This Author published in this journals
All Journal Extrapolasi
Ariawarman, Rounaz Perdana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Extrapolasi

ANALISIS KELAYAKAN PEMBANGUNAN GEDUNG SERBAGUNA DI KOTA LAMONGAN Ariawarman, Rounaz Perdana
EXTRAPOLASI Vol 7 No 02 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v7i02.970

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan : (1) nilai investasi dan waktu pengelolaan yang layak,  (2) mendapatkan harga sewa ruang Gedung Serbaguna, (3) mendapatkan lama waktu kerjasama yang paling optimal dengan pihak investor dengan menggunakan sistem kerjasama Build – Operate – Transfer (BOT). Setelah dilakukan analisis didapatkan bahwa Proyek pembangunan Gedung Serbaguna memerlukan dana investasi sebesar Rp 45.082.490.000. Dengan asumsi nilai yang diharapkan 8% per tahun,  inflasi 6,5% per tahun, serta lama investasi 20 tahun, maka didapatkan kelayakan waktu pengembalian nilai investasi selama 17 tahun 7 bulan. Nilai NPV > 0 yaitu sebesar Rp 8.110.306.740, nilai tingkat pengembalian investasi (IRR) sebesar 9,52%, BEP usaha penyewaan Gedung Serbaguna terjadi pada tahun ke 6 lebih 6 bulan, tepatnya pada tahun 2019. (2) Biaya sewa yang optimal untuk setiap jam adalah Rp 1.350.000, suku bunga per bulan dalam investasi Pembangunan Gedung Serbaguna di Kota Lamongan adalah sebesar 0,79%. (3) Waktu kerjasama dengan pihak investor pembangunan Gedung Serbaguna Lamongan dengan menggunakan sistem kerjasama Build – Operate – Transfer (BOT). Berdasarkan nilai Payback Period (PBP) dari usaha Gedung Serbaguna adalah 17 tahun 7 bulan, lebih cepat dibandingkan dengan masa investasi 20 tahun. Hal ini menjelaskan bahwa usaha Gedung Serbaguna ini layak untuk dijalankan, karena pengembalian investasi dibuktikan dari nilai PBP lebih cepat dari umur proyek yang direncanakan.Kata kunci : Gedung Serbaguna,  kelayakan investasi, Build Operate Transfer