This Author published in this journals
All Journal Extrapolasi
Dewi Kurnia Sari, Firta Riyanti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS RESIKO KONSTRUKSI SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM UMBULAN Dewi Kurnia Sari, Firta Riyanti
EXTRAPOLASI Vol 7 No 02 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v7i02.969

Abstract

Proyek SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Umbulan merupakan proyek prioritas  Pemerintah  yang terdapat dalam MP3EI dengan  masa konsesi berlangsung selama 25 tahun. Jangka waktu yang panjang ini akan menimbulkan banyak resiko, karena kondisi yang “uncertainty”.  Masing-masing resiko tersebut spesifik dan kompleks. Resiko dalam bidang konstruksi itu sendiri sangat beragam dan kompleks dan diperlukan analisa resiko secara detail. Resiko dalam bidang konstruksi sangat berpengaruh terhadap kesuksesan kerjasama. Penelitian ini bertujuan untuk mencari urutan tingkat resiko, serta menentukan metode konstruksi yang tepat untuk pemasangan pipa transmisi SPAM Umbulan.  Penelitian dilakukan dengan analisa kuantitatif dengan menggunakan purposive sampling yaitu pada personil yang terlibat langsung pada pemasangan SPAM. Berdasarkan model yang dikembangkan dari teori yang relevan dengan melakukan pengujian atas model dengan menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) berbasis AMOS. Analisa kualitatif digunakan untuk menentukan metode pemasangan pipa sesuai dengan kondisi lebar jalan yang ada. Metode pemasangan pipa dibedakan menjadi 3 metode sesuai dengan konsisi lahan, yaitu  metode open trench, metode microtunnel dan metode pipe bridge.  Dengan menggunakan analisa Confirmatory Factor Analysis pada metode open trench diperoleh bahwa resiko tertinggi terdapat pada variabel kondisi lahan dengan loading factor 0.937, pada metode microtunnel  diperoleh bahwa resiko tertinggi terdapat pada variabel teknik dan konstruksi dengan loading factor 0,963, sedangkan pada metode pipe bridge  diperoleh resiko tertinggi terdapat pada variabel peralatan  dengan loading factor 0,926. Pada penggalian Tipe A dan Tipe B dilakukan dengan menggunakan alat berat sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan dengan biaya yang lebih rendah. Sedangkan pada penggalian Tipe C dengan cara manual membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan alat, dan karena lamanya proses tersebut mengakibatkan biaya yang lebih besar.Kata kunci: Resiko konstruksi, metode konstruksi.