antar negara atau investasi asing. Penanaman Modal Asing (PMA) merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat dielakkan negara dalam menjalankan roda perekonomian,  baik di negara maju maupun di negara berkembang. Untuk menjamin investasi, investor membutuhkan instrumen yang secara hukum dapat menjamin kepastian dan mengikat untuk memastikan keuntungan investasi yang didapat oleh investor di negara tersebut. Maka dibentuklah sebuah perjanjian investasi internasional, yang dalam prakteknya tidak hanya bersifat global, akan tetapi juga dapat mencakup banyak negara dalam satu kawasan. Sebagai salah satu contoh, di kawasan Asia Tenggara, negara-negara anggota ASEAN telah menandatangani beberapa perjanjian investasi, diantaranya adalah Agreement on Investment Under The Framework Agreement on Comprehensive Economis Cooperation Among The Government of The Member Countries of The Association of Southeast Asian Nations and The Republic Korea atau lebih dikenal dengan ASEAN-Korea Investment Agreement yang ditandatangani pada 13 Desember 2005 di Kuala Lumpur, Malaysia.Untuk mendukung perlindungan di dalam perjanjian investasi tersebut disertakanlah Investment State-Dispute Settlement (ISDS) yang merupakan mekanisme yang sering dimasukan dalam berbagai perjanjian perdagangan dan investasi untuk menyelesaikan perselisihan antara negara dan investor. Mekanisme ISDS dapat diartikan sebagai suatu instrumen hukum internasional yang membantu memberi kepercayaan investor untuk berinvestasi. Di dalam ASEAN-Korea Investment Agreement mengatur bahwa setiap sengketa investasi yang terjadi dapat diselesaikan melalui arbitrase internasional.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mekanisme ISDS dalam ASEAN-Korea Investment Agreement tidak mencantumkan ketentuan untuk menggunakan exhaustion of local remedies sebelum mengajukan klaim ke arbitrase internasional. Meskipun klausula arbitrase internasional merupakan instrumen penting untuk melindungi investor, tetapi arbitrase internasional juga tidak lepas dari berbagai persoalan. Namun penyelesaian ISDS melalui peradilan nasional juga tidak lepas dari kritik, seperti peradilan nasional dianggap dapat menyimpang dan berpotensi korup. Kata Kunci: Investasi, Penyelesaian Sengketa, ISDS