Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN DAKWAH MA‘HAD AL-SUNNAH KABUPATEN SIDRAP Isman Iskandar; Baharuddin Ali; Mahmuddin Mahmuddin
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 1 (2017): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i1.9640

Abstract

Tulisan ini mengungkap dan mengelaborasi secara deskriptif manajemen dakwah Ma‘had al-sunnah Kabupaten Sidrap. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian sosial yang menggunakan format deskriptif kualitatif. penelitian ini bertempat Ma‘had al-sunnah Sidrap yang berlokasi di Jl Andi Pannyiwi, Dusun II Labempa, Desa Kanie Kecamatan Maritenggngae Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Pendekatan yang digunakan dalah pendekatan manajemen dakwah dan pendekatan ilmu komunikasi. Sumber data primer ialah data yang diperoleh secara langsung melalui wawancara, dokumen (buku-buku yang telah ditulis oleh tokoh salafiyyah) dan para informan kunci yaitu para jama>’ah salafiyyah yang akan memberikan informasi tentang gerakan dakwahnya. Sedangkan informan luar jama>’ah salafiyyah adalah masyarakat dan aparat pemerintah. pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian observasi dan juga wawancara dengan daftar pertanyaan yang telah disediakan sebelumnya, dibutuhkan kamera, alat perekam (recorder) serta alat tulis menulis yang berupa buku catatan juga pulpen, dan bisa juga alat technology seperti smartphone. Data diolah dan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diuji keabsahannya dengan Credibility (validasi internal), Transferability (validasi eksternal), Dependability (reabilitas), dan Confirmability (obyektifitas).Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen dakwah salafiyyah dalam ma’had ini dapat dilihat dari fungsi manajemen yaitu: a. Perencanaan dakwahnya dibagi menjadi perencanaan dakwah perhari, perpekan, perbulan dan pertahun. Karakteristik yang paling menonjol dalam Ma‘had ini seluruh biaya pendidikan gratis  dan sumber pendanaannya mengandalkan sistem saling tolong menolong dan kerjasama diantara mereka dengan menggunakan pola pengajaran tersendiri yaitu talaqqi dan sanad. b. Pengorganisasian dakwahnya bersifat terbuka dan mempersilahkan siapapun untuk ikut andil. Pembagian tugas dilakukan melalui cara musyawarah. c. Pelaksanaan dakwahnya terlaksana dengan baik dan tetap istiqa>mah walaupun dengan sumberdaya seadanya. Mereka melakukan dakwah dengan dasar keikhlasan yang tinggi dan mengharap rida Allah swt. Gerakan dakwah salafiyyah yang dilakukan dikelompokkan dalam tiga bentuk yaitu: 1) Gerakan dakwah salafiyyah kepada non muslim adalah dengan tidak melakukan jihad syar’i (berperang dengan orang kafir) khususnya di Indonesia karena salah satu syaratnya harus bersama waliy al-amr. Adapun kondisi umat Islam yang terzalimi di berbagai negara di bolehkan untuk berjihad syar’i di negara masing-masing sesuai dengan syariat. Mereka melakukan interaksi dan toleransi yang baik dengan non Islam yang ada di Kab. sidrap salah satunya dengan komunitas agama lokal yaitu to lotang. 2) Gerakan dakwah salafiyyah kepada kaum muslimin dengan cara beramar makruf nahi mungkar, hajr al-mubtadi dan tahz|i>r 3) Gerakan dakwah salafiyyah kepada pemerintah adalah wajib taat kepada pemerintah, tidak boleh memberontak, tidak boleh dicela tapi hendaknya dinasehati atau bersabar dan berdoa. Namun mereka sangat menolak demokrasi dan politik. Mereka memandang keterlibatan dalam semua proses politik praktis seperti pemilihan umum sebagai sebuah bidah dan penyimpangan. d. Pengawasan dakwah yang dilakukan dimulai dari penentuan kegiatan serta aktivitas yang harus sesuai dengan dalil dan petunjuk Nabi saw. Ustaz memililki posisi sebagai rujukan utama dalam memberi pencerahan atau solusi atas permasalahan yang terjadi.
ISLAMIC BROADCASTING DA'WAH THROUGH NEW MEDIA TRENDSETTERS (A STUDY OF OKI SETIANA DEWI'S DA'WAH ON YOUTUBE FROM THE PERSPECTIVE OF MEANINGS AND MEDIA): Dakwah Penyiaran Islam Melalui Trendsetter Media Baru (Studi Analisis Dakwah Oki Setiana Dewi di Youtube Perspektif Meanings and Media) Isman Iskandar
Jurnal Diskursus Islam Vol 13 No 1 (2025): Sejarah Islam, Perpustakaan dan Informasi Islam, Pemikiran Islam, Dakwah
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract YouTube is a popular application that is connected to the internet to make a limited world infinite. However, the progress of digital media has had positive and negative impacts on users and those who control current trends, especially preachers who have to adapt from conventional media to digital media. This research aims to explore further how Oki Setiana Dewi preached YouTube as a trendsetter in today's new media. This research uses Branston and Stafford's theories on the meanings and media and Andi Faizal Bakti's concept of trendsetter communication in the digital era. The use of the concepts and theories above is able to analyze and discuss the problems in this research. The research method used is qualitative with analysis of Oki Setiana Dewi's YouTube content. The data collection methods used were interviews, observation, and documentation. The primary data used is a popular video entitled "Maryam's Way of Memorizing the Qur'an, Murajaah Everywhere" which has been watched 5 million times. The results of this research show that Oki Setiana Dewi as a communicator can use YouTube as a trendsetter media effectively. Oki Setiana Dewi uses the internet as a medium for da'wah where the Islamic messages conveyed can be understood in terms of denotation and connotation. The religious culture that is currently trending in the Indonesian Muslim community is competing to teach their children to memorize the Koran. The meaning of something that connects to culture as well as personal experience (denotation) makes Oki Setiana Dewi appear in cyberspace as an interesting figure who spreads noble values, ethics, and morals (akhlak).