Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Effect of Adding Spent Bleaching Earth on Clay Stabilization to CBR Value Efan Tifani; Lizar; Noerdin Basir
Indonesian Geotechnical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Vol.4, No .1, April 2025
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56144/igj.v4i1.96

Abstract

SBE (Spent Bleaching Earth) from the process of refining palm oil is recently categorized as non-B3 (hazardous and toxic materials) material by the new Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 22 Year 2021 (PP 22/2021) . Not only SBE is abundant, it also has waterproof properties and good cohesion, potentially applicable as subgrade for road when mixed with clay. This paper look into the utilization of SBE to stabilize clay, which usually has a Californian Bearing Ratio (CBR) of 2%, improving its CBR to the minimum required value for subgrade of 6%.The clay specimen used has a fine content of 93.05%, with liquid limit of 45.51% and plasticity index of 17.56%. Based on the AASHTO classification, the clay is categorized as clayey soil (A-7-6). The maximum dry density (MDD) obtained for the clay specimen (100% clay) from the standard proctor test is 1.424 gr/cm3 at an optimum moisture content (OMC) of 18.77%. For a 75% to 25% mixture of clay specimen and SBE, the MDD reduces to 1.318 gr/cm3 and OMC increases to 21.19%. At 50% to 50% mixture of clay specimen and SBE, the MDD further drops to 1.278 gr/cm3 and OMC also further increases to 24.35%. The obtained Laboratory CBR value for 100% clay, 75%-25% clay-SBE mixture and 50%-50% clay-SBE mixture are 4.81%, 3.45% and 2.70%, respectively. From the test results, it can be concluded that addition of SBE does not improve the CBR value.  
Pengaruh Genangan Air Terhadap Kerusakan Jalan Aspal (AC-WC) Rahayu, Siti; Lizar
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 11 No. 2: Oktober 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v11i2.61

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh genangan air terhadap kinerja campuran aspal AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) melalui uji perendaman berkelanjutan dengan mempertimbangkan karakteristik material dan kondisi lingkungan. Semua material penyusun, termasuk agregat kasar, agregat halus, Filler, dan aspal, telah memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Pengujian dilakukan pada campuran dengan variasi kadar aspal (4%–6%) untuk menentukan kadar optimal dan mengevaluasi ketahanan terhadap perendaman dan suhu tinggi. Hasil menunjukkan bahwa kadar aspal 5,5% merupakan satu-satunya yang memenuhi seluruh parameter Marshall sesuai standar. Void in Mineral Aggregate (VMA) dengan nilai 17,05%, Void in The Mix (VITM) dengan nilai 4,83%, dan Void Filled With Asphalt (VFWA) dengan nilai 70,76%. Uji perendaman menunjukkan bahwa genangan air dan pengaruh suhu berdampak negatif terhadap stabilitas dan durabilitas campuran, sementara flow meningkat, mengindikasikan pelunakan campuran. Temuan ini menegaskan bahwa genangan air mempercepat degradasi struktural aspal dalam jangka panjang, sehingga perencanaan drainase dan pemilihan material tahan air menjadi krusial dalam konstruksi jalan.
Analisis Tingkat Kerusakan Perkerasan Jalan Lentur Menggunakan Metode Bina Marga dan Aplikasi Roadlab Pro Salsabila , Adela; Lizar
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 11 No. 2: Oktober 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v11i2.74

Abstract

Kerusakan jalan menjadi masalah yang sering kali terjadi, terkhusus infrastruktur jalan di Kabupaten Bengkalis dari total panjang jalan yang mencapai 1.311,961 km, lebih dari 629 km diantaranya mengalami kerusakan ringan hingga berat, terutama pada jalan lentur yang memiliki umur layanan dan daya dukung terbatas, permasalahan sering kali terjadi akibat beban lalu lintas, perubahan cuaca, serta umur layanan jalan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan analisis yang mendalam terhadap tingkat kerusakan jalan. Metode yang digunakan adalah metode Bina Marga 1990, Surface Distress Index (SDI), Road Condition Survey (RCS), Road Condition Index (RCI), dan International Roughness Index (IRI), dan Aplikasi Roadlab Pro. Berdasarkan data hasil metode Bina Marga 1990, nilai kondisi jalan ˃7 terdapat 284 STA perlu dilakukan pemograman pemeliharaan rutin, nilai kondisi jalan 4 – 6 terdapat 16 STA perlu dilakukan pemograman pemeliharaan berkala. Hasil pengaplikasian RoadLab Pro memiliki nilai RCI rata-rata sebesar 8,49 dan survei manual di lapangan nilai RCI rata-rata sebesar 7,11. Perbandingan selisih nilai yang cukup signifikan penggunaan aplikasi RoadLab Pro dapat membantu mempercepat penilaian kekasaran jalan, akurasinya belum sepenuhnya konsisten. Selisih nilai dengan survei manual menunjukkan aplikasi ini sebaiknya digunakan sebagai alat pendukung