Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan sangat strategis, hal ini tercermin dari pesatnya pembangunan dikawasan wilayah ini. Dari tahun ke tahun pembangunan industri dan pemukiman sangat dominant, sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan tata guna lahan (land use) yang sangat berarti bagi sistem pengaliran air. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis rencana pembangunan proyek “Dam†di daerah aliran sungai (DAS) kali Buntung dengan menggunakan standar pembebanan biaya yang paling efisien, sesuai dengan metode pembebanan biaya dengan menggunakan analisis “Activity Based Costingâ€, Untuk menganalisis rencana pembangunan proyek “Dam†di daerah aliran sungai (DAS) kali Buntung dengan menggunakan analisis biaya manfaat (Cost Benefit Analysis) dalam pengambilan keputusan proyek, dan untuk mengetahui apakah proyek pembangunan “Dam†di kali Buntung dapat efektif digunakan untuk pengendalian banjir di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan populasi adalah sepanjang daerah aliran sungai (DAS) di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis pembebanan biaya berdasarkan metode â€activity based costing†(ABC), analisis biaya dan manfaat untuk perencanaan proyek pengendali banjir. Hasil dari penelitian ini adalah keputusan pembangunan 1 (satu) buah DAM pada tahun 2010, maka dapat melakukan penghematan dari PAD Kabupaten Sidoarjo sebesar :  Rp 799,124,507,943.89 -2,914,352,597.95,-. = Rp 796,210,155,345.94,-, dengan hasil NPV proyek pembangunan 1 (satu) buah DAM yang > 0, maka keputusan pembangunan proyek 1 (satu) buah DAM di DAS Kali Buntung Sidoarjo dapat diterima, Dengan melihat besarnya tingkat efektivitas biaya sebesar 97,34%, maka dapat disimpulkan bahwa keputusan investasi dengan proyek 1 (satu) Dam dapat memberikan manfaat yang cukup besar terhadap pengendalian banjir pada DAS Kali Buntung selama prediksi tahun 2010 sampai dengan 2013.Kata kunci : Efisien, Bemanfaat (Net Present Value) dan Efektif