Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN PLANKTON DI SEKITAR AREA PERTAMBAKAN IKAN NILA DI KELURAHAN TAMALANREA JAYA KECAMATAN TAMALANREA KOTA MAKASSAR Hasan, Muliana; Umar, Nur Asia; Dahlifa, Dahlifa
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i2.5092

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis komposisi dan kelimpahan plankton di Sekitar Area Pertambakan Ikan Nila di Kelurahan Tamalanrea Jaya Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Penelitian ini akan dilaksanakan selama kurang lebih 30 hari. Penelitian ini akan dilaksanakan di Sekitar Area Tambak Ikan Nila di Kelurahan Tamalanrea Jaya Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 9 unit percobaan. Parameter kualitas air yang akan di ukur selama penelitian meliputi suhu, Ph, salinitas, DO, Nitrat dan Fosfat. dan diukur hanya satu kali selama penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi plankton di stasiun I (a) Paramecium sp. (36%). Paramecium merupakan protozoa bersila yang umum ditemukan di habitat air tawar. Komposisi plankton distasiun III (c) Paramecium sp. (40%) seperti stasiun I Parmecium sangat dominan di stasiun III. Kelimpahan plankton di stasiun III lebih tinggi dibandingkan dengan stasiun I dan stasiun II di sekitar Area Pertambakan Ikan Nila di Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Hal ini diketahui karena stasiun III memiliki kelimpahan plankton tertinggi dengan angka 4800 individu/L, yang menempatkannya di peringkat pertama dalam hal densitas plankton. The aim of the research is to analyze the composition and abundance of plankton around the Tilapia Fish Farming Area in Tamalanrea Jaya Village, Tamalanrea District, Makassar City. This research will be carried out for approximately 30 days. This research will be carried out around the Tilapia Fish Pond Area in Tamalanrea Jaya Village, Tamalanrea District, Makassar City. The design used in this research was a Completely Randomized Design (CRD), which consisted of 3 treatments and 3 replications so that there were 9 experimental units. Water quality parameters that will be measured during the research include temperature, Ph, salinity, DO, Nitrate and Phosphate. and were measured only once during the study. The results showed that the plankton composition at station I (a) Paramecium sp. (36%). Paramecium is a cross-legged protozoan that is commonly found in freshwater habitats. Plankton composition at station III (c) Paramecium sp. (40%) like station I Parmecium is very dominant in station III. The abundance of plankton at station III is higher compared to station I and station II around the Tilapia Fish Farming Area in Tamalanrea Jaya Village, Tamalanrea District, Makassar City. This is known because station III has the highest abundance of plankton with a figure of 4800 individuals/L, which places it in first place in terms of plankton density.
STUDI PENYEBARAN ANGGUR LAUT Caulerpa racemosa DI PERAIRAN KABUPATEN TAKALAR Kenedi, Jaqueline; Hadijah, Hadijah; Dahlifa, Dahlifa
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 6 No. 1 (2023): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v6i1.3145

Abstract

Anggur laut, atau dikenal sebagai Caulerpa racemosa, adalah salah satu jenis alga hijau yang hidup meluas di beberapa perairan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data tentang pola penyebaran anggur laut di perairan Pantai Puntondo, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Metode pengambilan data menggunakan transek garis sepanjang 100 meter ke arah laut dengan bingkai kuadrat 1 meter, dan setiap kuadrat dibagi menjadi 16 kotak kecil berukuran 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Caulerpa racemosa mendominasi di tiga stasiun penelitian. Stasiun 1 memiliki 663 individu dengan persentase 83%, stasiun 2 dengan 626 individu atau 76%, dan stasiun 3 dengan 139 individu dan persentase 80%. Sedangkan spesies Caulerpa lentillifera juga terdeteksi, tetapi dengan jumlah lebih rendah. Analisis menggunakan Indeks Morisita menunjukkan bahwa pola sebaran Caulerpa racemosa bersifat mengelompok. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh respons terhadap perubahan cuaca dan musim. Penutupan relatif Caulerpa racemosa mencapai nilai tertinggi, yaitu 80%, sementara Caulerpa lentillifera hanya mencapai 20%. Frekuensi relatif Caulerpa racemosa juga lebih tinggi, sebesar 53%, dibandingkan dengan Caulerpa lentillifera sebesar 47%. Penelitian ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang dominansi dan pola penyebaran Caulerpa racemosa di Pantai Puntondo. Hasilnya dapat menjadi dasar untuk pemahaman lebih lanjut tentang ekologi anggur laut dan konservasi sumber daya alam di perairan tersebut. Sea weed, otherwise known as Caulerpa racemosa, are a type of green algae that live widely in several regions of Indonesia. This research aims to collect data about the distribution pattern of sea grapes in the waters of Puntondo Beach, Takalar Regency, South Sulawesi. The data collection method uses a 100 meter line transect towards the sea with a square frame of 1 meter, and each square is divided into 16 small squares measuring 25 cm. The results showed that Caulerpa racemosa dominated at the three research stations. Station 1 has 663 individuals with a percentage of 83%, station 2 with 626 individuals or 76%, and station 3 with 139 individuals and a percentage of 80%. Meanwhile, the Caulerpa lentillifera species was also detected, but in lower numbers. Analysis using the Morisita Index shows that the distribution pattern of Caulerpa racemosa is clustered. This may be influenced by responses to changes in weather and seasons. The relative cover of Caulerpa racemosa reached the highest value, namely 80%, while Caulerpa lentillifera only reached 20%. The relative frequency of Caulerpa racemosa was also higher, at 53%, compared to Caulerpa lentillifera at 47%. This research provides a clearer picture of the dominance and distribution pattern of Caulerpa racemosa on Puntondo Beach. The results can serve as a basis for further understanding of the ecology of sea grapes and conservation of natural resources in these waters.