This Author published in this journals
All Journal Sanggitarupa
Wiyoko, Aji
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BELIMBING PADA TEMBANG LIR-ILIR SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN MOTIF PENDOK KRAWANGAN TEMPEL Pradina, Hesti; Wiyoko, Aji
Sanggitarupa Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v2i1.4770

Abstract

Star fruit is a fruit that lives in a tropical climate, which has a unique shape that has five circles, like stars. The shape of the star fruit is often associated with several symbolic meanings such as leadership, education, religion, morals and others. One of the excerpts from the song Lir-Ilir mentions that star fruit, which is then interpreted as a symbol of the pillars of Islam. The symbolization of star fruit can be an attraction to be developed as a decoration of a keris pendok made with the krawangan paste technique. The method of creating a kris pendok for this Final Project is through the stages: exploration, design, and embodiment. The aesthetic approach of the pendok decoration pays attention to the decorative aspect that describes the symbolic elements, which are adapted to the shape of the bunton keris pendok. The techniques used in forming the decoration are a combination of carving and krawangan carving techniques, soldering techniques, and electroplating techniques. The creation of the pendok kris krawangan outboard has succeeded in making 5 works, each entitled Limo Lingir, Wejangan Sunan Kalijaga, Menek Blimbing, Pillars of Islam and Panca Wiyata Tinembang Lir-ilir. Each pendok work depicts ornamental elements of star fruit combined with the values of the meaning of the Lir-ilir song. The resulting pendok has an artistic impression through a combination of decorative elements, and contains a moral message so that as Muslims uphold the pillars of Islam.
Perang Obor Sebagai Ide Penciptaan Warangka Keris Solihah, nafi' Atus; Wiyoko, Aji
Sanggitarupa Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v3i2.5198

Abstract

Peristiwa konflik antar individu yang dapat diselesaikan secara hikmah merupakan latar belakang sejarah upacara tradisi Perang Obor. Masyarakat desa Tegal Sambi, kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara memperingatinya setiap tahun pada malam Selasa pon setelah masa panen raya. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam rangkaian upacara tradisi Perang Obor dapat ditransformasi melalui karya seni rupa berupa warangka keris.Perang Obor telah menjadi kearifan lokal bagi warga desa Tegal Sambi, sehingga penciptaan warangka keris yang mengambil unsur-unsur hayati (hewan ternak, api, dan daun kering) dalam peristiwa tersebut dapat dijadikan sebagai daya dukung. Metode penciptaan mengacu tiga tahap enam langkah. Perancangan didasari oleh observasi rangkaian kegiatan Perang Obor, didukung dengan beberapa referensi tertulis. Tahap pewujudan menerapkan teknik ukir kayu.Lima unit warangka keris yang dihasilkan, diberi judul: Warangka keris Ki Babadan, Warangka keris Ki Gemblong, Warangka keris Analabahni Damar, Warangka keris Sedekah Bumi dan Warangka keris Sekar Godhong. Kata kunci: konflik, Perang Obor, warangka keris