Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Tepung Sagu Sebagai Media Alternatif Untuk Optimasi Pertumbuhan Khamir Saccharomyces Cerevisiae Latupeirissa, Yunita; Ferdinandus, Meske
Indonesian Journal of Laboratory Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v8i2.97795

Abstract

 Pohon sagu merupakan tanaman yang tumbuh subur di daerah berrawa dan awalnya ditemukan di kawasan Indonesia Timur yaitu wilayah Maluku dan Papua. Tanaman ini telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia seperti Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan, dan Sulawesi. Sagu diolah oleh masyarakat sebagai bahan makanan pokok dan jajanan dalam berbagai variasi, bahkan kini terus dikembangkan dalam industri pangan maupun mikrobiologi pangan. Sagu memiliki kandungan energi atau karbohidrat tinggi dalam pati sagu,sehingga dapat digunakan sebagai medium tumbuh kapang dan jamur. Tepung sagu dengan bahan tambahan urea dan KHPO4 diuji sebagai medium tumbuh dan media fermentasi khamir Saccharomyces cerevisiae Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media alternatif yang baik untuk pertumbuhan sel khamir yaitu perlakuan P5 dengan komposisi urea 0,1% dan KHPO4 1%. Khamir Saccharomyces yang tumbuh pada media alternatif P5 menunjukkan pertumbuhan pada masa inkubasi 7 hari dengan jumlah sel 3,6 x 105 cfu/ml dan jumlah sel menurun menjadi 1,46 x 105 pada masa inkubasi 14 hari. Uji fermentasi  menggunakan media tepung sagu perlakuan P5 tidak menghasilkan kadar alkohol yang tinggi yaitu hanya berkisar 6,5% sampai 7% dengan waktu inkubasi 5 sampai 14 hari. Tepung sagu dapat dipakai sebagai medium tumbuh khamir Saccharomyces dengan bahan tambahan urea dan KHPO4 maupun tanpa bahan tambahan meskipun masa inkubasi lebih lama sampai 14 hari. 
The effect of solvent type and extract concentration of Caulerpa racemosa on its antibacterial activity against acne-causing bacteria: The effect of solvent type and extract concentration of Caulerpa racemosa on its antibacterial activity against acne-causing bacteria Ferdinandus, Meske; Moniharapon, Trijunianto; Setha, Beni
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 12 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(12)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/4e4pgv46

Abstract

Acne is a common skin disorder, particularly among adolescents and young adults, with Cutibacterium acnes and Staphylococcus aureus being the main causative bacteria. Conventional antibiotic treatments often lead to resistance, highlighting the need for natural alternatives to antibiotics. This study aimed to determine the effectiveness of Caulerpa racemosa extract as an antibacterial agent against C. acnes and S. aureus, the primary acne-causing bacteria, with a particular focus on the influence of solvent type (methanol and ethyl acetate) and solvent concentration (95%, 75%, 55%, and 35%) on the resulting antimicrobial activity. The extracts were prepared by maceration and screened for phytochemical constituents. The antibacterial activity was tested using the Kirby-Bauer disc diffusion method. The results showed that the methanol extract produced higher yields and greater inhibition zones compared to ethyl acetate, averaging 12.63 mm against C. acnes and 12.94 mm against S. aureus. The bacterial inhibition zone increased significantly with an increase in the extract concentration, and at a concentration of 95%, the inhibition zone reached 15.37 mm against C. acnes and 14.12 mm against S. aureus. Phytochemical analysis revealed the presence of flavonoids, phenolics, tannins, saponins, alkaloids, terpenoids, and steroids, which contributed to the antibacterial activity. This study concludes that C. racemosa, particularly its methanol extract, exhibits significant potential as a natural source of active compounds for topical anti-acne formulations and may serve as a safe alternative to conventional antibiotics in addressing bacterial resistance.