Penggunaan aplikasi video conference di Indonesia selama masa physical distancing atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) semakin meningkat. Jenis teknologi layanan mobile pada taksonomi mobile communication services ini mengalami kenaikan unduhan dan proyeksi laju pertumbuhan majemuk secara global dan regional. Di Indonesia, aplikasi video conference direspon positif. Tercatat kenaikan unduhan pada lima platform per Maret 2020. Angka adopsi yang tinggi pada aplikasi video conference mengindikasikan minat yang tinggi dari masyarakat. Momentum ini lantas dimanfaatkan oleh organisasi atau entitas bisnis di Indonesia sebagai medium yang tepat untuk menyelenggarakan kegiatan produktif seperti diskusi berbagai ilmu dan pengetahuan sekaligus sebagai upaya memperkenalkan organisasi kembali sebagai imbas dari pelemahan ekonomi dalam segala sektor dampak pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Melalui website seminar (webinar) sebagai bagian dari strategi bauran komunikasi pemasaran terpadu (IMC). Oleh karena itu, penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor pada Technology Acceptance Model (TAM) yaitu perceived ease of use, perceived usefulness, attitude toward use, dan behavioral intention to use pada layanan zoom. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan sampel 55 responden. Metode analisis pada penelitian ini adalah Partial Least Square. Hasil dari penelitian ini adalah perceived ease of use berpengaruh positif terhadap perceived usefulness, perceived ease of use berpengaruh positif terhadap attitude toward use, perceived usefulness berpengaruh positif terhadap attitude toward use, perceived usefulness berpengaruh positif terhadap behavioral intention to use, attitude toward use berpengaruh positif terhadap behavioral intention to use, serta behavioral intention to use berpengaruh positif terhadap Actual Use penggunaan Zoom Meeting.