This Author published in this journals
All Journal Mimbar Ilmu
Prima Astuti, Ni Made Ignityas Tyas
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perilaku Subordinasi, Kekerasan, dan Penjinakan (Cooptation) Tokoh Perempuan dalam Novel Putri I Karya Putu Wijaya: Kajian Feminisme Prima Astuti, Ni Made Ignityas Tyas
Mimbar Ilmu Vol 26, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i1.28116

Abstract

Ketidakadilan gender yang mengakibatkan terjadinya marjinalisasi terhadap perempuan, perempuan menjadi pihak yang dipinggirkan. Penelitian ini memiliki tujuan menunjukkan unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam novel Putri I karya Putu Wijaya, perilaku subordinasi, kekerasan dan penjinakan (Cooptation) tokoh perempuan. Rancangan penelitian ini adalah deksriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah novel Putri I karya Putu Wijaya yang diterbitkan tahun 2004. Metode yang digunakan yaitu dokumentasi dengan menggunakan teknik pencatatan dokumen. Data yang didapat berupa kutipan tentang unsur intrinsik dan ekstrinsik serta perilaku subordinasi, kekerasan dan penjinakan(cooptation) tokoh perempuan dalam novel Putri dengan menggunakan kajian feminisme. Hasil penelitian adalah unsur yang terdapat dalam novel Putri I, yaitu unsur intrinsic yang mencakup tema tentang permasalahan gender dengan menggunakan alur campuran, latar (tempat, waktu, suasana) terdapat dalam novel untuk menghidupkan cerita. Gaya bahasa dalam novel penulis ambil secara acak yang meliputi majas personfikasi sebanyak 50%, hiperbola sebanyak 16%, simile 8%, metafora sebanyak 25%. Unsur ekstrinsik terdapat biografi pengarang Putu Wijaya, faktor adat, tradisi, religi, dan politik. Perilaku ketidakadilan gender berupa subordinasi kekerasan, dan penjinakan tokoh perempuan dalam novel Putri I diperoleh hasil sebanyak 18 data, yaitu subordinasi 5 data, kekerasan 5 data, dan yang paling banyak adalah penjinakan sebanyak 8 data.