Manggis (Garcinia Mangostana) adalah anggota dari genus Garcinia, yang terutama tumbuh di Thailand, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Filipina dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Daging buah ini sering dikonsumsi segar, sedangkan biji dan kulitnya dibuang dan menjadi limbah. Komponen kimia yang terkandung dalam biji dan kulit manggis, terutama senyawa xanthone, telah dibuktikan sebagai antioksidan yang baik secara in vitro ataupun in vivo. Secara umum proses pembuatan senyawa antioksidan dari kulit manggis meliputi tahap pre-treatment, dan tahap ekstraksi. Pada pra desain pabrik ini, digunakan metode microwave assisted extraction (MAE) dalam proses ekstraksi senyawa bioaktif dalam kulit manggis dengan bantuan solvent campuran air, ethanol, dan etil asetat dengan perbandingan 1:2:2 serta rasio antara solute dan solvent sebesar 1:16. Waktu ekstraksi dilakukan selama 30 menit pada suhu 50 derajat celcius dan tekanan 1 atm. Hasilnya didapatkan ekstrak kulit manggis yang mengandung lebih banyak zat bioaktif hasil dari proses ekstraksi karena zat zat pengotor telah dilarutkan dan dibuang selama proses ekstraksi berlangsung. Pabrik direncanakan akan didirikan di Kabupaten Bogor dengan masa konstruksi selama dua tahun mulai dari tahun 2023 hingga tahun 2025 dan akan mulai beroperasi pada tahun 2026. Diinginkan kapasitas produksi pabrik pada kisaran dua ton per tahun dengan kebutuhan kulit manggis sekitar 2,3 ton per tahunnya. Operasi pabrik dlakukan selama 300 hari per tahun dengan jam kerja harian delapan jam kerja. Utilitas yang digunakan dalam pabrik ini yaitu steam bertekanan sebagai pemanas udara untuk kebutuhan udara kering pada dryer. Sumber investasi pabrik Biodiesel dari Biji Nyamplung berasal dari 30% dana pribadi dan 70% dana pinjaman dari Bank (Bank Mandiri). Dengan perincian analisa ekonomi sebagai berikut: Net Present Value (NPV) Rp.198.325.804.854 ,laju pengembalian modal 33,92 %, waktu Pengembalian Modal 1,03 Tahun, Break Even Point 13 %. Dengan hasil analisa ekonomi yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa pabrik layak untuk didirikan.