Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN EDUKASI TERHADAP KUALITASPAKAN TERNAK SAPI Devri, Ayu Novtiana
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.30526

Abstract

Pendidikan adalah proses pembelajaran yang didapat oleh setiap manusia (masyarakat) untuk dapat membuat manusia itu mengerti, paham, dan lebih dewasa serta mampu membuat manusia lebih kritis dalam berpikir. Pendidikan tidak hanya dilaksanakan di lembaga formal saja, pendidikan juga dapat terjadi di lingkungan masyarakat yang menjadi sumber sosial dan interaksi sesama manusia. Dalam kehidupan masyarakat, pendidikan dapat berkembang dalam bentuk apapun yang dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya edukasi masyarakat khususnya peternak sapi agar dapat mengolah pakannya agar menghasilkan sapi yang berkualitas dan dapat meningkatkan ekonomi. Metode penelitian adalah library research dan data kaulitatif untuk mengetahuai fenomena-fenomena yang ada di lapangan. Hasil pembahasan diketahui bahwa pendidikan dapat terjadi di lingkungan masyarakat yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan. Sektor peternakan memiliki peran penting dalam mewujudkan bangsa yang sejahtera baik dalam ekonomi dan proses pemeliharaan. Untuk dapat menjamin hal tersebut informasi dan edukasi terkait sistem pengelolaan ternak dan pakan ternak yang dapat meningkatkan kualitas ternak menjadi lebih baik. Peternak sapi pada umumnya memberikan pakan jenis pakan rumput sebagai pakan utama dan jenis onggok singkong sebagai pakan tambahan. Pada dasarnya, lama proses fermentasi batang pisang dengan ampas tahu berpengaruh terhadap kualitas pakan ternak meliputi kandungan protein kasar dan serat kasar. Variasi campuran batang pisang dan ampas tahu berpengaruh terhadap kualitas pakan ternak meliputi kandungan protein kasar dan serat kasar. Interaksi antara lama fermentasi dan variasi batang pisang dengan ampas tahu berpengaruh terhadap kualitas pakan ternak. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai sumber informasi bagi masyarakat.
ANALISIS METODE PEMBELAJARAN BERBASIS DEMONSTRASI DALAM PENDIDIKAN BIOLOGI: STUDI EFEKTIVITAS DAN TANTANGAN IMPLEMENTASI Devri, Ayu Novtiana
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.42096

Abstract

Dalam proses belajar mengajar, guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing, dan memberi fasilitas belajar bagi peserta didik untuk mencapai tujuan. Guru mempunyai tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses perkembangan peserta didik dengan metode belajar yang tepat. Hasil belajar pada pembelajaran biologi adalah untuk memahami sistem kehidupan, keragaman makhluk hidup, dan interaksi di dalamnya. Selain itu, pembelajaran biologi juga bertujuan untuk mengembangkan sikap ilmiah, berpikir kritis, dan kreatif. Selain itu, tujuan pembelajaran ini adalah untuk memahami sistem kehidupan, keragaman makhluk hidup, dan interaksi di dalamnya. Selain itu, pembelajaran biologi juga bertujuan untuk mengembangkan sikap ilmiah, berpikir kritis, dan kreatif. Penyajian tulisan ini didasarkan pada analisis data kepustakaan dengan model analisis deskriptif. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa Sebelum melakukan pembelajaran dengan menggunakna metode demonstrasi, diharapkan menyiapkan segala kebutuhan yang akan digunakan dalam prosesnya. Metode mengajar adalah suatu cara menyampaikan tujuan pengajaran baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang sehingga peserta didik dengan mudah menerima pelajaran tersebut dengan baik, maka tujuan yang dicapai akan berhasil dengan baik. Hal ini berarti bahwa guru biologi hendaknya dapat mengembangkan cara dan kebiasaan belajar yang sebaik-baiknya. Selanjutnya sangat diharapkan guru dapat memberikan fasilitas yang memadai sehingga peserta didik dapat belajar secara efektif.