Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Double Loop Problem Solving (DLPS) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sistem Pencernaan Manusia Nurul Fadillah; Thahura, Farahdiba; Surya, Rahmat
CERDAS - Jurnal Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.772 KB) | DOI: 10.58794/cerdas.v1i2.98

Abstract

Pengajar atau pendidik memegang peran penting dalam proses belajar mengajar, baik dalam merencanakan maupun melaksanakan pembelajaran. Kualitas pengajar menjadi salah satu faktor keberhasilan siswa. Model Double Loop Problem Solving (DLPS) adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama dari timbulnya masalah. Model Double Loop Problem Solving  (DLPS) banyak digunakan untuk menunjang pendekatan pembelajaran yang  mengajak  peserta  didik  untuk  aktif  dalam  kegiatan  belajar mengajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat peningkatan dengan Penerapan Model Double Loop Problem Solving  (DLPS)  Pada  Mata Pelajaran  Sistem  Pencernaan  Manusia. Penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VI di SD Negeri Bukit Tiga Aceh Timur. Sampel yang terpilih sebanyak 29 siswa. Hasil penelitian menunjukan terdapat peningkatan hasil belajar siswa dari penerapan model Double Loop Problem solving (DLPS) pada materi sistem pencernaan pada manusia kelas VI.a di SD Negeri Bukit Tiga Aceh Timur, dapat dilihat dari perhitungan uji peningkatan yaitu peningkatan sebesar 66,43% dengan kriteria tergolong tinggi. Model ini merupakan model pembelajaran pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian penyebab utama dari timbulnya masalah. Sehingga dalam pembelajaran siswa dituntun untuk memikirkan suatu permasalahan semakin mendalam, dengan demikian siswa dapat memahami materi dengan baik.
Pemberdayaan Bidan Desa Dengan Model Promosi Kesehatan Gadhies Untuk Pencegahan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Lama Kota Langsa Malinda, Risnati; Irawan, Dedi; Thahura, Farahdiba; Febriyana, Dinda; Syuhada, Amelia
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 7 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/wuj.v7i2.692

Abstract

Introduction: Conditions in Indonesia based on data from the 2019 Nutrition Status Study of Toddlers in Indonesia (SSGBI) are still relatively high, where the prevalence of stunting is 27.67%. The GADHIES model aims to clarify and facilitate work steps in carrying out health promotion and can complement the shortcomings of each of these models. The purpose of this service is to improve the competence of village midwives in health promotion by empowering the community to use local ingredients in making healthy and nutritious food as an effort to prevent stunting, as well as increase public awareness of the dangers of stunting in children. Method: The implementation of this activity goes through three stages of activities, namely planning, implementation and monitoring evaluation. During the planning, a Focus Group Discussion (FGD) began first between the PKM team, the Puskesmas and village midwives. The implementation of the gadhies model health promotion model training for stunting prevention was carried out for 2 days which was attended by 15 village midwives, with 3 resource persons, lecture methods and interactive discussions using power point media, gadhies model posters, gadhies health promotion pocket books, and also the Gadhies Model Training Module. After carrying out this training activity, the team conducted monitoring and evaluation to see the improvement of midwives' competence on the gadhies model health promotion method. Results: There was a significant increase in midwife's competence in health promotion from 2 (13.3%) during the pretest to 14 (93.3%) during the posttest. There was a significant increase in maternal satisfaction with health promotion services by midwives from 4 (26.7%) to 15 (100%) after midwives received health promotion training on the Gadhies model.