Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN HOTEL TRANSIT SYARIAH MEDAN ADIKO, RIDHO GILANG; Saniah, Nurul
JURNAL AKUNTANSI DAN INVESTASI Vol 5, No 2 (2020): AKTIVA
Publisher : Fakultas Ekonomi, Program Studi Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35835/aktiva.v5i2.911

Abstract

This research was conducted to see the effect of accounting information systems and work motivation on employee performance at the hotel transit syariah Medan.. The population in this study amounted to 32 people consisting of all employees of the hotel transit syariah Medan.The data collection technique in this study was conducted using a questionnaire distributed to respondents. The analysis technique used in this research is multiple linear regression analysis techniques.The results of the analysis obtained from this study, it is known that the results of the t test for variable X1 show that the accounting information system has no effect on employee performance, and for X2 it is found that work motivation has an effect on employee performance. For the F test, the results show that the accounting information system variables and work motivation simultaneously affect the performance of the employees of the hotel transit syariah Medan. The amount of the Adjusted R Square coefficient of determination obtained is 81.9%..  
Komunikasi Sosial BP4 (Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan) dalam Mencengah Pernikahan Usia Muda di Kecamatan Kualuh Hilir Saniah, Nurul
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : STISIPOL Raja Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56552/jisipol.v4i2.102

Abstract

Marriage is a means of embodiment of affection between a woman and a man. It is different if a young marriage is more likely to cause many problems in building a household. Social communication is one of the communications carried out by a group of people in socializing BP4 activities. BP4, which was formerly under the auspices of the ministry of religion, and has now been replaced by the ministry of religion, is a non-political organization from the central to the village level that is tasked with dealing with social problems such as divorce, divorce, reconciliation, and young marriages, especially those in Kualuh Hilir District.The purpose of this study was to find out the activities carried out by BP4 in middle age marriages in Kualuh Hilir District.The method used in this study is a qualitative method which emphasizes research conducted by interviews and direct observation of research subjects. After conducting this research, it is hoped that BP4 can prevent young marriages in the Kualuh Hilir District. In addition, BP4 also has a very important role in society because many of the activities carried out by BP4 have a positive impact on society, especially in preventing young marriages. In preventing young marriages, social communication is carried out by BP4 through activities in the community such as giving religious lectures, seminars, sakinah family competitions, and counseling. This activity is expected to have a positive impact on society.
Pelatihan Komunikasi Intrapersonal, Komunikasi Interpersonal, dan Komunikasi Organisasi Pada Siswa Di SMK Swasta PAB 1 Helvetia Medan Lestari, Indah; Saniah, Nurul; Arrasid, Muhammad Fauzan
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v3i2.253

Abstract

Pada era digital dan globalisasi saat ini, perkembangan teknologi telah mengubah cara kita berkomunikasi. Internet, media sosial dan perangkat komunikasi modern lainnya telah membuka peluang baru dalam berkomunikasi, tetapi juga membawa tantangan baru dalam berkomunikasi,  tetapi juga membawa tantangan baru dalam hal pemahaman dan penguasaan berbagai jenis komunikasi. Oleh karena itu, penelitian dan pembelajaran yang lebih mendalam tentang jenis-jenis komunikasi sangat relevan dan penting untuk pemahaman dan kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan.Komunikasi intrapersonal adalah proses komunikasi internal yang terjadi dalam diri individu. Ini melibatkan pemikiran, refleksi, dan dialog batin yang mempengaruhi cara individu memproses informasi, mengelola emosi, dan membuat keputusan. Komunikasi interpersonal adalah pertukaran informasi antara individu-individu dalam berbagai konteks, termasuk dalam hubungan pribadi, keluarga, pertemanan, dan interaksi sosial. Komunikasi organisasi adalah aliran informasi dalam konteks struktur organisasi dan peran serta dalam mencapai tujuan organisasi. Dampak teknologi terhadap komunikasi, teknologi dan media sosial telah mengubah cara komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal dan komunikasi organisasi berlangsung dalam era digital.Tujuan Pengabdian masyarakatini untuk memberikan pelatihan dan penyampaian materi tentang komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, komunikasi organisasi. Metode yang digunakan adalah pelatihan pada siswa-siswi SMK PAB 1 Helvetia sehingga dapat mempraktekkan komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal dan komunikasi organisasi. Hasil dari adanya program ini dapat juga dilihat dari meningkatnya kemampuan pada siswa-siswi SMK PAB 1 Helvetia dalam berkomunikasi dengan guru, teman sekelas, keluarga, dan di lingkungan masyarakat.
Pola Komunikasi Pernikahan Antar Suku di Kecamatan Kualuh Hilir (Studi Kasus Suku Batak dan Jawa) Saniah, Nurul; Firdaus, Firdayanti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.8059

Abstract

Sejak lahir kita tidak bisa hidup sendiri untuk mempertahankan hidup pasti membutuhkan orang lain dalam kehidupan kita. Komunikasi merupakan kunci utama untuk memupuk hubungan dan bersilaturrahmi dengan orang lain. Melalui pernikahan mempersatukan dua insan yang awalnya belum kenal satu sama lain menjadi sebuah keluarga. Pilihan orang lain dalam memilih calon pasangan hidupnya berbeda-beda ada yang satu suku, dan ada yang berbeda suku. Bagi yang menikah beda suku menyatukan adat tersebut adalah bukan hal yang sangat mudah. Dibutuhkan komunikasi yang baik antar kedua calon pasangan. Tidak hanya kedua calon pasangan, kedua belah pihak keluarga juga harus bisa bersatu untuk tujuan yang sama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui.pola komunikasi yang dilakukan pasangan yang melangsungkan pernikahan dengan beda suku, yaitu antara suku Batak dan suku Jawa di Kecamatan Kualuh Hilir. Banyak rangkaian acara pernikahan adat yang dilangsungkan kedua pasangan pengantin yang berbeda suku tersebut yang semua membutuhkan komunikasi yang baik antara keduanya. Rangkaian acara dua adat pernikahan tersebut bisa berlangsung apabila kedua pasangan tersebut saling mengerti dan paham akan adat yang dijalankan keduanya. Pentingnya penelitian ini adalah sebelum melangsungkan pernikahan beda suku sebaiknya berdiskusi terlebih dahulu antara kedua keluarga, agar bisa beradaptasi dan saling memahami adat dan kebiasaan setiap pasangan setelah menikah.
Problematika Kenakalan Remaja dan Cara Mengatasinya di MAS YPI Batang Kuis Saniah, Nurul; Lestari, Indah; Karokaro, Mutiara Rhamadani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 2 (2023): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1339.034 KB) | DOI: 10.59837/jpmba.v1i2.7

Abstract

Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui pengaruh kenalan remaja terhadap anak dan dampak negatif dari kenakalan remaja. Masa remaja adalah masa-masa perubahan dari bayi, balita, anak-anak, dan remaja. Masa remaja ini ditandai dengan beberapa hal diantaranya adanya pubertas. Bagi seorang wanita ditandai dengan haid pertamanya payudara mulai mengalami perubahan, pinggul juga sudah terbentuk dan lain sebagainya, dan laki-laki ditandai dengan mimpi basah, suara berubah, rambut mulai tumbuh di bagian-bagian tertentu. Banyak hal yang terjadi di masa-masa remaja, baik itu bagi wanita maupun bagi laki-laki. Perubahan itu juga bisa berdampak positif maupun negatif. Dampak positif dari masa-masa remaja adalah dengan menghasilkan karya-karya, keterampilan dan karya seni. Sedangkan dampak negatifnya salah satunya adalah kenakalan remaja, pergaulan bebas, kecanduan narkoba dan lain-lain. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penjelasan dan tanya jawab secara langsung kepada siswa siswi MAS YPI Batang Kuis mengenai kenakalan remaja dan cara mengatasinya. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah setelah penjelasan kepada siswa siswi diharapkan mereka mengetahui problematika kenakalan remaja dan cara mengatasinya, meningkatnya motivasi siswa siswi dalam mengetahui hal-hal yang bermanfaat yang dapat dilakukan pada masa remaja, beberapa  siswa siswi telah menerapkan hal-hal positif yang harus dilakukan pada masa remaja
Pelatihan Komunikasi Intrapersonal, Komunikasi Interpersonal, dan Komunikasi Organisasi Pada Siswa Di SMK Swasta PAB 1 Helvetia Medan Lestari, Indah; Saniah, Nurul; Arrasid, Muhammad Fauzan
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v3i2.253

Abstract

Pada era digital dan globalisasi saat ini, perkembangan teknologi telah mengubah cara kita berkomunikasi. Internet, media sosial dan perangkat komunikasi modern lainnya telah membuka peluang baru dalam berkomunikasi, tetapi juga membawa tantangan baru dalam berkomunikasi,  tetapi juga membawa tantangan baru dalam hal pemahaman dan penguasaan berbagai jenis komunikasi. Oleh karena itu, penelitian dan pembelajaran yang lebih mendalam tentang jenis-jenis komunikasi sangat relevan dan penting untuk pemahaman dan kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan.Komunikasi intrapersonal adalah proses komunikasi internal yang terjadi dalam diri individu. Ini melibatkan pemikiran, refleksi, dan dialog batin yang mempengaruhi cara individu memproses informasi, mengelola emosi, dan membuat keputusan. Komunikasi interpersonal adalah pertukaran informasi antara individu-individu dalam berbagai konteks, termasuk dalam hubungan pribadi, keluarga, pertemanan, dan interaksi sosial. Komunikasi organisasi adalah aliran informasi dalam konteks struktur organisasi dan peran serta dalam mencapai tujuan organisasi. Dampak teknologi terhadap komunikasi, teknologi dan media sosial telah mengubah cara komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal dan komunikasi organisasi berlangsung dalam era digital.Tujuan Pengabdian masyarakatini untuk memberikan pelatihan dan penyampaian materi tentang komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, komunikasi organisasi. Metode yang digunakan adalah pelatihan pada siswa-siswi SMK PAB 1 Helvetia sehingga dapat mempraktekkan komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal dan komunikasi organisasi. Hasil dari adanya program ini dapat juga dilihat dari meningkatnya kemampuan pada siswa-siswi SMK PAB 1 Helvetia dalam berkomunikasi dengan guru, teman sekelas, keluarga, dan di lingkungan masyarakat.
DAMPAK KOMUNIKASI POSITIF DAN NEGATIF PADA REMAJA DI ERA PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL Saniah, Nurul
Journal Of Law And Social Society Vol. 2 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/jolasos.v2i1.254

Abstract

In the use of social media for all groups is very diverse. Social media has a great impact on its users. Social media is used to communicate, get information, express themselves and so on. The use of social media can cause positive and negative communication in adolescents. The impact of positive communication in adolescents can connect with family even though the distance between the two is far. In addition, social media is a source of information that is broad and easy to access wherever we are. Teenagers can learn various current news topics to school information. Providing space for teenagers to express themselves and show their talents through various visual, audio-visual and written content. The impact of negative communication on excessive use of social media can increase the risk of depression, anxiety, and sleep disorders. Social pressure that can compare yourself to others on social media. Increasing cyberbulling, body shaming, and online fraud. In addition, the use of social media becomes a dependency and addiction so that many teenagers spend their time using social media so that it hinders learning, working and interacting directly with others. The purpose of writing this scientific article is to determine the impact of positive and negative communication on adolescents, especially adolescents who are still in school.
Pelatihan Komunikasi Satu Arah, Komunikasi Dua Arah dan Komunikasi Transaksional Pada Siswa Di SMK Negeri 14 Medan Lestari, Indah; Saniah, Nurul; Balqis, Sabina
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i1.491

Abstract

Komunikasi satu arah adalah bentuk komunikasi dimana informasi hanya mengalir dari pengirim ke penerima tanpa adanya umpan balik langsung. Komunikasi ini bersifat pasif bagi penerima, yang hanya menerima pesan tanpa bisa merespon secara langsung. Komunikasi dua arah adalah bentuk komunikasi yang melibatkan proses pertukaran informasi antara pengirim dan penerima, dimana kedua belah pihak dapat berperan secara aktif. Komunikasi transaksional adalah bentuk komunikasi yang dinamis, dimana pengirim dan penerima saling mempengaruhi satu sama lain dalam proses komunikasi. Dalam model ini, kedua belah pihak berperan secara simultan sebagai pengirim dan penerima.Tujuan Pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pelatihan dan penyampaian materi tentang komunikasi satu arah, komunikasi dua arah, komunikasi transaksional. Metode yang digunakan adalah pelatihan pada siswa-siswi SMK Negeri 14 Medan sehingga dapat mempraktekkan komunikasi satu arah, komunikasi dua arah dan komunikasi transaksional. Hasil dari adanya program ini dapat juga dilihat dari bertambahnya pengetahuan tentang komunikasi satu arah, komunikasi dua arah dan komunikasi transaksional pada siswa-siswi SMK Negeri 14 Medan dalam berkomunikasi dengan guru, teman sekelas, keluarga, dan dilingkungan masyarakat. Beberapa faktor yang mendukung terlaksananya kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah besarnya minat dan antuasisme siswa selama kegiatan. Sehingga kegiatan berlangsung dengan lancar dan efektif. Sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu pelatihan.
Pelatihan Komunikasi Verbal dan non verbal di SMA Swasta Bunga Bangsa Saniah, Nurul; Lestari, Indah; Alwi, Roibil
Indonesian Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 1 (2024): (September) Indonesian Journal of Community Engagement
Publisher : PT. Altaf Publishing Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70895/ijce.v1i1.3

Abstract

Experts assess that communication is a very important need for a person in social life. Which encourages humans to communicate with other humans. Through communication, humans can find out what is happening around them, and with communication, humans can develop knowledge obtained from information about the surrounding environment. Communication does not only use words in delivery, but communication can also use sign language. In everyday life we often see people communicating using verbal and non-verbal communication. Verbal communication is communication that is conveyed using language both orally and in writing. Meanwhile, non-verbal communication is communication with signals such as body movements and facial expressions. Verbal and non-verbal communication can be used at the same time, because when we convey communication to other people using words and language we also use body language to further clarify what we are saying. This is different from communicating with people who cannot speak, we have to use sign language and body movements so that the person understands what we are demonstrating. For example, in special schools (SLB). On this occasion the author will carry out a presentation to the community with the theme "Verbal and non-verbal communication training at Bunga Bangsa Private High School. The aim of this community service is to understand the forms and functions of verbal and non-verbal communication.
Pelatihan Komunikasi Satu Arah, Komunikasi Dua Arah dan Komunikasi Transaksional Pada Siswa Di SMK Negeri 14 Medan Lestari, Indah; Saniah, Nurul; Balqis, Sabina
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i1.491

Abstract

Komunikasi satu arah adalah bentuk komunikasi dimana informasi hanya mengalir dari pengirim ke penerima tanpa adanya umpan balik langsung. Komunikasi ini bersifat pasif bagi penerima, yang hanya menerima pesan tanpa bisa merespon secara langsung. Komunikasi dua arah adalah bentuk komunikasi yang melibatkan proses pertukaran informasi antara pengirim dan penerima, dimana kedua belah pihak dapat berperan secara aktif. Komunikasi transaksional adalah bentuk komunikasi yang dinamis, dimana pengirim dan penerima saling mempengaruhi satu sama lain dalam proses komunikasi. Dalam model ini, kedua belah pihak berperan secara simultan sebagai pengirim dan penerima.Tujuan Pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pelatihan dan penyampaian materi tentang komunikasi satu arah, komunikasi dua arah, komunikasi transaksional. Metode yang digunakan adalah pelatihan pada siswa-siswi SMK Negeri 14 Medan sehingga dapat mempraktekkan komunikasi satu arah, komunikasi dua arah dan komunikasi transaksional. Hasil dari adanya program ini dapat juga dilihat dari bertambahnya pengetahuan tentang komunikasi satu arah, komunikasi dua arah dan komunikasi transaksional pada siswa-siswi SMK Negeri 14 Medan dalam berkomunikasi dengan guru, teman sekelas, keluarga, dan dilingkungan masyarakat. Beberapa faktor yang mendukung terlaksananya kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah besarnya minat dan antuasisme siswa selama kegiatan. Sehingga kegiatan berlangsung dengan lancar dan efektif. Sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu pelatihan.