Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN AWAL SIMULASI BANJIR DI BENGAWAN SOLO BERBASIS DATA GSMaP DAN MODEL CUACA NUMERIK: (Studi Kasus Banjir Bengawan Solo 05 – 07 Maret 2019) Aries Kristianto; Putri, Deffi Munadiyat
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36754/jmkg.v6i3.127

Abstract

ABSTRACT Flood prediction and warning systems are important processes that can provide notification to relevant authorities and the general public. Floods hit a number of areas such as Madiun, Ngawi, Ponorogo and Bojonegoro and causes various losses in early March 2019. The purpose of this study is to simulate discharges during floods from 05 until 07 March 2019. IFAS as a rainfall-runoff modelling analysis using GSMaP as default data for simulation. This study uses numerical weather prediction which are, ERA-Interim and FNL data as rainfall input data. The numerical weather data model is downscaled before the simulation process is carried out. The simulation is reviewed at two discharge observation offices which are Ketonggo and Ahmad Yani. Simulation results show that the increasing in water discharge occurs when rain falls both at the observation point and in the upstream area. The time needed to reach the discharge peak in the downstream area towards the peak of the upstream rain is 6 hours. Verification of GSMaP simulation discharges and numerical weather models on observational discharge data shows that the numerical weather model is able to represent the observation discharge, especially after the raising limb process is complete. Keywords: IFAS, GSMaP, Hydrograph, FNL, ERA-Interim
Kajian Fog menggunakan Data Observasi, Penginderaan Jauh dan Model Cuaca Numerik di Kotawaringin Barat (Studi kasus: 19 Februari dan 08 April 2020) Putri, Deffi Munadiyat; Koten, Mario Charlos Rohi
Jurnal Fisika Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v11i2.31905

Abstract

Fog merupakan fenomena yang memengaruhi aktivitas manusia. Proses pembentukan dan reaksi fog sangat kompleks serta prediksinya sulit karena limitasi dari stasiun meteorologi konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk memahami mekanisme yang terjadi pada siklus hidup fog menggunakan pendekatan analisis kondisi permukaan, profil udara atas serta model cuaca numerik terhadap dua kasus fog yang terjadi di Kotawaringin Barat. Distribusi spasial menggunakan komposit kanal Red Green Blue (RGB) menunjukan bentangan yang luas berwarna biru muda yang mengindikasikan bahwa fog terbentuk pada kondisi atmosfer yang hangat. Kondisi kelembaban yang tinggi saat fog bertahan dari lapisan bawah hingga lapisan menengah dengan ketinggian inversi berada di ketinggian sekitar 200 m. Kasus fog terbentuk pada nilai Fog Stability Index (FSI) 31 dengan potensi pembentukan fog yang tinggi, akan tetapi pada kasus pertama sebelum fog nilai FSI menunjukan potensi yang rendah. Sedangkan nilai Liquid Water Content (LWC) dan Downward Longwave Flux (L↓) menunjukan kenaikan yang terjadi pada waktu yang sama.