Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR TATA BUSANA MATERI TUSUK HIAS MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD SISWA KELAS VII-2 SMP NEGERI 215 JAKARTA BARAT Dyah Kusumawardani
Profesi | Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Vol. 4 No. 2 (2015): Profesi | Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Masyarakat Peduli Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidup diera globalisasi berarti hidup di dunia yang sangat kompetitif. Untuk dapat bertahan dan maju, setiap orang dituntut harus mempunyai nilai tambah berupa keterampilan khusus, tidak terkecuali para siswa SMP. Sedini mungkin mereka dibekali berbagai jenis keterampilan dalam bidang tertentu, salah satunya adalah tata busana. Hal yang menjadi hambatan selama ini dalam pembelajaran tata busana adalah disebabkan kurang dikemasnya pembelajaran Tata Busana dengan metode yang menarik, menantang, dan menyenangkan serta bisa lintas gender. Karena sering kali siswa laki-laki beranggapan bahwa tata busana adalah pelajaran untuk perempuan. Agar pembelajaran Tata Busana menjadi pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM), dapat dilakukan melalui berbagai cara. Salah satu cara yang cukup efektif adalah melalui penerapan model pembelajaran kooperatif dengan tipe STAD (Student Teams Achievment Divisions). Oleh karena itu perlu diadakan penelitian tindakan kelas untuk membuktikan bahwa melalui penerapan pembelajaran kooperatif dengan tipe STAD (Student Teams Achievment Divisions) dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran Tata Busana. Penelitian menghasilkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar dari kondisi awal sampai dengan siklus 1 sebesar 9,62 atau sebesar 13%. Sedangkan peningkatan hasil belajar dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 8,48 atau sebesar 11%. Total peningkatan hasil belajar dari kondisi awal sampai dengan siklus 2 sangat signifikan yaitu sebesar 24%.
Peningkatan Kualitas Tata Kelola Keuangan SMA/SMK MUHAMMADIYAH Studi Kasus pada SMA/SMK Muhammadiyah di Kabupaten Kulonprogo Imamudin Yuliadi; Dyah Kusumawardani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.237 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.520

Abstract

Tata kelola keuangan sekolah merupakan aktifitas penting dalam menciptakan managemansekolah yang berkualitas. Proses pencatatan dan pengadministrasian keuangan sekolah akanmenentukan gerak organisasi sekolah secara keseluruhan. Kegiatan pendampingan prosespencatatan keuangan sekolah SMA/SMK Muhammadiyah di kabupaten Kulonprogomerupakan bagian dari upaya terus menerus untuk mewujudkan tata kelola keuangan sekolahMuhammadiyah yang semakin baik dan akuntabel. Berdasarkan hasil review atas laporankeuangan sekolah SMA/SMK Muhammadiyah di kabupaten Kulonprogo dapat diketahui adabebeapa persoalan keuangan yang dihadapi oleh sekolah-sekolah tersebut. Secara makroditemukan suatu fakta bahwa PWM DIY selaku induk organisasi belum mempunyai standarkeuangan yang dapat menjadi referensi bagi semua sekolah di lingkungan Muhammadiyahuntuk menyusun laporan keuangan. Persoalan lain yang ditemukan adalah masih belummemadainya kompetensi SDM yang mengelola keuangan sehingga ditemui banyakkekurangqn dalam penyusunan laporan keuangan yang memenuhi prinsip keuangan yangtransparan dan akuntabel. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlu disusun standarpencatatan keuangan sekolah di tingkat nasional/propinsi dan perlunya dilakukan pelatihanterhadap SDM pengelola keuangan untuk meningkatkan kompetensi dalam tata kelolakeuangan yang memenuhi prinsip tata kelola keuangan organisasi yang baik (good corporategovernment).