Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Strategi Manajemen Kas, Diversifikasi Portofolio, dan Volatilitas Suku Bunga Terhadap Keputusan Investasi Surat Berharga Bandiah, Andini Putri; Mahesa, Mahesa; Irsyani, Faiqotun Nikmah; Zoe, Hana Putri; Pandin, Maria Yovita R.
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i2.847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana strategi manajemen kas, diversifikasi portofolio, dan volatilitas suku bunga terhadap keputusan investasi surat berharga, terutama perusahaan agro pangan yang tercantum di Bursa Efek Indonesia selama rentang waktu 2021-2024. Keputusan untuk berinvestasi merupakan elemen kunci dalam pengelolaan keuangan karena berkaitan dengan penentuan alokasi dana jangka panjang yang dapat memengaruhi nilai perusahaan secara keseluruhan. Kami memanfaatkan data sekunder dari laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia dan suku bunga Bank Indonesia. Metode analisis yang digunakan bersifat kuantitatif dengan tujuan menguji hubungan antar variabel. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan manajer keuangan, untuk membantu pengambilan keputusan investasi yang mempertimbangkan keseimbangan antara risiko dan potensi imbal hasil, serta memberikan wawasan strategis bagi perusahaan dalam merancang kebijakan investasi yang lebih optimal di pasar keuangan.   This study aims to evaluate the extent to which cash management strategies, portfolio diversification, and interest rate volatility affect investment decisions for securities, especially agro-food companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2021-2024 period. The decision to invest is a key element in financial management because it is related to determining the allocation of long-term funds that can affect the overall value of the company. We utilize secondary data from financial reports on the Indonesia Stock Exchange and Bank Indonesia interest rates. The analysis method used is quantitative with the aim of testing the relationship between variables. These findings are expected to be a reference for financial managers, to help make investment decisions that consider the balance between risk and potential returns, and provide strategic insights for companies in designing more optimal investment policies in the financial market.
MONITORING EVALUASI EFEK SAMPING OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG MAHESA, MAHESA; Permanasari, Ike Maya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49963

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Penggunaan obat antihipertensi berpotensi menimbulkan Efek Samping Obat (ESO) yang dapat memengaruhi kepatuhan pasien dan kualitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dugaan ESO pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang serta mengetahui obat penyebab, bentuk manifestasi, obat penanganan, riwayat, dan kesudahan ESO. Penelitian menggunakan desain non-eksperimental deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi periode Januari–Desember 2024, Jumlah sampel yang digunakan adalah 20 pasien yang memenuhi ketentuan inklusi serta eksklusi. Data dikumpulkan dari rekam medis dan formulir Monitoring Efek Samping Obat (MESO), kemudian dianalisis secara deskriptif univariat untuk menggambarkan karakteristik pasien dan distribusi ESO. Hasil penelitian menunjukkan ESO paling banyak dikaitkan dengan Amlodipin (40%), diikuti Ramipril (15%), Spironolactone (15%), Lisinopril (10%), dan Captopril (10%). Manifestasi ESO yang sering muncul adalah pusing dan sakit kepala (35%), disusul keluhan sesak napas, nyeri dada, batuk, dan reaksi kulit. Sebagian besar pasien (80%) tidak diberikan terapi tambahan untuk mengatasi ESO, sementara sebagian kecil memperoleh Paracetamol (15%) atau Ondansetron (5%). Riwayat ESO sebelumnya hanya ditemukan pada 20% pasien, dan seluruh kasus (100%) dinyatakan sembuh. Amlodipin merupakan obat yang paling sering dikaitkan dengan ESO pada pasien hipertensi di rumah sakit ini. Monitoring efek samping obat perlu ditingkatkan melalui pencatatan yang lebih lengkap serta keterlibatan apoteker klinis agar keselamatan pasien dan keberhasilan terapi dapat terjamin.