Adi, I Komang Kusuma
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gamelan Jegog: Fungsi, Instrumentasi dan Musikalitasnya Sudana, I Made; Adi, I Komang Kusuma
Awilaras Vol 10 No 1 (2023): JURNAL AWILARAS
Publisher : LPPM ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jal.v10i1.2716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi, instrumentasi, dan musikalitas Gamelan Jegog, sebuah ensemble musik tradisional dari Bali, Indonesia. Gamelan Jegog adalah salah satu jenis ansambel musik Bambu ciri khas dari musik daerah kabupaten Jembrana Bali bagian Barat. Ansambel musik Jegog diperkirakan lahir di Jembrana menjelang akhir Perang Dunia ke-II diciptakan oleh seorang seniman desa Sangkar Agung yang bernama Kiang Geliduh pada perempat abad ke XX. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis untuk menggambarkan dan menganalisis Gamelan Jegog. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari sumber-sumber primer dan sekunder, seperti literatur, rekaman audio, dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gamelan Jegog memiliki beberapa fungsi yang berbeda. Pertama, Gamelan Jegog digunakan dalam konteks ritual keagamaan sebagai pengiring upacara dan tarian sakral. Kedua, Gamelan Jegog juga digunakan untuk hiburan masyarakat dalam berbagai acara sosial dan kegiatan seni budaya. Fungsi-fungsi ini memperlihatkan peran penting Gamelan Jegog dalam kehidupan masyarakat Bali. Dari segi instrumentasi, ansambel gamelan Jegog terdiri dari beberapa instrumet musik bambu yang termasuk dalam klasifikasi idiophone yang dilengkapi oleh beberapa instrumen pengiring membranophone dan aerophone. dan Dalam hal musikalitas, Gamelan Jegog menampilkan pola melodi yang kompleks dan ritme yang kuat. Pola melodi Gamelan Jegog terdiri dari repetisi melodi-melodi pendek yang dimainkan secara bersamaan oleh berbagai gong bambu. Ritme yang dimainkan dengan keteraturan dan kekuatan yang khas memberikan kekuatan ekspresif pada musik Gamelan Jegog. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih lanjut tentang Gamelan Jegog dan warisan budaya yang diwakilinya. Kata kunci: masyarakat petani, jembrana, kepuakan, Jegog.
KOMPLEKSITAS TABUH KREASI BARU GONG KEBYAR SANG NYOMAN PUTRA ARSA WIJAYA Adi, I Komang Kusuma
Sorai: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 13 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sorai.v13i1.3177

Abstract

ABSTRACTThe complexity indicates the main characteristics of karawitan art as the meaning of the word “rawit” which means refined and complicated. Composing the complexity on Tabuh Kreasi Baru Gong Kebyar is not considered easily if it is not balanced by the good knowledge related to gamelan and its musical elements. Similarly, it is considered as the ways of the idea actualization which manifested into a music compostion. A talented composer namely Sang Nyoman Putra Arsa Wijaya is currently being a point of interest related to his musicality “Tabuh-Tabuh Kreasi Baru”  which seems too complicated. This Research tries to investigate the cases which construct the complexity of  musucality on Tabuh Kreasi Baru created by Sang Nyoman with textual ethomusicology approach. Based on the result of inductive, interpretative, and garap analysis, it can be assumed that (1) the complexity of Tabuh Kreasi Baru by Sang Nyoman is influenced by his art behaviours. (2) all off structure, achievement of technical play, and the work system of instruments are designed by the concepts witch have the complicated sound to guess and attracting audiences to think of it. (3) some of material which have been processed are the musical elements of Gong Kebyar that never used by most musicians. Then, (4) some of instruments on his garap are the manifestation of interescting style of western music composition. Basically, Sang Nyoman considers the complexity on his desire in case to contribute the new insight related to the aesthetics of a composition and persuades the art lovers to do not think passively, otherwise they are able to develop their ability of imagination and intellegence in apreciating an art work.Keyword : Complexity, Sang Nyoman, Tabuh Kreasi Baru, Gong Kebyar ABSTRAKKompleksitas  merupakan ciri pokok seni karawitan sebagaimana arti kata “rawit” yang berarti halus dan rumit. Mencipta kompleksitas pada Tabuh Kreasi Baru Gong Kebyar, bukan perkara mudah jika tidak diimbangi dengan pengetahuan yang cukup terkait gamelan beserta unsur-unsur musikalnya. Begitu juga dengan cara mengaktualisasikan ide dan gagasan ke dalam wujud komposisi. Seorang komposer  bernama Sang Nyoman Putra Arsa Wijaya belakangan tengah menjadi sorotan terkait musikalitas Tabuh-tabuh Kreasi Baru-nya yang dipandang  begitu komplek. Penelitian ini berupaya mengungkap hal-hal yang mengkonstruksi kompleksitas musikal Tabuh Kreasi Baru Sang Nyoman dengan pendekatan tekstual etnomusikologi. Berdasarkan hasil analisa induktif, interpretatif dan garap, maka dapat diketahui bahwa; (1) kompleksitas Tabuh Kreasi Baru Sang Nyoman dilatar belakangi oleh pola-laku kesenimananya. (2) segala bentuk struktur, capaian teknik permainan dan  sistem kerja instrumen didesain sedemikian rupa oleh konsep yang bunyinya “susah ditebak” dan “ikut berpikir”. (3) sebagian materi yang diolah merupakan unsur-unsur musikal Gong Kebyar yang jarang digunakan oleh seniman  kebanyakan. Begitu juga dengan (4)  prabot garapnya yang sebagian merupakan hasil silang gaya komposisi musik barat. Pada intinya Sang Nyoman mempertimbangkan kompleksitas itu atas keinginan untuk memberi wawasan baru terkait estetika komposisi, dan mengajak penikmat seni untuk tidak pasif, melainkan dapat mengembangkan kemampuan imajinasi dan intelekstual dalam berapresiasi seni.Kata kunci : Kompleksitas, Sang Nyoman, Tabuh Kreasi Baru, Gong Kebyar.