Penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariasi menyebabkan rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa, sehingga diperlukan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan model pembelajaran PjBL untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada kompetensi dasar membuat jamu dan boreh/lulur perawatan badan kelas XI. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI Tata Kecantikan 3 SMK Negeri 2 Singaraja sebanyak 33 siswa. Sedangkan objek penelitian ini adalah peningkatan keaktifan belajar dan hasil belajar membuat jamu dan boreh/lulur perawatan badan siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pemberian instrumen penilaian kepada siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan lembar penilaian hasil belajar. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini memperoleh hasil presentase keaktifan belajar siswa sebesar 61,69% pada siklus I, sebesar 81,82% pada siklus II, dan presentase hasil belajar sebesar 79,77% pada siklus, sebesar 82,27% pada siklus II. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PjBL dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar membuat jamu dan boreh/lulur perawatan badan siswa kelas XI. Implikasi penelitian ini adalah memperoleh pengalaman belajar yang berhubungan dengan keterampilan menerapkan metode ilmiah dalam pemecahan masalah dan menumbuhkan pola berfikir kritis bagi siswa.