Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Algoritma Genetika Untuk Penjadwalan Mengajar Guru Di SMK Negeri 1 Kemang Bogor Novianty, Ina; Agustina, Fenni
Jurnal Explore Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : STMIK Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/explore.v11i1.467

Abstract

Penjadwalan kegiatan belajar mengajar dalam suatu sekolah adalah hal yang sangat kompleks. Hal ini tidak menjadi masalah yang serius ketika sekolah tersebut memiliki jumlah kelas yang sedikit dengan kuantitas pertemuan belajar mengajar yang minimal. Penentuan Guru mengajar merupakan elemen penting didalam penyusunan jadwal mata pelajaran disekolah. Namun akan menjadi masalah ketika dihadapkan dengan banyaknya kelas, ruangan yang terbatas, dan jumlah guru yang terbatas. Contoh permasalahan yang terjadi pada SMK Negeri 1 Kemang Bogor adalah kesulitan untuk menempatkan pembagian jadwal supaya tidak terjadi bentrok, dengan masalah yang sering muncul adalah jam mengajar yang sama oleh seorang guru dalam ruangan yang berbeda, dan hal ini sangat mengganggu proses belajar siswa. Untuk itulah dibutuhkan adanya sistem untuk merancang sistem penjadwalan dengan meminimalisir error jadwal, sehingga kegiatan belajar dapat terlaksana dengan optimal. Hasil pengaplikasian Algoritma Genetika sebagai pendekatan dalam optimasi penjadwalan mata pelajaran sekolah dihasilkan pencapaian nilai fitness yang optimal. Hasil penelitian ini dapat memberikan kemudahan dalam mengelola penjadwalan guru yang tepat sesuai kesiapan waktu guru mengajar, sehingga membantu proses pembuatan jadwal pelajaran yang lebih baik lagi dan dapat menghasilkan jadwal yang lebih akurat dengan aturan yang ada dalam waktu yang lebih singkat, tepat dan seefisien mungkin. Kata Kunci: Penjadwalan, Mata Pelajaran, Optimasi, Algoritma Genetika.
The Influence of Fintech Technology Usage (Equity Crowdfunding and Peer-to-Peer Lending) on Investment Funding Decisions and Their Implications for Market Risk (Value at Risk) in Digital Startups in Indonesia Hanifan, Zakie; Novianty, Ina
Educational Researcher Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Educational Researcher Journal
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71288/educationalresearcherjournal.v3i1.147

Abstract

Objective – This study aims to analyze the influence of the use of fintech technology, namely equity crowdfunding (ECF) and peer-to-peer lending (P2P), on investment funding decisions and their implications for market risk ( Value at Risk / VaR) in digital startups in Indonesia. Methods – The study employed a mixed methods approach with a predominantly quantitative design. The sample consisted of 178 Indonesian digital startups registered with the Ministry of Communication and Information Technology (Kominfo) and AFTECH, selected using purposive sampling . Primary data were collected through a Likert-scale questionnaire, while secondary data consisted of financial reports and fintech transactions for 12 months. VaR was calculated using the Historical Simulation method (CI 95%). Data analysis used PLS-SEM with SmartPLS 4.0, supplemented by semi-structured interviews for triangulation. Results – All five hypotheses were significantly accepted (p < 0.01). Equity crowdfunding (β=0.348) and P2P lending (β=0.427) positively influenced investment funding decisions, with P2P having a greater influence due to its liquidity speed and working capital flexibility. Investment funding decisions further positively influenced VaR (β=0.521). Startups using a combination of ECF and P2P had the highest VaR (8.15% of total assets), while those using ECF alone had the lowest (4.28%). These findings confirm a trade-off between funding accessibility through fintech and market risk stability. The study also extends pecking order theory in the context of digital startups and provides practical implications for startups, fintech platforms , and the Financial Services Authority (OJK) regulator