Tidak adanya perubahan keberhasilan atau prestasi belajar pada peserta didik karena kurang aktif serta kurang ikut berpartisipasi dalam pembelajaran. Guru harus memberikan solusi dengan cara metode Problem Based Learning dan Problem Possing karena memiliki persamaan menuntut peserta didik untuk aktif dalam memecahkan masalah. Maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan Problem Based Learning dan Problem Possing terhadap prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan kepustakaan deskriptif guna mencari jawaban atas permasalahan yang dicari dengan data yang didapat dari hasil penelitian orang lain yang dapat dipercaya. Data analisis dengan menggunakan redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan data. Uji keabsahan data menggunakan tiga kategori yaitu kredibilitas, keteralihan hasil penelitian, dan kebergantungan penelitian terhadap data yang didapat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode Problem Based Learning lebih unggul dalam prestasi belajar karena dalam pemecahan masalah peserta didik mampu mentransfer serta mengembangkan pengetahuannya di kehidupan nyata tanpa membedakan tingkat kemampuan peserta didik serta dalam pembelajaran guru merupakan narasumber utama. Hal ini berbeda dengan Problem Possing hanya peserta didik yang berkemampuan tinggi bisa mengikuti pembelajaran karena tidak semua peserta didik mampu mengajukan dan menyelesaikan masalah itu sendiri tanpa bimbingan guru. Â