Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DALAM PEMILIHAN PENYEDIA LAYANAN INTERNET Mancino, Jessyca A.; Tutuhatunewa, Alfredo; Poceratu, Imelda Ch.
ALE Proceeding Vol 7 (2025): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.7.2025.161-165

Abstract

Penyedia layanan internet saat ini menawarkan layanan yang beragam kepada konsumen, dengan berbagai pilihan yang sering kali membingungkan. Pemilihan penyedia layanan internet yang tepat sangat penting untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan akan konektivitas yang andal dan berkualitas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memilih penyedia layanan internet yang paling banyak dipilih berdasarkan kebutuhan dan kriteria yang diinginkan konsumen. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penggunaan metode AHP memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih terstruktur, karena AHP mempertimbangkan berbagai kriteria dan sub-kriteria secara hierarkis. Penelitian ini dilakukan terhadap mahasiswa aktif program studi Teknik Industri, dengan pengambilan sampel sebanyak 30 mahasiswa, secara non-probabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria yang menjadi prioritas dalam pemilihan penyedia layanan internet adalah Promo. Sementara, Kartu SimPATI menjadi alternatif pilihan bagi para pengguna internet dibandingkan IM3 dan Kartu AS. Dengan kata lain, Kartu SimPATI lebih memenuhi kriteria pemilihan penyedia layanan internet pilihan konsumen.
Formasi karakter sebagai praksis pemulihan: Model pembinaan Kristiani bagi anak penyintas kekerasan seksual Poceratu, Imelda Ch.; Lesilolo, Herly J.; Patty, Febby N.
KURIOS Vol. 11 No. 3: Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i3.1379

Abstract

Child sexual violence remains a pervasive global crisis that inflicts profound trauma on its survivors. Christian educational institutions have generally responded through either purely psychological interven-tions or moralistic-imperative approaches, both of which leave a significant theological deficit. This article aims to construct a distinctively Christian model of character formation for child survivors of sexual violence, grounded in the praxis of recovery. Employing a constructive-theological method with pastoral-hermeneutical analysis, this study engages the works of Hauerwas, Jones, Moltmann, Volf, and Rambo to develop an inte-grative framework. The article argues that authentic character formation for survivors must proceed through four interconnected dimensions: a pastoral-theological understanding of trauma, a Christomorphic reconceptualization of virtue, a narrative-embodied recovery praxis, and an eccle-sial community as a therapeutic-restorative space. This framework offers a transformative alternative that honors both the survivor’s wound and their teleological calling toward wholeness in Christ.   Abstrak Kekerasan seksual terhadap anak merupakan krisis global yang menimbulkan trauma mendalam bagi para penyintasnya. Institusi pendidikan Kristiani umumnya merespons melalui intervensi psikologis murni atau pendekatan moralistik-imperatif, yang keduanya menyisakan defisit teologis signifikan. Artikel ini bertujuan mengonstruksi model pembinaan karakter yang khas Kristiani bagi anak penyintas kekerasan seksual, yang berakar pada praksis pemulihan. Menggunakan metode teologis-konstruktif dengan analisis pastoral-hermeneutis, studi ini mendialogkan karya Hauerwas, Jones, Moltmann, Volf, dan Rambo untuk mengembangkan kerangka integratif. Artikel ini berargumen bahwa formasi karakter yang autentik bagi penyintas harus bergerak melalui empat dimensi yang saling terhubung: pemahaman pastoral-teologis tentang trauma, rekonseptualisasi kebajikan yang kristomorfis, praksis pemulihan yang naratif-embodied, dan komunitas iman sebagai ruang terapeutik-restoratif. Kerangka ini menawarkan alternatif transformatif yang menghormati luka penyintas sekaligus panggilan teleologis mereka menuju keutuhan dalam Kristus.