Prayudi, Tibin Ruby
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peta Kondisi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Aggraini, Fitrijani; Effendi, Rudy R; Prayudi, Tibin Ruby; Rosa, Yulinda; Paryanto, Sugeng
Jurnal Permukiman Vol 9 No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2014.9.91-101

Abstract

Abstrak Untuk mencapai tujuan pembangunan millenium development goals, pemerintah harus berusaha untuk memberikan cakupan layanan sanitasi dasar nasional sebesar setengah dari seluruh penduduk Indonesia sebesar 62,41% pada tahun 2015. Hal ini memerlukan usaha dan upaya memenuhi kebutuhan akan sarana dan prasarana sanitasi seperti halnya Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja. Tingkat kesadaran pemerintah daerah dalam mengelola lumpur tinja pada umumnya masih rendah. Di antara 507 daerah kabupaten dan kota se Indonesia, baru 134 yang sudah memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), sedang sisanya masih membuang lumpur tinja ke sungai atau kebun.Penelitian ini bertujuan melakukan pemetaan kondisi teknis IPLT eksisting dengan melakukan audit, telaah, verifikasi, kajian, dan evaluasi terhadap kinerja IPLT berdasarkan standar, pedoman teknis, dan tata cara yang berlaku sehingga fungsionalisasi dan optimalisasi IPLT terbangun dapat tercapai dan terpelihara kesinambungan operasi dan pemeliharaannya.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif komparatifyaitu mendeskripsikan hasil penelitian secara sistematis, faktual, dan akurat dari data kualitatif dan kuantitatif yang didapat dari data sekunder dan data di lapangan. Data dikaji dengan membandingkan kondisi eksisting dengan standar, pedoman, petunjuk teknis, dan teori bidang ilmu pengolahan lumpur tinja.Hasil penilaian terhadap kesesuaian pengelolaan sistem IPLT di wilayah studi menyimpulkan bahwa sebagian besar termasuk kategori cukup baik. Hanya satu kota saja dari 11 kota yang termasuk kategori baik dan dua kota termasuk kategori tidak baik sehingga sisanya sebanyak 8 kota atau setara dengan 73% wilayah studi termasuk kategori cukup baik. 
Pengolahan Air Leachate Sampah dengan Teknologi Aerasi dan Filtrasi Prayudi, Tibin Ruby
Jurnal Permukiman Vol 8 No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2013.8.39-44

Abstract

Masalah utama tempat pembuangan akhir sampah adalah terjadinya infiltrasi leachate yang akan mencemari tanah dan lapisan air tanah. Pengolahan leachate sampah dilakukan secara kimia atau biologi tergantung pada karakteristik leachate. Kurangnya kandungan oksigen terlarut akan menghambat proses biodegradasi sehingga kandungan zat organik leachate akan meningkat. Dari latar belakang di atas maka akan dilakukan uji coba pengolahan air leachate dengan teknologi aerasi. Uji coba dilakukan dengan tiga model yaitu proses aerasi dengan satu kali kebutuhan oksigen, proses aerasi dengan dua kali kebutuhan oksigen dan proses aerasi satu kali kebutuhan oksigen dilengkapi dengan penyaringan media pasir saringan pasir lambat. Dari ketiga uji coba ini akan dibandingkan hasil pengolahannya terhadap kandungan pH, warna dan COD leachate. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan penurunan yang bermakna antara pH, warna dan COD sebelum dan sesudah pengolahan dilakukan uji t sampel berpasangan dengan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS). Dari ketiga cara pengujian, pengolahan secara aerasi dengan dua kali konsumsi oksigen meningkatkan kandungan pH paling kecil yaitu 4,05 % dan pengolahan secara aerasi dengan satu kali konsumsi oksigen dan penyaringan, merupakan cara pengolahan paling tertinggi dalam persentase menurunkan kandungan warna yaitu 61,54 % dan menurunkan COD sebanyak 31,22 %. Melalui uji t sampel diperoleh hubungan yang kuat antara pH, warna dan COD sebelum dan sesudah pengolahan karena signifikasi perhitungan p> the signifikasi pada tabel α
Keefektifan Pengolahan antara Abu Terbang dengan Karbon Aktif Terhadap Kebutuhan Oksigen Kimia (KOK), Warna dan Logam Berat Air Lindi Sampah Prayudi, Tibin Ruby
Jurnal Permukiman Vol 4 No 2 (2009)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2009.4.139-147

Abstract

Penelitian pengolahan air lindi sampah dengan menggunakan abu terbang dan karbon aktif pada dosis tertentu dilatarbelakangi oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Mott dan Weber (1992), Viraraghavan dan Alfaro (1994), Vijender Sahu , R. P. Dahiya, K. Gadgil .(2005), yang menghasilkan bahwa abu terbang dapat menurunkan kandungan KOK, warna dan logam berat air buangan rumah tangga. Penelitian eksperimental di laboratorium dilakukan dengan pengadukan abu terbang dan karbon aktif dengan air lindi sampah pada kecepatan 100 rpm selama satu jam, pada dosis 15, 25, 35, 50, 100 dan 150 mg/liter. Hasil pengadukan didiamkan selama 30 menit lalu diperiksa Kebutuhan Oksigen Kimia (KOK), Warna dan Logam Beratnya. Efektifitas abu terbang dan karbon aktif ditentukan pada perbandingan persentase perubahan parameter air baku dengan air hasil pengadukan air lindi sampah dengan abu terbang dan karbon aktif. Dari analisis data atau pembahasan ternyata dengan pemakaian abu terbang dapat menurunkan kandungan KOK sampai 100 %, dapat menurunkan kandungan  warna  sampai 99,72 %,  menambah kandungan  Fe sebesar 27,39%, menurunkan kandungan Zn sampai  91,57 %, dan menurunkan kandungan Cu sebesar 94,02 %, sedangkan dengan pemakaian karbon aktif penurunan KOK hanya 4,62 %, memperbesar kandungan warna, sebesar 14,47 %, menurunkan kandungan Fe sampai 27,65 %, menurunkan kandungan Zn  hanya 40,76 %, menurunkan kandungan Cu hanya 21,31%. Jadi pemakaian abu terbang akan lebih efektif dalam menurunkan KOK, warna, Zn,dan  Cu air lindi, sedangkan karbon aktif lebih efektif dalam menurunkan Fe air lindi. 
Pengaruh Campuran Fly Ash dan Pasir Kuarsa sebagai Media Saringan Leachate Sampah Terhadap Waktu PERESAPAN, WARNA, Fe, Zn DAN Cu Prayudi, Tibin Ruby
Jurnal Permukiman Vol 3 No 3 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.184-195

Abstract

Air leachate sampah dan fly ash keduanya merupakan limbah yang dapat mencemari sumber air tanah sehingga perlu ditangani dengan baik agar tidak  menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Beberapa peneliti telah melakukan penelitian dengan memanfaatkan fly ash sebagai bahan campuran pada beton, cat dan lain lain. Untuk lebih memperkaya penggunaan fly ash maka dilakukan penelitian penggunaan fly ash yang dicampur dengan pasir kuarsa pada komposisi tertentu sebagai media  untuk menyaring air leachate sampah rumah tangga. Penelitian eksperimental di laboratorium dilakukan melalui 3 saringan dari flexiglas, berdiameter 5 cm,  dan   media saringan berupa campuran fly ash dan pasir kuarsa pada komposisi 60 % fly ash : 40 % pasir kuarsa, 50 % fly ash : 50 % pasir kuarsa dan 40 % fly ash : 60 % pasir kuarsa dengan ketebalan media 90 cm. Debit leachate divariasikan pada  0,0001 liter/detik, 0,0003 liter/detik dan 0,0005 liter/detik. Ukuran butir pasir kuarsa mengikuti persyaratan media saringan, yaitu butiran yang lolos saringan diameter 1,5 mm dan tertahan saringan diameter 0.5 mm.  Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan dan pemeriksaan kualitas air   pada setiap volume 100 ml air saringan. Analisis data dilakukan melalui perbandingan besaran nilai warna, Fe, Zn, dan Cu,  pada  air baku leachate dengan air hasil saringan dan persentase campuran yang optimum dihitung berdasarkan persentase penurunan kadar warna, Fe, Zn, dan Cu yang terbesar. Dari analisis data atau pembahasan ternyata waktu tercepat peresapan air  dicapai pada debit penyaringan 0,0005 liter/detik, yaitu 7 menit dan komposisi campuran 60 % fly ash dengan 40 % pasir kuarsa merupakan campuran yang optimal menurunkan warna, Fe, Zn, dan Cu. Komposisi media campuran 60 % fly ash dengan 40 % pasir kuarsa dengan debit penyaringan 0,0001 liter/detik akan lebih baik dalam menurunkan warna sebesar 97,67 %; Fe sebesar 97,65 %; Zn sebesar 86,66 % dan Cu sebesar 71,43 %. Dari hasil tersebut di atas disimpulkan bahwa campuran fly ash dengan pasir kuarsa sebagai media saringan mencapai waktu peresapan tercepat dengan waktu 7 menit dan  dapat menurunkan kadar warna, Fe, Zn dan Cu.