Damarati Azaria
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DESAKU SEHAT DENGAN PELATIHAN AKUPREUSER PADA IBU BAYI, IBU MENYUSUI DAN KADER KESEHATAN wandari, setia; Damarati Azaria; Hanik Lutfiyah
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 3 No 2 (2020): Januari
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol3.no2.a2222

Abstract

Salah satu usaha pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi adalah denganmemberikan ASI eksklusif. ASI ekslusif mempunyai manfaat yang besar dalam meningkatkanderajat kesehatan ibu dan bayi. Banyak ibu yang drop out dalam memberikan ASI nya denganalasan produksi ASI menurun atau bayi sudah tidak cukup hanya dengan menyusu. Tujuan daripengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibumenyusui dan kader kesehatan tentang cara meningkatkan produksi ASI dengan akupresur pijatoksitosin, pijat bayi dan breast care. Metode yang digunakan adalah dengan ceramah, diskusi,demonstrasi dan praktik tentang pijat oksitosin, pijat bayi dan breast care. Sasaran kegiatanadalah ibu yang mempunyai bayi, ibu menyusui dan kader kesehatan sejumlah 30 orang.Pengabdian pada masyarakat dimulai dari tanggal 22 Januari sampai dengan 17 Februari 2018bertempat di Desa Grabagan Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo. Hasil dari pengabdianpada masyarakat adalah ibu bayi, ibu menyusui dan kader kesehatan mempunyai keterampilan danbertambah pengetahuan serta dapat melakukan pijat oksitosin dan breast care untukmemperlancar ASI dan pijat bayi untuk kesehatan. Peserta antusias dan merasa percaya diri lebihuntuk memberikan stimulasi akupresur atau pijat bayi kepada anak-anaknya, dan para kader bisamemberikan ilmu pengetahuannya kepada masyarakat lainnya.
ANALISIS TENTANG PARITAS DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN DI RSUD SIDOARJO Damarati Azaria; Yulia Pujiningsih
EMBRIO Vol 1 (2012): EMBRIO (APRIL 2012)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.501 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol1.no0.a1244

Abstract

Ketuban pecah dini merupakan komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan. Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban satu jam sebelum terdapat tanda- tanda persalinan. Faktor-faktor yang berhubungan erat dengan ketuban pecah dini sulit diketahui. Kemungkinan adalah infeksi, golongan darah ibu dan anak tidak sesuai, multi graviditas (paritas), merokok, defisiensi gizi (vitamin C), inkompetensi servik, polyhidramnion, riwayat ketuban pecah dini, kelainan selaput ketuban. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendapatkan data paritas dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu bersalin di RSUD Sidoarjo. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif dengan desain penelitian cross sectional yang pengambilan sampelnya dilakukan secara probablility sampling dan tipe yang digunakan adalah sampel random. Jumlah populasi selama bulan April-Mei 2011 sebanyak 340 orang dan jumlah sampelnya sebanyak 183 orang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada 183 ibu bersalin didapatkan sebanyak 138 orang (75,41%) tidak mengalami ketuban pecah dini dan sebanyak 45 orang (24,59%) mengalami ketuban pecah dini. Dari 71 orang ibu primipara, 55 orang (77,46%) tidak mengalami ketuban pecah dini dan 16 orang (22,54%) mengalami ketuban pecah dini, sedangkan dari 101 ibu multipara 76 orang (75,24%) tidak mengalami ketuban pecah dini dan 25 orang (24,76%) mengalami ketuban pecah dini, Dan dari 11 orang ibu grande multipara, 7 orang (63,64%) tidak mengalami ketuban pecah dini dan 4 orang (36,36%) mengalami ketuban pecah dini. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa sebagian besar ibu bersalin 101 orang (55,20%) adalah multipara.Sebagian besar ketuban pecah dini dialami oleh grande multipara sebanyak 4 orang (36,36%). Sebagian besar ibu bersalin 138 orang (75,41%) tidak mengalami ketuban pecah dini.