Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN HUKUMAN DISIPLIN MILITER KEPADA PELAKU TINDAK PIDANA TIDAK HADIR TANPA IZIN DALAM WAKTU DAMAI (Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Pengadilan Militer I-01 Banda Aceh) Jabirullah, Muhammad; Nur, Muhammad; Malahayati, Malahayati
Suloh: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Vol. 14 No. 1 (2026): On the Progress
Publisher : Program Studi Magister Hukum Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tindak pidana tidak hadir tanpa izin (THTI) dalam waktu damai merupakan suatu perbuatan pidana yang harus diterapkan hukuman pidana sesuai yang diatur pada Pasal 86 Ke-1 KUHPM. Namun THTI juga dapat diterapkan hukuman disiplin militer apabila THTI tidak lebih dari 4 (empat) hari berdasarkan Pasal 8 huruf b KUHDM. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pelaksanaan hukuman disiplin militer bagi pelaku THTI dalam waktu damai, efektivitas penerapan hukuman disiplin militer bagi pelaku THTI dalam waktu damai, upaya meningkatkan efektifitas hukuman disiplin militer bagi pelaku THTI dalam waktu damai. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris, pengumpulan data yang diperoleh secara kualitatif, data diperoleh dari data primer dan data sekunder serta data tersebut akan di analisis, kemudian hasil dari penelitian tersebut disusun secara sistematis untuk memperoleh kejelasan dari permasalahan yang hendak diteliti. Hasil penelitian menjelaskan bahwa proses pelaksanaan hukuman disiplin militer bagi pelaku THTI dalam waktu damai yaitu: laporan kepada Komandan selaku ANKUM, pencarian, penahanan, pemeriksaan/ penyidikan, persidangan, dan eksekusi putusan. Efektivitas penerapan hukuman disiplin kurang efektif, karena terjadi beberapa kendala, yaitu: kegagalan dalam pencarian pelaku, batas waktu pencarian singkat, keterbatasan petugas pencarian, ada niat pelaku THTI melarikan diri dari Kesatuan. Upaya meningkatkan efektifitas hukumannya yaitu: meningkatkan ilmu intelijensi kepada petugas, mempercepat penanganan perkara, meningkatkan hubungan komunikasi dengan keluarga prajurit. Saran kepada ANKUM dalam hal penerapan hukuman disiplin kepada Pelaku THTI, agar menyampaikan perintah lisan untuk lakukan pencarian setelah Anggota nya tidak hadir dijam Apel pagi pada hari pertama. Kepada petugas pencarian, agar meningkatkan keterampilan dalam hal pencarian atau pelacakan, dengan cara mengikuti kursus intelijen berjenjang, belajar dari pengalaman senior, serta jalin hubungan komunikasi yang intens sesama Intel dikesatuan lain. Kata Kunci: THTI, Waktu Damai, Hukum Disiplin Militer. Abstract Unauthorized absence (Tindak pidana tidak hadir tanpa izin/ THTI) during peacetime constitutes a criminal offense that must be subject to criminal punishment as stipulated in Article 86 paragraph (1) of the Military Criminal Code (KUHPM). However, military disciplinary sanctions may also be applied for unauthorized absence not exceeding four (4) days, pursuant to Article 8 letter b of the Military Disciplinary Law (KUHDM). This study aims to examine and analyze: (1) the implementation of military disciplinary sanctions for offenders of THTI during peacetime; (2) the effectiveness of applying military disciplinary sanctions to such offenders; and (3) efforts to enhance the effectiveness of military disciplinary sanctions for unauthorized absence during peacetime. This study employs an empirical legal research method. The data are collected qualitatively from primary and secondary sources. The collected data are then analyzed and systematically organized to obtain a clear understanding of the issues under investigation. The research findings indicate that the implementation process of military disciplinary sanctions for offenders of THTI during peacetime consists of the following stages: reporting to the Commander as the competent authority (ANKUM), search, detention, investigation, trial, and execution of the decision. However, the effectiveness of disciplinary sanctions is limited due to several challenges, including failure in locating the offenders, short search time limits, limited search personnel, and the intent of THTI offenders to flee from their military unit. Efforts to enhance the effectiveness of the sanctions include: improving intelligence training for personnel, accelerating case handling, and strengthening communication with soldiers’ families. Suggestions for the Commanding Officer (ANKUM) regarding the imposition of disciplinary sanctions on THTI offenders include issuing an immediate verbal order to initiate a search upon the absence of a service member from the morning roll call on the first day. For search personnel, it is recommended to enhance their search and tracking skills through participation in tiered intelligence courses, learning from the experiences of senior personnel, and establishing strong and continuous communication with intelligence officers in other units. Keywords: THTI, Peacetime, Military Disciplinary Law.