Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Karakteristik Mortar Komposit Dengan Penambahan Arang Aktif Sadir, Muhammad; Mirawati, Baiq; Wangiyana, I Gde Adi Suryawan; Hendriko, Albert; Irama, Ade; Hidayah, Zoya Saharani; Hafiz, Yusron
Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi Vol 7 No 01 (2025): Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/kst.v7i01.1561

Abstract

The addition of activated charcoal to the cement matrix can increase the density and durability of the mortar. The purpose of this study was to analyze the effect of activated charcoal on the characteristics of composite mortar including compressive strength, density, and water absorption. Making mortar composite with the composition of activated charcoal to the weight of cement (1%, 2%, 3%, 4%, and 5%), the ratio of cement and sand is 1: 3. The composition will be tested and analyzed for its effect on the compressive strength, density, and water absorption of mortar composite. The results showed that the addition of activated charcoal did not have a significant effect on the characteristics of mortar composite, except for the setting density. The addition of activated charcoal by 5% showed an optimal composition with a compressive strength value of 11.67 MPa, a setting density of 2092.91 kg / m3, an oven-dry density of 1853.93 kg / m3, and a water absorption of 15.20%
PENGAWETAN BAMBU TALI (Gigantochloa apus K) MENGGUNAKAN METODE PERENDAMAN PANAS Sadir, Muhammad; Mirawati, Baiq
Jurnal Silva Samalas Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i1.12440

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama perendaman panas, perbandingan ekstrak daun bintaro dan interaksi keduanya terhadap nilai absorbsi, retensi dan penetrasi pada pengawetan bambu tali. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata absorbsi, retensi teoritis, retensi aktual dan penetrasi masing-masing bahan pengawet berkisar antara 0,62 gr/cm3 – 0,78 gr/cm3, 0,06 gr/cm3 – 0,16 gr/cm3, 0,004 gr/cm3 – 0,007 gr/cm3 dan 1,07 cm – 1,52 cm. Lama perendaman berpengaruh nyata terhadap nilai absorbsi, retensi teoritis dan penetrasi bahan pengawet. Perbandingan bahan pengawet berpengaruh nyata terhadap nilai retensi teoritis dan penetrasi bahan pengawet. Interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata terhadap nilai absorbsi, retensi teoritis, retensi aktual dan penetrasi bahan pengawet.
Pemanfaatan Limbah Cangkang Kemiri (Aleurites moluccana) Menjadi Briket Arang yang Ramah Lingkungan Sadir, Muhammad; Masrilurrahman, L L Suhirsan; Mirawati, Baiq
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/r8d1w375

Abstract

Cangkang kemiri yang dikeringkan menggunakan oven dengan kontrol suhu dapat mengakibatkan penurunan kadar air secara efektif. Briket arang dari cangkang kemiri memiliki implikasi praktis yang nyata dan luas sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Pada tingkat rumah tangga terutama di daerah sentra penghasil kemiri briket ini dapat berperan sebagai bahan bakar memasak yang lebih sehat untuk menggantikan kayu bakar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik briket arang dari cangkang kemiri dengan metode pengeringan menggunakan oven dan mengetahui pengaruh konsentrasi perekat molase terhadap kadar air, kadar abu dan nilai kalor briket arang berbahan cangkang kemiri dengan metode pengeringan menggunakan oven. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yaitu konsentrasi perekat molase yang terdiri dari 5, 10, dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik briket arang dari cangkang kemiri dengan metode pengeringan menggunakan oven memiliki kadar air 5,47–7,01%, kadar abu 7,19–8,59% dan nilai kalor 5358,80–5558,47 kal/gr. Secara keseluruhan karakteristik briket arang telah memenuhi standar SNI 01-6235-2000, kecuali pada konsentrasi perekat 5 dan 15% untuk kadar abu. Konsentrasi perekat molase tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kadar air, kadar abu, namun memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai kalor. Utilization of Candlenut Shell Waste (Aleurites moluccana) into Environmentally Friendly Charcoal Briquettes Abstract Candlenut shells dried using an oven with temperature control can result in an effective reduction in moisture content. Charcoal briquettes derived from candlenut shells possess significant and wide-ranging practical implications as an environmentally friendly alternative fuel. At the household level, particularly in candlenut production centers, these briquettes can serve as a healthier cooking fuel substitute for traditional firewood. The purpose of this study was to determine the characteristics of charcoal briquettes from candlenut shells with an oven drying method and to determine the effect of molasses adhesive concentration on moisture content, ash content and calorific value of charcoal briquettes made from candlenut shells with an oven drying method. This research method used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with molasses adhesive concentrations consisting of 5, 10, and 15%. The results showed that the characteristics of charcoal briquettes from candlenut shells with an oven drying method had a moisture content of 5.47–7.01%, ash content of 7.19–8.59% and a calorific value of 5358.80–5558.47 cal/gr. Overall, the characteristics of charcoal briquettes have met the SNI 01-6235-2000 standard, except for the adhesive concentration of 5 and 15% for ash content. The concentration of molasses adhesive does not have a significant effect on moisture content, ash content, but has a significant effect on calorific value.