p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik ITS
Juwari, Juwari
Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pra Desain Pabrik Metanol dari CO2 Sebagai Produk Samping Produksi LNG Wardiantara, Ameylia Annisa; Rahardyanto, Muhammad Zaky; Juwari, Juwari; Renanto, Renanto
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.121507

Abstract

Pada industri LNG gas buangan hasil produksi biasanya berupa Acid Gas, dimana gas ini mengandung CO2 dan H2S sebagai bahan yang harus di treatment. Pemanfaatan gas CO2 dapat dijadikan sebagai bahan baku produksi metanol, dimana metanol merupakan suatu senyawa yang saat ini memiliki peran penting pada ekonomi global sebagai bahan baku yang banyak dibutuhkan di industri kimia. Pada tahun 2020, permintaan metanol global mencatatkan pertumbuhan yang positif yaitu mencapai 102,162 juta. Adapun di Indonesia, melalui Peraturan Menteri ESDM No. 12 tahun 2015 yang menetapkan intensifikasi pemanfaatan Bahan Bakar Nabati sebagai bahan bakar lain juga turut membuka peluang besar untuk industri metanol dalam pemenuhan bahan bakunya. Pabrik ini direncanakan beroperasi dengan kapasitas produksi sebesar 500.000 ton/tahun Methanol Grade AA dan berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur. Pabrik metanol direncanakan didirikan diatas lahan seluas 50,21 ha dan mulai beroperasi pada tahun 2027 dengan umur pabrik selama 20 tahun. Adapun proses produksi metanol ini terbagi menjadi empat tahapan utama yaitu proses penghilangan gas pengotor H2S dengan desulfurisasi menggunakan katalis ZnO, proses produksi hidrogen dengan elektrolisis PEM, proses sintesis metanol dengan jenis reaktor proses Lurgi, dan proses permunian produk metanol dengan separator dan kolom distilasi. Bahan baku utama yang diperlukan dari proses produksi metanol ini antara lain acid gas, air dan steam. Modal yang digunakan dalam pendirian pabrik diasumsikan berasal dari modal sendiri sebesar 60% dan modal yang didapat dari pinjaman bank sebesar 40% dengan masa konstruksi selama 2 tahun. Untuk memenuhi kapasitas produksi tahunan metanol dalam pabrik ini, diperlukan nilai OPEX (operating expenditures) sebesar Rp. 5.650.803.181.118, dengan nilai CAPEX (capital expenditures) sebesar Rp. 18.486.187.975.646. Berdasarkan analisis ekonomi yang dilakukan, didapatkan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 21,47% dengan bunga bank sebesar 8%, waktu pengembalian modal atau Pay Out Time (POT) yang dibutuhkan dalam pendirian pabrik ini adalah selama 5 tahun, nilai BEP sebesar 40,21%, dan nilai NPV sebesar Rp. 345.786.206.517.809. Sehingga berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Pabrik Metanol dari CO2 sebagai Produk Samping Produksi LNG layak untuk didirikan.
Pra Desain Pabrik DME (Dimetil Eter) dari Gas Alam Madani, Arnita Putri; Hidayah, Karina; Juwari, Juwari; Anugraha, Rendra Panca
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.121803

Abstract

Keresahan masyarakat terhadap harga minyak tanah dan tingginya kebutuhan energi dalam negeri menjadi latar belakang berdirinya pabrik DME ini. Kebutuhan LPG yang tidak diimbangi dengan produksi LPG yang sesuai, mendorong adanya pengembangan energi alternatif, yaitu DME. Keberadaan DME sebagai bahan bakar alternatif ini, diharapkan dapat menekan angka impor kebutuhan LPG di Indonesia yang mencapai hampir 50% dari total kebutuhan produksi. Ketersediaan bahan baku gas alam yang cukup melimpah di Indonesia sekiranya cukup untuk memproduksi DME sebagai bahan bakar alternatif. Bahan baku utama yang digunakan dalam proses pembuatan DME ini adalah gas alam yang sudah diolah dan bebas kandungan sulfur. Bahan baku lain berupa oksigen, steam dan recycle CO2 digunakan dalam pabrik ini. Kapasitas produksi DME pada pabrik ii sebesar 950.000 ton/tahun. Kapasitas ini didasarkan pada kebutuhan energi total di Indonesia dengan harapan DME blending dengan LPG pada rasio 20:80. Dalam pemenuhan kapasitas tahunan, pabrik beroperasi secara kontinyu selama 24 jam/330 hari. Bahan baku gas alam yang dibutuhkan untuk memenuhi kapasitas pabrik tahunan tersebut adalah 44.488 ton/tahun. Pabrik DME ini dibuat menggunakan metode direct synthesis process. Proses pabrik ini secara keseluruhan meliputi unit reforming, unit sintesa DME dan unit purifikasi. Dengan desain umur pabrik selama 10 tahun, didapatkan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 14,02% yangmana nilainya lebih besar dari bunga pinjaman bank sebesar 7,95% sehingga mengindikasikan pabrik layak untuk didirikan. Didapatkan juga Pay Out Time selama 5 tahun 5 bulan dengan BEP 38%.