Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REDEVELOPMENT TERMINAL GROGOL 2 SEBAGAI UPAYA EFISIENSI MOBILITAS Bima K, Fransiskus; Priyono, J.M. Joko
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v7i1.33924

Abstract

The increase in vehicle and people mobility at Terminal Grogol 2 has brought several negative impacts on the ongoing operational activities in the terminal. The inability of facilities to accommodate the changes that occur at Terminal Grogol 2 is the main problem in terms of quality, operations and terminal capacity. On the other hand, several phenomena occur in the field that arise due to efforts to meet needs, which in fact affect the formation of new types of users and spaces. Things that are expected to receive good impacts from the changes that will occur at Terminal Grogol 2, including the increasing mobility of vehicles, people, terminal capacity, productivity, facilities, economy and environment. The research method used in achieving maximum data is also a direct survey of the latest conditions of Terminal Grogol 2 which is also compared with journals and articles (trusted sources) to determine the possibility of achieving Terminal Grogol 2 in the future. While in achieving the solution to the problem by making a hypothesis from data to find the relationship between each element in Terminal Grogol 2. Changes are driven by increased efficiency by carrying out the quantity of users of enlarged facilities such as the arrival and departure areas, ticketing, and supporting facilities. Likewise, there are additional facilities related to the relationship with environmental activities, namely an area for street vendors, a space for students to channel their routines, connections with educational facilities and other public transportation located around the terminal and finally an increase in the quality of the Grogol 2 Terminal facilities. Keywords : activity; efficiency; phenomenon; mobility; transportation Abstrak Peningkatan mobilitas kendaraan dan orang pada Terminal Grogol 2 membawa beberapa dampak buruk bagi berlangsungnya kegiatan operasional di dalam terminal. Ketidakmampuan fasilitas dalam menampung perubahan yang terjadi di Terminal Grogol 2 ini yang menjadi masalah utama baik secara kualitas, operasional maupun daya tampung terminal. Disisi lain beberapa fenomena terjadi di lapangan yang timbul karena adanya upaya memenuhi kebutuhan, ternyata mempengaruhi terbentuknya jenis pengguna dan ruang baru. Hal yang diharapkan dapat menerima dampak baik dari perubahan yang akan terjadi di Terminal Grogol 2, diantaranya sejalannya peningkatan mobilitas kenadaraan, orang, daya tampung terminal, produktifitas, fasilitas, ekonomi dan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan dalam pencapaian data yang maksimal juga dilakukan survey langsung terhadap kondisi terkirini dari Terminal Grogol 2 yang juga di komparasi dengan jurnal dan artikel (sumber terpercaya) untuk mengetahui kemungkinan pencapaian dari Terminal Grogol 2 ke depannya. Sementara dalam pencapaian solusi permasalahannya dengan melakukan hipotesa dari data untuk mencari hubungan setiap unsur yang ada di Terminal Grogol 2. Perubahan terpacu kepada peningkatan efisiensi dengan melakulan pada kuantitas pengguna fasilitas yang diperbesar seperti area kedatangan keberangkatan, tiketing, dan fasilitas penunjang. Demikian pula adanya penambahan fasliitas terkait hubungan dengan aktivitas lingkungan yaitu area bagi pelaku usaha pedagang kaki lima, ruang bagi mahasiswa untuk menyelurkan rutinitasnya, hubungan dengan fasilitas pendidikan dan transportasi umum lainnya yang berada di sekitar terminal dan yang terakhir peningkatan dari kualitas fasilitas Terminal Grogol 2.
KONSERVASI DAN PRESERVASI GUNA MENJAGA EKOLOGI DI KAWASAN SUAKA MARGASATWA MUARA ANGKE Limmowsen, Frans Hesketh; Priyono, J.M. Joko
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v7i1.33925

Abstract

Many regional developments have now had land use designations revised and some of these revisions are only for business purposes without considering the existing natural habitat. This also happened to the Muara Angke Wildlife Reserve (SMMA), which was previously a very large nature reserve area with various flora and fauna habitats within it, which was destroyed due to the reclamation project. The condition of the Placeless Place area has become a problem in Jakarta Province now, because this area is a green area in the form of the last protected forest in North Jakarta. There must be anticipatory action so as not to worsen the impact in the future. This action takes the form of conservation and preservation actions in the SMMA area which starts from collecting primary data and secondary data using qualitative methods supported by quantitative methods to determine options to simplify the analysis process in carrying out conservation and preservation. Meanwhile, the design method uses the superimpose method with a wild-life design approach. Preservation and conservation is carried out in the form of adding functions related to SMMA conservation and preservation efforts such as research activities, breeding areas and reforestation areas. Then, with conservation and preservation of the research results, it requires profitable spaces to provide continuity of activities in it in the form of tourist areas. In this case, it also does not rule out the need for new innovations that can be continued with further programs as an effort to preserve the nature of the SMMA area. Keywords:  captivity; conservation; preservation Abstrak Perkembangan kawasan sekarang banyak yang telah direvisi peruntukan fungsi lahannya dan beberapa revisi tersebut hanya untuk kepentingan bisnis tanpa memikirkan habitat alam yang ada. Hal tersebut juga terjadi pada Kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) yang dahulunya merupakan kawasan cagar alam yang sangat luas dengan beragam habitat flora dan fauna di dalamnya menjadi hancur akibat proyek reklamasi. Kondisi kawasan yang Placeless Place tersebut telah menjadi permasalahan di Provinsi Jakarta sekarang, karena kawasan ini merupakan kawasan hijau yang berupa hutan lindung terakhir yang ada di Jakarta Utara. Harus ada tindakan antisipatif agar tidak memperburuk dampaknya dikemudian hari. Tindakan tersebut berupa tindakan konservasi dan preservasi pada kawasan SMMA yang dimulai dari pengumpulan data primer dan data sekunder dengan metode kualitatif yang didukung dengan metode kuantitatif untuk menentukan pilihan dalam mempermudah proses analisis dalam melaksanakan konservasi dan preservasi. Sedangkan metode perancangan dalam mendesain menggunakan metode superimpose dengan pendekatan design wild-life. Preservasi dan konservasi yang dilakukan berupa menambahkan fungsi-fungsi yang berkaitan dengan upaya konservasi dan preservasi SMMA seperti aktivitas riset, area penangkaran, dan area penghijauan. Kemudian dengan konservasi dan preservasi dari hasil penelitian tersebut membutuhkan ruang-ruang yang bersifat profitable untuk memberikan keberlangsungan aktivitas didalamnya yang berupa area wisata. Dalam hal tersebut juga tidak menutup kemungkinan untuk membutuhkan inovasi baru yang bisa dilanjutkan dengan program-program selanjutnya sebagai upaya dalam melestarikan alam kawasan SMMA.