Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Tingkat Perilaku Burnout Study pada Peserta Didik Kelas VII di SMP Negeri 12 Kota Tegal Utami, Putri Dwi; Sucipto, Muhammad Arif Budiman
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i1.6168

Abstract

Burnout study merupakan kondisi di mana seseorang merasa kelelahan akibat tekanan belajar yang dapat diartikan sebagai perasaan kejenuhan yang mengganggu. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami burnout study dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal mencakup usia, jenis kelamin, kondisi fisik, dan kondisi psikis siswa, sedangkan faktor eksternal melibatkan lingkungan sekolah yang kurang kondusif, metode pengajaran guru, tugas-tugas yang monoton, serta kurangnya dukungan dari orang tua dan guru. Seseorang yang mengalami kejenuhan dalam belajar dapat mempengaruhi berbagai aktivitasnya, termasuk kecenderungan menunda-nunda dalam menyelesaikan tugas dan terlibat dalam kegiatan yang tidak memberikan manfaat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan menilai tingkat risiko Burnout Study yang mungkin dialami oleh siswa kelas VII A di SMP Negeri 12 Tegal. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ialah siswa kelas VII A di SMP Negeri 12 Tegal, dengan sampel sebanyak 31 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya tingkat Burnout Study pada siswa kelas VIIA SMP Negeri 12 Tegal. Hal ini mengindikasikan perlunya perhatian terhadap faktor-faktor penyebab dan strategi pengelolaan yang tepat untuk mengurangi risiko kejenuhan belajar di kalangan siswa tersebut
EVALUASI IMPLEMENTASI KURIKULUM DARURAT DI SATUAN PAUD KOTA TEGAL Sucipto, Muhammad Arif Budiman; Anwar, Syamsul; Samidi, R.
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 6 No 2 (2022): (Journal of Childhood Education) September-February
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v6i2.1054

Abstract

Pelaksanaan implementasi kurikulum darurat menemui kendala pada tahap persiapan dan pelaksanaan, oleh sebab itu perlu dilakukan tindakan berupa evaluasi kurikulum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tahap pendahuluan (antecedent), tahap proses (transaction) tahap hasil penilaian  (outcomes) pada Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Kota Tegal kemudian memberikan rekomendasi perbaikan pelaksanaan kurikulum. Evaluasi kurikulum yang digunakan adalah Stake Countenance Models. Informasi yang didapatkan adakan disesuaikan dengan standar dari Kemendikbud. Populasi penelitian ini adalah Satuan yang ada di kota Tegal dengan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling yaitu memiliki ketentuan Satuan yang memiliki kurikulum darurat dan telah melaksanakan kurikulum darurat. Instrumen pengumpulan data angket, observasi dan dokumentasi. Uji coba instrumen dilaksanakan di Satuan Pendidikan Anak Usia Kota Tegal yang telah memiliki kurikulum darurat dan telah melaksanakan kurikulum darurat. Analisis yang digunakan yaitu dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian keseluruhan hasil evaluasi kurikulum darurat pada 5 Satuan Pendidikan Anak Usia memperoleh hasil rata-rata keseluruhan berjumlah 75,50% dengan kategori baik. Pada tahap pendahuluan (antecedent) dengan perolehan rata-rata dari 5 Satuan sebesar 72,36%, tahap proses (transaction) dengan perolehan rata-rata dari 5 Satuan sebesar 82,8% dan tahap hasil penilaian (outcomes) dengan perolehan rata-rata dari 5 Satuan sebesar 84%. Kesimpulan implementasi kurikulum darurat di 5 Satuan di Kota Tegal belum sesuai standar yang ditentukan maka perlu diberikan rekomendasi perbaikan
Gambaran Pengalaman Flow Pada Mahasiswa Yang Bekerja Part-time Rohmatika, Zidna; Sucipto, Muhammad Arif Budiman
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.19883

Abstract

Part-time working students face challenges in balancing academic and work demands, which can affect their learning engagement. This study entitled "Description of Flow Experiences in Part-time Working Students at Pancasakti University, Tegal" aims to describe the types of flow experiences experienced by students in academic activities, identify the factors that influence them, and understand their impact on learning engagement. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method. The subject of the study was one active student who works part-time, with additional data from parents and close friends. Data collection techniques include in-depth interviews, observation, and documentation. The results of the study indicate that students can still experience flow in activities such as reading, writing, and discussing, especially when the material is in line with their interests and is carried out in a comfortable learning atmosphere. Flow is triggered by internal factors such as intrinsic motivation and self-confidence, and supported by external factors such as social support and a conducive learning environment. The conclusion of this study shows that despite having a double burden, part-time students are still able to achieve optimal academic engagement through flow experiences facilitated by appropriate learning strategies and adequate environmental support. _____________________________________________________________ Mahasiswa yang bekerja part-time menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan tuntutan akademik dan pekerjaan, yang dapat memengaruhi keterlibatan belajar mereka. Penelitian ini berjudul "Gambaran Pengalaman Flow pada Mahasiswa yang Bekerja Part-time di Universitas Pancasakti Tegal" bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis pengalaman flow yang dialami mahasiswa dalam aktivitas akademik, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta memahami dampaknya terhadap keterlibatan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian adalah satu mahasiswa aktif yang bekerja part-time, dengan data tambahan dari orang tua dan teman dekat. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa tetap dapat mengalami flow dalam aktivitas seperti membaca, menulis, dan berdiskusi, terutama saat materi sesuai minat dan dilakukan dalam suasana belajar yang nyaman. Flow dipicu oleh faktor internal seperti motivasi intrinsik dan kepercayaan diri, serta didukung oleh faktor eksternal seperti dukungan sosial dan lingkungan belajar yang kondusif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki beban ganda, mahasiswa part-time tetap mampu mencapai keterlibatan akademik yang optimal melalui pengalaman flow yang difasilitasi oleh strategi belajar yang tepat dan dukungan lingkungan yang memadai.
Dinamika Perilaku Fidgeting sebagai Regulasi Emosi pada Remaja dengan Kecenderungan Perfeksionis Salsabila, Esa Jihan; Sucipto, Muhammad Arif Budiman; Lutfia, Alifta Nur; Nabilah, Jihaan
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.21638

Abstract

The phenomenon of fidgeting in perfectionist adolescents is characterized by the emergence of small, repetitive movements in response to academic pressure, anxiety, and the demand for perfection. This study aims to describe the forms of fidgeting behavior, the factors underlying its emergence, and its impact on perfectionist adolescents. This study used a descriptive qualitative approach with a single-case qualitative study design conducted from September to November in Penusupan Village, Pangkah District, Tegal Regency. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation with one primary source and two secondary sources, then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions with validity tests using source and technique triangulation. The results of the study indicate that fidgeting behavior appears as a response to academic anxiety, perfectionistic pressure, and emotional tension, and functions as a temporary mechanism to relieve stress, but also has the potential to cause negative perceptions from the social environment. Based on the case findings, this study identified that service approaches focused on emotion management, self-awareness enhancement, and cognitive restructuring, such as emotion regulation, mindfulness, and cognitive-behavioral counseling, have conceptual relevance for helping perfectionist adolescents manage fidgeting behavior adaptively, while still considering the limitations of the case study design. ___________________________________________________________________ Fenomena fidgeting pada remaja perfeksionis ditandai oleh munculnya gerakan kecil berulang sebagai respons terhadap tekanan akademik, kecemasan, dan tuntutan untuk tampil sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk perilaku fidgeting, faktor-faktor yang melatarbelakangi kemunculannya, serta dampaknya pada remaja perfeksionis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal (single-case qualitative study) yang dilaksanakan pada bulan September hingga November di Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap satu narasumber primer serta dua narasumber sekunder, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku fidgeting muncul sebagai respons terhadap kecemasan akademik, tekanan perfeksionistik, dan ketegangan emosional, serta berfungsi sebagai mekanisme sementara dalam meredakan stres, namun juga berpotensi menimbulkan persepsi negatif dari lingkungan sosial. Berdasarkan temuan kasus tersebut, penelitian ini mengidentifikasi bahwa pendekatan layanan yang berfokus pada pengelolaan emosi, peningkatan kesadaran diri, dan restrukturisasi kognitif seperti regulasi emosi, mindfulness, dan konseling CBT memiliki relevansi konseptual untuk membantu remaja perfeksionis mengelola perilaku fidgeting secara adaptif dengan mempertimbangkan keterbatasan desain studi kasus.
Pengaruh Academic Self-Efficacy dan Dukungan Sosial Terhadap Academic Burnout Cahyaningtias, Cantri Ari; Sucipto, Muhammad Arif Budiman; Nurhayati, Sri Adi
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20151

Abstract

Stress coping is an important mechanism in dealing with psychological pressure, especially for students from broken homes. Family disharmony can cause emotional stress that affects learning motivation. The method employed is a quantitative approach with an ex post facto research design and a comparative approach. The sample determination was carried out using a purposive sampling technique calculated using the Isaac Michael formula. The population size was 40, and the sample consisted of 36 students from broken homes, with 18 males and 18 females, respectively. Validity and reliability tests were carried out on different samples, with a Cronbach's Alpha value of 0.947, which indicates that the instrument is highly reliable. Data collection techniques used questionnaires, observation, and documentation. Data were analyzed using the T-test, namely the Independent Sample t-Test shows a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.006, which is below the threshold of 0.05. Thus, it can be concluded that there is a statistically significant difference between male and female stress coping.. The prerequisite test used the normality test with the Shapiro-Wilk method and the homogeneity test with Levene's Test. The results of the study indicate that students' stress coping is in the moderate to high category, and there is a significant difference between the stress coping of male and female students from broken homes. The proposed service used is Group Guidance with a Group Discussion Method. ___________________________________________________________________Coping stres merupakan mekanisme penting dalam menghadapi tekanan psikologis, terutama bagi peserta didik dari keluarga broken home. Ketidakharmonisan dalam keluarga dapat menimbulkan tekanan emosional yang berpengaruh pada motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis ex post facto dan desain komparatif. Sampel ditentukan dengan purposive sampling melalui rumus Isaac & Michael, dari populasi 40 peserta didik diperoleh 36 responden, terdiri atas 18 laki-laki dan 18 perempuan. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya pada sampel berbeda, dengan nilai Cronbach’s Alpha 0,947 yang menunjukkan reliabilitas tinggi. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil analisis menggunakan Independent Sample T-Test memperoleh nilai signifikansi 0,006 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan signifikan antara coping stres laki-laki dan perempuan. Uji prasyarat meliputi normalitas Shapiro-Wilk dan homogenitas Levene’s Test yang menunjukkan data memenuhi syarat. Hasil penelitian memperlihatkan coping stres berada pada kategori sedang hingga tinggi. Penelitian ini merekomendasikan bimbingan kelompok dengan metode diskusi sebagai strategi pendampingan sesuai kebutuhan gender untuk mendukung motivasi belajar peserta didik broken home.
Peningkatan Kepercayaan Diri melalui Bimbingan Klasikal Berbasis Group Discussion dan Media Bamboozle Nadhifah, Hafsya Afra; Sucipto, Muhammad Arif Budiman; Nugraha, Rahmad Agung
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20226

Abstract

The analysis of the Student Needs Assessment Questionnaire (AKPD) indicated that 3.26% of respondents experienced problems related to low self-confidence. This study aims to examine students’ understanding of self-confidence before and after receiving classical guidance through the group discussion method assisted by Bamboozle Media, as well as to evaluate its effectiveness in enhancing self-confidence among seventh-grade students of class VII B at SMP Negeri 12 Kota Tegal. The research employed a quantitative approach with a pre-experimental one-group pre-test and post-test design, involving 32 students with low self-confidence who were selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation. The research instrument showed high reliability, with a Cronbach’s Alpha score of 0.945. Data analysis employed normality tests, homogeneity tests, and a paired sample t-test. Findings revealed that the mean self-confidence score increased from the pre-test average of 78.21 (moderate category) to the post-test average of 170.18 (high category). Statistical testing showed a significant difference with a t-value of -40.096 and a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, thus Ha was accepted. Effect size analysis using Cohen’s d yielded a score of 9.566, which indicates very large practical significance. This study provides strong empirical evidence that classical guidance through group discussion, supported by interactive digital media, is highly effective in improving students’ self-confidence, thereby offering innovative strategies for school counselors in the digital era. ____________________________________________________________Analisis Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD) menunjukkan 3,26% responden menghadapi masalah kepercayaan diri rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pemahaman kepercayaan diri peserta didik sebelum dan sesudah diberikan bimbingan klasikal melalui metode group discussion berbantuan media Bamboozle, serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman kepercayaan diri siswa kelas VII B SMP Negeri 12 Kota Tegal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pre-test dan post-test, melibatkan 32 siswa dengan kepercayaan diri rendah yang dipilih melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dan dokumentasi, dengan instrumen reliabel (Cronbach’s Alpha 0,945). Analisis data mencakup uji normalitas, homogenitas, dan paired sample t-test. Hasil menunjukkan rata-rata skor kepercayaan diri meningkat dari 78,21 (kategori sedang) pada pre-test menjadi 170,18 (kategori tinggi) pada post-test. Uji statistik menemukan perbedaan signifikan (t = -40,096; Sig. 0,000 < 0,05), sehingga Ha diterima. Analisis effect size menunjukkan Cohen’s d = 9,566 yang mengindikasikan signifikansi praktis sangat besar. Penelitian ini menegaskan bahwa bimbingan klasikal dengan metode group discussion berbantuan media digital interaktif Bamboozle terbukti sangat efektif meningkatkan pemahaman kepercayaan diri siswa, serta memberikan kontribusi nyata pada praktik bimbingan dan konseling di sekolah.