Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Penggunaan obat antihipertensi berpotensi menimbulkan Efek Samping Obat (ESO) yang dapat memengaruhi kepatuhan pasien dan kualitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dugaan ESO pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang serta mengetahui obat penyebab, bentuk manifestasi, obat penanganan, riwayat, dan kesudahan ESO. Penelitian menggunakan desain non-eksperimental deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi periode Januari–Desember 2024, Jumlah sampel yang digunakan adalah 20 pasien yang memenuhi ketentuan inklusi serta eksklusi. Data dikumpulkan dari rekam medis dan formulir Monitoring Efek Samping Obat (MESO), kemudian dianalisis secara deskriptif univariat untuk menggambarkan karakteristik pasien dan distribusi ESO. Hasil penelitian menunjukkan ESO paling banyak dikaitkan dengan Amlodipin (40%), diikuti Ramipril (15%), Spironolactone (15%), Lisinopril (10%), dan Captopril (10%). Manifestasi ESO yang sering muncul adalah pusing dan sakit kepala (35%), disusul keluhan sesak napas, nyeri dada, batuk, dan reaksi kulit. Sebagian besar pasien (80%) tidak diberikan terapi tambahan untuk mengatasi ESO, sementara sebagian kecil memperoleh Paracetamol (15%) atau Ondansetron (5%). Riwayat ESO sebelumnya hanya ditemukan pada 20% pasien, dan seluruh kasus (100%) dinyatakan sembuh. Amlodipin merupakan obat yang paling sering dikaitkan dengan ESO pada pasien hipertensi di rumah sakit ini. Monitoring efek samping obat perlu ditingkatkan melalui pencatatan yang lebih lengkap serta keterlibatan apoteker klinis agar keselamatan pasien dan keberhasilan terapi dapat terjamin.