sutriyaningsih, sutriyaningsih
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nilai-Nilai Pendidikan dan Metode Pembelajaran dalam Tinjauan Al-Qur’an dan Hadits Arifin, Khoirul; Fauzi, Izzal; Sutriyaningsih, Sutriyaningsih; Abburrohman, Abburrohman
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1824

Abstract

Pendidikan dalam perspektif Islam tidak hanya mempertimbangkan aspek kognitif melainkan juga afektif dan psikomotorik yakni terbentuknya akhlak, spiritualitas, dan karakter mulia. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan dan metode pembelajaran yang terkandung dalam Al?Qur’an dan sunnah Hadits, lalu menganalisis relevansinya dengan proses pembelajaran kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) metode kualitatif dengan teknik analisis konten atas ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits pilihan yang mengandung tema pendidikan dan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti keimanan, ketakwaan, keadaban, tanggung jawab, serta kebijaksanaan (hikmah) secara konsisten dipaparkan dalam Al-Qur’an dan hadits sebagai fondasi pendidikan. Sedangkan metode pembelajaran yang muncul meliputi ta’lim (pengajaran), tazkiyah (pembersihan jiwa), tadabbur (renungan), musyahadah (observasi/keteladanan), dialog, dan pengalaman langsung. Pembahasan memperlihatkan bagaimana integrasi nilai-nilai tersebut melalui metode-metode ini dapat memperkaya praktik pendidikan modern, khususnya dalam pembelajaran karakter dan pembelajaran aktif. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam sebagaimana tercermin dalam Al-Qur’an dan hadits menawarkan kerangka holistik yang sangat relevan untuk tantangan pendidikan abad ke-21 dan menyarankan implementasi sistematis dari metode-metode tersebut dalam kurikulum dan praktik pembelajaran.
Implementasi Amaliyah Aswaja Untuk Meningkatkan Sikap Religius Santri Ponpes Raudlatul Ulum 1 Ganjaran Fauzi, Izzal; Arifin, Khoirul; Sutriyaningsih, Sutriyaningsih; Abrori, Muhammad Ali
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk implementasi amaliyah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) serta menganalisis pengaruhnya dalam meningkatkan sikap religius santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan moderat, toleran, dan berakhlakul karimah melalui pembiasaan amaliyah keaswajaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi santri, kiai, dan asatidz yang terlibat langsung dalam pelaksanaan amaliyah Aswaja. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi amaliyah Aswaja di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran diwujudkan melalui kegiatan rutin seperti tahlil, istighosah, sholawatan, burdah, ratibul haddad, wirid harian, pengajian kitab klasik, serta pembiasaan ibadah berjamaah. Nilai-nilai utama Aswaja, yaitu tawassuth (moderasi), tawazun (keseimbangan), tasamuh (toleransi), dan i’tidal (keadilan), terinternalisasi dalam kehidupan santri sehari-hari. Implementasi tersebut berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter religius santri, yang tercermin dalam meningkatnya kedisiplinan ibadah, akhlak mulia, sikap toleran, serta kesadaran sosial. Faktor pendukung implementasi meliputi keteladanan kiai dan asatidz serta dukungan kolaboratif dengan orang tua, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan sarana prasarana dan metode pembelajaran yang belum sepenuhnya inovatif.