Paham radikalisme di Bogor merupakan suatu fenomena yang masih terjadi, sehingga melatarbelakangi dalam penelitian ini. Ada sebagian masyarakat diantaranya yang setuju dengan khilafah islamiyyah. Selain itu juga, terdapat pondok pesantren yang ditutup karena didapatkan paham radikalisme. Kecamatan Ciomas menjadi salah sau titik lokasi yang dikunjungi MUI dalam rangka penangkalan paham radikalisme. Pencegahan paham radikalisme sudah dilakukan oleh Bhabinkamtibmas, namun masih juga terdapat paham radikalisme yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Sehingga dalam penelitian ini penulis tertarik untuk mendeskripsikan perkembangan paham radikalisme, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi Bhabinkamtibmas untuk mencegah berkembangnya paham radikalisme, dan menganalisis peran Bhabinkamtibmas untuk mencegah berkembangnya paham radikalisme. Dalam menganalisis, penulis menggunakan teori dan konsep, diantaranya Teori Peran, Teori Komunikasi, Teori Manajemen, Konsep Bhabinkamtibmas, Konsep Radikalisme, dan Konsep Struktural Fungsionalisme. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analitif, memberikan data-data deskriptif berupa kata-kata secara lisan yang disampaikan oleh sumber primer pada saat dilakukan wawancara, dengan demikian dapat dilakukan penggalian permasalahan secara mendalam. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) perkembangan paham radikalisme pada kelompok terduga teroris, mahasiswi menikah dengan mantan tentara syria, dan Organisasi Kemasyarakatan radikal; (2) faktor-faktor yang mempengaruhi diantaranya sumber daya manusia, anggaran, sarana dan prasarana, metode Bhabinkamtibmas, peranserta masyarakat, kerjasama dan koordinasi serta komunikasi sosial; (3) peran Bhabinkamtibmas untuk mencegah berkembangnya paham radikalisme masih berperan partisipasif. Dari hasil penelitian maka penulis menyarankan kepada Bhabinkamtibmas untuk menggunakan brosur dalam penyampaian pesan kamtibmas. Adapun saran kepada Kasat Binmas untuk diadakan pelatihan kemampuan Bhabinkamtibmas seperti psikologi massa dan komunikasi sosial, agar kebijakan pimpinan disesuaikan dukungan operasional, dan pengadaan kendaraan bermotor roda dua. Kata Kunci : Peran, Bhabinkamtibmas, Radikalisme